Sikap Salat Meraih Khusyuk

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
Modal dasar meraih khusyuk adalah menghadirkan Allah SWT di dalam salat. Selain itu harus menjaga "nyambung" dengan Allah mulai takbirattul ihram hingga salam. Berikut ini penuturan dari Ustad Abu Sangkan.

Banyak orang salat namun mengapa pengingkaran terhadpa nilai kemanusiaan masih marak terjadi dalam kehidupan kita. Mengapa salat kita tidak (belum) menjadi solusi atas berbagai masalah kehidupan. Jawabannya, salat kita masih jauh dari salat sebagaimana dilakukan Nabi Muhammad Saw yang selalu mendirikan salat secara khusyuk.
Ilustrasi Shalat Khusyu' ( Foto @ngaji.web.id )

Menurut Ustad Abu Sangkan, salat merupakan aktifitas jiwa (ruhani) karena salat adalah proses perjalanan spiritual penuh makna yang dilakukan manusia untuk menemui Tuhan semesta alam. Salat akan menjernihkan jiwa dan mengangkat taraf kesadaran yang lebih tinggi dan pengalaman puncak.

Allah berfirman, "Jadikanlah sabar dan salat sebagai pendorongmu dan sesungguhnya yang demikian itu orang-orang yang khusyuk, yaitu orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui tuhannya dan mereka akan kembali kepada-Nya," (QS Al Baqarah 2:45-46).

"Berbicara tentangs alat khusyuk, modal dasarnya adalah bagaimana kita senantiasa menghadirkan Allah dalam salat dari rakaat pertama sampai terakhir. Selama ini kita gagal menghadirkan Allah karena saat salat kita memikirkan urusan, anak, bisnis kita, dan lain-lain," kata Abu Sangkan.

NYAMBUNG

Dalam setiap pelatihan salat khusyuk, pria kelahiran Banyuwangi, 8 Mei 1965 ini menekankan bahwa salat khusyuk itu mudah. Dengan syarat kita "nyambung" dengan Allah. Saat kita berupaya "Nyambung" yang diawali pada saat takbiratul ihram dan mengangkat tangan, kita harus memposisikan sebagai mahkluk yang lemah yang akan "nyambung" dengan Yang Mahakuasa, Raja dari segala raja.

"Setelah itu, biarkan ruh kita yang bergerak "nyambung" dengan Allah, maka ruh benar-benar lepas dari badan. Pada saat itulah dengan sendirinya badan akan bersujud dalam keheningan di hadapan Allah," paparnya.

Ustad Abu Sangkan yang juga sarjana Filsafat UIN Jakarta ini menyoroti pentingnya membaca bacaan salat dengan melibatkan hati, tidak asal membaca. Bila itu dilakukan, maka akan terjadi sentuhan-sentuhan, ketenangan, dan kedamaian yang langsung diberikan oleh Allah.

Lebih mudahnya Ustad Abu Sangkan memberikan gambaran tentang seorang anak kecil yang meminta sesuatu kepada ibunya. Tidak mungkin anak kecil itu hanya mengucapkan menyebut permintaan, tanpa melibatkan hati. Jika ditarik dalam salat, maka jangan hanya membaca lafaz-lafaz dalam salat saja, tetapi juga harus melibatkan hati.

"Dari sini timbul rasa cinta kepada Allah sehingga asyik berlama-lama dengan-Nya. Ini yang menyebabkan orang yang salatnya khusyuk tidak capek, merasakan kenikmatan, ketenteraman, dan itu memotivasi hidup kita menjadi dinamis," katanya

JADI LIFE STYLE

Menurut Ustad Abu Sangkan, dengan salat khusyuk, umat Islam seharusnya bangga dan percaya diri. Islam sudah punya cara luar biasahebat untuk bekal mengarungi kehidupan, yaitu dengan salat.

Secara gampang dia menganggap salat itu ibarah mesin yang sudah jadi dari Allah. Untuk memudahkan peserta pelatihan, dia memperetelinya dengan membahasnya dari aspek kesehatan, psikologis, dan sebagainya. Kalau memahami dengan benar manfaat salat khusyuk, orang akan bangga dengan salat yang memang luar biasa itu. Karena salat merupakan mesin dari Allah sehingga salat akan menjadi gaya hidup atau life style umat.

"Orang akan bangga mengerjakan salat, naik derajat yang setinggi-tingginya menjauhi sikap kita sebelumnya yang hanya melakukan salat untuk sekedar menunaikan kewajiban saja. Kondisi ini yang saya dan kita inginkan," pungkasnya.