Dahsyatnya Sedekah Rasulullah

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
Bersedekah adalah satu amalan yang istimewa. Rasulullah SAW pun telah memberikan contoh betapa dahsyatnya sedekah beliau. Sungguh dengan mengagumi sedekah Rasulullah itulah tak sedikit manusia yang berbondong-bondong masuk Islam.

Telah jelas bagi kita semua bahwa sedekah itu menambah rezeki dan keberkahan hidup. Tapi tak sedikit dari kita yang terlalu banyak berpikir sehingga sedekah itu tertunda. 

Foto : Sumber

Rasulullah SAW berpesan, "Tidaklah harta menjadi berkurang karena sedekah, dan tidaklah seseorang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kehormatan kepada dirinya; dan seseorang tiada bersikap merendah diri karena Allah, melainkan ia akan diangkat derajatnya oleh Allah," (HR Muslim dan Tirmidzi). Untuk meningkatkan semangat kita bersedekah, marilah kita merenungkan betapa dasyatnya sedekah Rasulullah SAW:

TAK PERNAH MENOLAK

Rasulullah SAW tak pernah menolak siapa pun yang menginginkan sesuatu darinya. Buktinya disebutkan dalam hadis Dari Jabir RA berkata, "Tidaklah pernah sama sekali Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam diminta suatu (harta) lalu beliau berkata tidak." (Muttafaq Alaih).

TAK PERLU MENUNGGU

Begitupun Rasulullah SAW tak risau jika barang yang beliau kagumi pun akan di sedekahkan tanpa menunggu waktu terlalu lama. Dalam satu riwayat, yang dikeluarkan oleh Ibnu Jarir dari Shal bin Sa'd RA berkata, "Seorang wanita telah datang kepada Nabi SAW dengan membawa suatu pakaian, berupa mantel yang terukir pada ujung-ujungnya, lalu wanita itu berkata, 'Wahai Rasulullah, saya datang untuk memberikan ini untuk Anda, lalu Rasulullah mengambilnya, beliau memang sangat membutuhkannya hingga beliau memakainya, kemudian mantel itu dilihat oleh seseorang sahabat, seraya berkata, 'Wahai Rasulullah, betapa indahnya mantel tersebut, maka berikanlah mantel itu kepadaku?' 

Beliau berkata, 'Ya', dan ketika Rasulullah beranjak untuk memberikannya, para sahabat yang lain mencela orang tersebut seraya berkata, 'Engkau tidak bersikap baik ketika melihat Rasulullah mengambil mantel itu dari wanita tadi karena membutuhkannya, lalu engkau memintanya padahal engkau tahu bahwa tidaklah beliau itu dimintai sesuatu lalu beliau menolaknya', dia berkata, 'Demi Allah, tidaklah ada faktor yang mendorong saya melakukan itu melainkan karena saya berharap keberkahannya ketika telah dipakai oleh Rasulullah, dan saya berharap agar saya dikafani dengan mantel tersebut.

TAK TERHINGGA

Nilai sedekah baginda Rasulullah pun tak terhingga, baik kuantitas maupun kualitasnya. Digambarkan dalam satu hadis, dari Ibnu Abbas RA berkata, "Rasulullah adalah manusia yang paling dermawan, dan kondisi beliau paling dermawan adalah di bulan Ramadhan di saat bertemu malaikat Jibril, di mana Jibril 'alaihis salam sering bertemu beliau pada setiap malam dari bulan Ramadhan, lalu Jibril mengajarkannya Alquran, dan sungguh Rasulullah adalah manusia paling (cepat) dermawan dengan kebaikan daripada angin yang berhembus." (HR. al-Bukhari dan Muslim).

TAK KHAWATIR

Sungguh Rasulullah SAW memberikan teladan agar jangan pernah takut miskin dengan bersedekah. Buktinya dapat dilihat cerita hadis ini, dari Ibnu Mas'ud RA berkata, "Nabi SAW melewati Bilal, sedangkan di sisinya ada setumbuk gandum, lalu beliau bersabda, 'Apa ini wahai Bilal?' Dia menjawab, 'Saya menyiapkannya untuk tamu-tamumu'. Beliau bersabda, 'Tidakkah engkau takut bahwa engkau memiliki masakan di Neraka Jahanam? Infakkan wahai Bilal dan janganlah engkau takut kemiskinan dari Dzat Yang memiliki Arsy'." (HR. al-Bazzar).

TAK INGIN TERBEBANI HARTA

Rasulullah pun berpesan agar kita tak menumpuk-numpuk harta. Apalagi hingga ajal menjemput kita belum sempat bersedekah. Mari kita cermati sebuah riwayat dari Abdullah bin Abbas RA berkata, "Abu Dzar Ra berkata kepadaku, 'Wahai anak saudaraku, saya pernah bersama Rasulullah dengan memegang tangan beliau, lalu beliau bersabda kepadaku, 'Wahai Abu Dzar, saya tidak suka memiliki emas dan perak sebesar gunung Uhud lalu saya infakkan di jalan Allah lalu saya meninggalkan pada saat ajalku dengan meninggalkan sedikit harta.' 

Saya bertanya, 'Bagaimana dengan harta yang banyak?' Beliau bersabda, 'Wahai Abu Dzar, saya memilih yang sedikit sedangkan engkau memilih yang lebih banyak, saya menghendaki akhirat sedangkan engkau menghendaki dunia, cukuplah bagimu harta sedikit saja', lalu beliau mengulanginya sebanyak tiga kali kepadaku'." (HR. ath-Thabrani). Mudah-mudahan kita mampu meneladani salah satu prinsip - prinsip sedekah Rasulullah SAW.