Cabut Pintu Gerbang Khaibar Dengan Tangan Kosong

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
Ali bin Abi Thalib merupakan sahabat yang dimuliakan oleh Allah. Dia sangat mencintai Allah dan rasul-Nya. Begitu juga sebaliknya, dia begitu dicintai Allah dan rasul-Nya. Ali dikarunia begitu banyak karomah, salah satunya adalah membuka gerbang Kota Khaibar dengan kedua tangannya. 

Ilustrasi ( Foto @Suara Muslim )

Khaibar adalah pemukiman Yahudi terakhir di Jazirah Arab. Terletak pada daerah pegunungan, 140 km di Utara Madinah. Tempat yang pengairannya sangat baik ini terkenal sebagai penghasil kurma dan padi-padian. Namuns ayang, tempat yang seperti sebuah pulau di padang pasir itu telah menjadi sarang persengkokolan jahat Yahudi untuk memusuhi Islam. Maka di musim gugur tahun ke-7 Hijriyah, Rasulullah Saw dan pasukannya berangkat untuk merebut Khaibar.

KESAYANGAN ALLAH

Di malam sebelum pertempuran, Rasulullah Saw memegang panji tempur dan berkata, "Panji ini besok saya berikan kepada orang yang oleh Allah akan diberi kemenangan. Ia mencintai Allah dan rasul-Nya, dan Allah serta rasul-Nya juga mencintai dia".

Para sahabat bertanya dalam hati tentang siapakah orang yang amat beruntung itu. Sebagian bahkan berharap agar dirinyalah orang yang Rasulullah maksudkan. ternyata di esok harinya, Rasulullah Saw memberikan panji itu ke tangan Ali bin Abi Thalib.

Dengan semangat, Ali memimpin pasukan muslimin. Dengan membawa panji, Ali pun maju dengan gagah diikuti pasukan dari belakang. Saat tiba di depan gerbang Khaibar, Saat itu, Ali dihadang oleh Marhab, panglima perang Yahudi yang juga memimpin pertahanan Khaibar.

Dalam sekali pukul, perisai di tangan Ali terlepas jatuh. Dengan sigap, Ali mencabut pintu benteng Khaibar dan menggunakannya sebagai perisai. Terdengar suara menggema di langit, "Hanyalah Ali sang pemuda ksatria!" Orang mengatakan jika itu suara Malaikat Jibril yang memuji keberanian Ali.

Duel itu berlangsung cukup lama sampai akhirnya Ali berhasil menghentak muka Marhab. Ketika orang itu tersungkur, Ali melempar pintu gerbang di tengahnya dan memimpin pasukan Islam menyerbu masuk, Khaibar pun jatuh.

Beberapa orang penasaran dengan pintu gerbang yang tadi dicabut Ali. Mereka berusaha mengangkatnya, namun oleh 8 orang sekalipun pintu tidak terangkat. Namun Ali sendiri berkomentar begitu rendah hati.

"Saya mencabut pintu Khaibar bukan dengan tenaga fisik, melainkan dengan tenaga Ilahi," ujar Ali