Kekuatan DOA

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
Sekitar pada tahun 2003 yang lalu, usahaku di bidang agrobisnis mengalami kemajuan. Hampir seluruh penduduk di desaku mengenalku karena usahaku ini.

Banyak tamu yang berkunjung ke rumahku untuk belajar menekuni usaha ini. Para pegawai dinas terkait pun sering datang memberi bimbingan untuk menajuan usahaku.

Berdoa ( Foto @rumahsyo )

Setiap orang yang berjumpa denganku baik teman atau tetangga sering menyapaku ramah, dan tak jarang di antara mereka memohon bantuanku lantaran kesulitan keuangan. Dengan senang hati, aku pun membantunya sesuai kemampuanku. Namun, bencana datang di tahun 2004.

Usahakan mengalami goncangan dan jatuh bangkrut. Semua hartaku habis untuk menutupi hutang. Aku pun jatuh miskin dan menjadi seorang pengangguran.

Aku segera mencari informasi lowongan pekerjaan, baik itu dari teman, saudara maupun dari surat kabar. Setiap hari Sabtu, aku membeli koran yang banyak iklan lowongan kerjanya. Lalu, kukirimkan lamaran lewat pos ke beberapa perusahaan dan instansi. 

Entah sudah berapa puluh amplop lamaran yang kukirim, namun hasilnya belum memuaskan. Ada satu atau dua surat panggilan tes yang datang namun hasil tesku selalu gagal. Di saat-saat sulit inilah aku lebih banyak mempelajari ilmu Agama yang kudapat dari buku-buku yang kubaca. sebagai pelipur lara, kubaca buku La Tahzan.

Dan suatu saat selepas shalat Ashar di kala aku sedang berdoa, tetanggaku masuk ke rumahku hendak menemui ibuku. Dia mengintip dari pintu kamarku yang agak terbuka dan melihatku sedang menengadahkan kedua tangan ke atas.

Lantas dia menyindirku dan berkata, "Percuma berdoa, toh, uang tidak bakal jatuh dari langit." Mendengar itu, aku cuma tersenyuml Pernah suatu waktu, beberapa orang temanku menemuiku. Saat itu, aku sedang melakukan puasa sunnah. Salah seorang temanku berkata, "Waduh hebat! Puasa terus nih...! Jadi dukun saja, sekalian buka praktek di sini.. ha..ha..ha." Begitu kata mereka sambil tertawa terbahak-bahak. Aku pun hanya tersenyum kecut.

Dari hari ke hari, aku sering mendengar ocehan-ocehan temanku yang melecehkanku. Memang menjadi pengangguran itu tidak enak, selain menjadi beban orang tua, juga sering menjadi bahan hinaan orang lain.

Dalam kesepianku terkadang kuberangan-angan ingin seperti Fahri dalam novel Ayat - Ayat Cinta yang mempunyai istri salehah bernam Aisha. 

Tapi segera angan-angan itu kubuang jauh-jauh, karena aku harus menghadapi kenyataan yang memang pahit. Kuambil Wudhu dan berdoa memohon dan terus memohon kepada-Nya. Aku yakin Allah mendengar jeritanku dan akan mengabulkan doaku. 

Dan doaku benar-benar didengar-Nya. Beberapa bulan kemudian seorang temanku yang bekerja di luar kota memberi kabar gembira. Dia menawariku pekerjaan di salah satu perusahaan Farmasi. Segera kukirim surat lamaran selengkap-lengkapnya. Hanya dalam beberapa hari, aku mendapat panggilan tes.

Kuikuti tes, mulai dari tes psikotes, Interview hingga medical check-up, Alhamdulillah, aku lulus tes dari sekian banyak pelamar yang mendaftar. Kendaraan motor pun diberikan perusahaan selama kubekerja.

Alhamdulillah, Aku sangat bersyukur kepada Allah bahwa doaku selama ini dikabulkan dari tempat yang sungguh aku tak bisa menduganya. Terima Kasih, Ya Allah.