Kutemukan Allah Di Penjara

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
Kehidupan di Jakarta membuatku lepas kontrol. Aku bebas bergaul dan bebas menentukan pilihan atas sikapku. Aku dan kehidupan malam Jakarta kian akrab. Mulai dari minuman keras hingga hidup menjadi berandalan telah aku jalani.

Dan satu peristiwa terjadi. Pada suatu malam, aku terlibat dalam perkelahian dengan aparat TNI, padahal hanya masalah sepele atau kesalahpahaman belaka. Karena saat itu aku dalam keadaan mabuk, perkelahian pun tak dapat dihindari. Akhirnya aku ditangkap oleh yang berwajib dan dinyatakan bersalah. Saya dianggap telah melanggar hukum karena menganiaya seorang aparat. Pasalnya, sang aparat mengalami luka pada lengan kirinya tersabet clurit saya.

Di Dalam Penjara ( Foto @Okezone.com )

Aku pun dimasukkan ke dalam sel tahanan di kantor polisi terdekat. Hari-hariku seperti diiris sepi plus kejenuhan yang menyiksa batin. Dua puluh tujuh hari aku disel, dan si korban pun menuntut aku "di mejahijaukan". 

Selanjutnya, aku pun dipindahkan ke tahanan Polres. Tak dapat kubayangkan betapa nelangsanya hidupku. Rasa penyesalan menggelayuti jiwaku. Saat malam tiba, hanya doa dan pasrahlah yang dapat kupanjatkan kepada Allah. 

Setelah empat puluh hari menjalani tahanan Polres, aku dipindahkan ke Rumah Tahanan (RUTAN), selama menunggu sidang, ku isi waktuku dengan kegiatan-kegiatan di Masjid.

Kebetulan di RUTAN ada masjid dan perpustakaannya, Masjidlah yang selalu mengingatkanku pada Allah, apalagi waktu itu bulan Ramadhan. Kujalani puasa dengan khusyuk. 

Di sinilah aku merasa menemukan Tuhan. Aku merasa dekat dengan Allah selama di dalam penjara. 

Maka hati yang kotor dan jiwa yang penuh dosa, sedikit demi sedikit terasa terkikis oleh seringnya aku mendekatkan diri kepada Allah.

Setelah lebaran satu minggu, aku menjalani sidang di pengadilan, Alhamdulillah, aku dikenakan sidang bebas, karena si korban yang tadinya menuntut akhirnya tidak menuntutku, justru malah mengakui kesalahannya. Semoga kisahku ini dapat menjadi hikmah dan iktibar untuk kita semua yang membacanya.

Yuk, gaes dibantu dishare kisah ini semoga bisa menjadi pelajaran untuk kita semuanya :) Terima Kasih