Dicekik Jin Karena Simpan Keris

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
Setahun ini Rian dan Reni diganggu jin. Bahkan, setiap malam ia merasa dicekik jin tersebut. Namun setelah diruqyah, diketahui bahwa jin yang berulah itu berasal dari benda-benda kelnik seperti keris, cintin dan buntalan mantera yang disimpannya.

"Saya kena santet, Ustad!" celetuk Reni (bukan nama sebenarnya) sambil terus memegangi dadanya yang terasa sesak.

Ilustrasi ( Foto @U-Report )

Disamping Reni, ada Rina (bukan nama sebenarnya) yang juga duduk bersila. Rina pun memegangi kedua tangannya. Ia merintih kesakitan. Sesekali Rina juga memegangi kepalanya. Ia mengeluh kepalanya terasa berat.

PERGI KE DUKUN

Ustad Alif, peruqyah klinik Ruqyah Syar'iyah terus melantunkan ayat-ayat suci Alquran. Memang ada reaksi yang muncul saat itu. Suasana pun menjadi tegang. Kedua perempuan yang juga kakak beradik tersebut merintih kesakitan.

Awalnya ada reaksi yang terlihat ketika Ustad Alif memegang kepala Reni. Kala itu ia terus merintih kesakitan. Mulai dari kaki, tengkuk hingga kepalanya. begitu Ustad Alif mengeraskan suaranya dan mengusir jin dari tubuhnya, Reni merasa sesak napas. "Uhhuuukkk...uhhuuukkk."

Reni batuk berulangkali tapi tak sampai memuntahkan sesuatu. Dari pengakuan Ustad Alif, memang ada sosok jin yang mengganggu tubuh Reni dan Rina. Jin itu pun sama. Menurut Ustad Alif, ada yang ganjal dari pengakuan Reni. Misalnya, kedua perempuan asal madura, itu mengaku disantet.

Namun ketika Ustad Alif berdialog dengan jin, sepertinya bukan karena santet. Tapi justru jin berasal dari benda klenik.

"Ngakunya memang kena santet. Tapi sepertinya bukan santet," terang Ustad Alif.

Usai jeda sebentar untuk shalat dhuhur, Ustad Alif kembali meruqyah kedua perempuan ini. Namun sayang tak ada reaksi yang muncul saat itu. lagi-lagi Reni dan Rina merasa kesakitan di dada tengkuknya. Menurut dia, kepalanya sangat berat seperti ada yang membebaninya.

"Ini sakit sekali kayak ada bebannya," kata Reni sambil memegangi kepala belakangnya.

Ruqyah pun dilanjutkan dengan membaca ayat suci Alquran. Setelah selesai, kedua perempuan ini kembali berdiskusi dengan Ustad Alif. "Apakah Ibu ini juga menyimpan benda klenik di rumah?" tanya Ustad Alif.

Awalnya Reni tak jujur. Ia tetap saja mengaku jika terkena santet. Tapi lama-lama Rina berterus terang. Reni hanya mampu diam. Ia merasa bersalah karena tak berterus terang kepada Ustad Alif.

MEMBAKAR KERIS

Rina bercerita, kurang lebih tiga tahun yang lalu, Reni kerap pergi ke dukun. Entah karena suatu masalah apa, yang jelas hampir tiap bulan Reni selalu meminta mantra dukun. Di sana ia diberi beberapa benda klenik seperti cincin, keris dan buntalan kertas yang berisi tulisan-tulisan rajah.

Ada beberapa malam yang diwajibkan dukun agar Reni memberi minyak wangi ke benda klenik itu. Beberapa bulan memang tak ada masalah. Hingga pada suatu ketika, Reni tak melakukan kewajiban untuk mengurusi benda kleniknya.

Menurutnya, masalahnya sudah teratasi. Oleh sebab itu, ia tak perlu lagi merawat benda-benda dari pemberian sang dukun.

Tapi siapa sangka, bermula dari itulah, jin yang berada di dalam benda-benda tersebut malah mengganggu kehidupan Reni. Tadinya hanya Reni saja yang diganggu. Misalnya, ia selalu melihat sosok bayangan yang sangat besar. Kekar, hitam berambut panjang.

Bahkan setiap malam pun, Reni tak pernah bisa tidur nyenyak. Kadang ia merasa tindihan dan tidak bisa bernapas. Mengerikannya, pada suatu malam, Reni bermimpi buruk. Dalam mimpinya ia dicekik oleh sosok yang sering dilihatnya itu. Beruntung akhirnya Rina membangunkannya.

"Seperti itulah kejadian-kejadiannya yang mengganggu saya dan kakak saya," ucap Rina.

Tak hanya berhenti di situ saja. Gangguan jin juga dirasa Rina. Yang tadinya merasa tenang-tenang, saat itu tiba-tiba terusik dengan kejadian yang aneh-aneh. Rina merasa setiap kali kemanapun pergi, ia dibuntuti oleh seseorang.

Namun ketika ditengok kebelakang, tak ada satupun yang mengkutinya. Rina juga berpikir jika itu mungkin saja halusinasinya. Ternyata pikirannya keliru. "Akhirnya saya diajak Reni kembali ke dukun yang lain. Saya berpikir jika ini memang santet." ucapnya.

Ketenangan yang dirasakan Reni dan Rina tak berlangsung lama. Usai pergi ke dukun, tiga bulan kemudian, kejadian-kejadian aneh menghampirinya lagi. Hingga pada akhirnya Rina menyarankan agar dirinya dan sang kakak diruqyah. "Begitulah jin mengganggu kami, Ustad," ujar Rina.

Terhitung sudah dua kali Reni mendatangi klinik ruqyah. Yang pertama, jin dalam tubuhnya bisa dikeluarkan. Tapi itu tak berlangsung lama. Jin itu kembali lagi mengganggunya. Tepat yang kedua, barulah Reni jujur sebenarnya ada benda-benda klenik yang hingga kini masih disimpannya.

Bersyukur akhirnya Rina dan Reni merasa sakit bagian kepalanya hilang setelah diruqyah. Ustad Alif juga menyarankan agar Reni membakar semua benda-benda klenik itu. Sebab, menurtu Ustad Alif, asal muasal gangguan jin tersebut bermula dari benda-benda klenik,

"Jadi memang dibakar semuanya. Saya sudah menyarankan agar secepatnya membakar tulisan rajah, keris dan benda klenik lainnya. Karena ternyata jin yang mengganggunya itu berasal dari benda-benda yang disimpannya," tandas Ustad Alif.