Lolos Dari Maut Karena Kecerdikan

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
Abunawas memang terkenal cerdas dan cerdik dalam menghadapi suatu masalah. Begitu juga saat dirinya menghadapi kezaliman seorang Raja yang telah membunuh banyak para ulama. Apa akal cerdiknya hingga dia bisa lolos dari maut?

Pada suatu hari, terjadi perang di Negara tempat tinggal Abu Nawas. Peperangan itu akhirnya di menangkan oleh Raja Lalim dari negeri seberang. Dengan kemenangan perang tersebut berarti Raja tersebut memperluas wilayah kekuasaannya.

Ilustrasi Pedang Raja ( Foto @U-Report )

Walaupun sudah mendapatkan wilayah yang baru dikuasainya beserta dengan kekayaan yang ada di dalamnya rupanya tak membuat Raja tersebut puas. Dirinya juga ingin menghabisi para ulama dan kaum cendekia yang dinilai bisa mempengaruhi rakyatnya.

SIMALAKAMA

Tak lama setelah menduduki wilayah baru tersebut, Raja pun mengundang semua para ulama yang ada di seluruh pelosok wilayah kekuasaannya tanpa terkecuali. Raja mengumpulkan undangan tersebut di aula yang berada di tengah-tengah istana. Ada ratusan ulama yang berkumpul di aula tersebut dan kebingungan dengan apa yang akan terjadi pada mereka.

Tak lama kemudian, Raja muncul dengan mengenakan pakaian kebesarannya, lengkap dengan sebilah pedang mengilat terhunus di tangan kanannya. Raja kemudian mulai melontarkan pertanyaan satu persatu kepada para ulama yang ada.

"Jawablah, apakah aku adil ataukah lalim? Kalau menurutmu aku adil, maka dengan keadilanku engkau akan kugantung. Sedang kalau menurutmu aku lalim, maka dengan kelalimanku engkau akan kupenggal," ujar Raja dengan bengis.

Para ulama yang hadir pun tak bisa menghindari takdir yang telah digariskan. Dengan pilihan yang diberikan oleh Raja, mereka pun meninggal dunia satu persatu di tangan Raja yang kejam. Puluhan ulama pun telah jatuh menjadi korban kejahatan Raja yang telah menenangkan peperangan dan menambah wilayah kekuasaannya.

Semua ulama tak memiliki pilihan yang lebih baik, begitu pula dengan jawaban para ulama yang pasrah oleh pilihan yang diberikan Raja. Mereka pun tak bisa berbuat banyak.

TERBEBAS HUKUMAN

Setelah banyak jatuh korban, akhirnya tibalah waktunya Abu Nawas yang diundang oleh Raja untuk hadir ke istananya. Ini adalah perjumpaan resmi Abu Nawas yang pertama kalinya dengan sang Raja. Sebelum mendatangi istana, rupanya Abu Nawas sudah mendengar kabar kekejaman Raja terhadap para ulama.

Tepat di aula di tengah-tengah istana, Raja yang sudah menanti kedatangan Abu Nawas kembali melontarkan pertanyaan yang sama.

"Jawablah! Apakah aku adil ataukah lalim? Kalau menurutmu aku adil, maka dengan keadilanku engkau akan kugantung. Sedangkan kalau menurutmu aku lalim, maka dengan kelalimanku engkau akan kupenggal!" Raja kembali bertanya dengan angkuh.

Abu Nawas mencoba untuk menenangkan diri dan berpikir senejak. Tak berapa lama, dengan kecerdikannya selama ini Abu Nawas pun menjawab pertanyaan dari Sang Raja.

"Sesungguhnya, kamilah, para penduduk di sini, yang merupakan orang-orang lalim dan abai. Sedangkan Anda adalah pedang keadilan yang diturunkan Allah yang Mahaadil kepada kami," Jawab Abu Nawas.

Setelah berpikir sejenak, Raja pun mengaku kecerdikan jawaban Abu Nawas. Raja pun membebaskan Abu Nawas begitu pula para ulama juga terbebas dari kejahatan Raja untuk sementara waktu.