Sahabatku Menjadi Maduku

12:27:00 PM
Advertisement

Aku tak menyangka, keakraban suami dan sahabatku ternyata berujung pada pengkhianatan. Suami yang kucintai tega menduakanku. Hatiku makin hancur, karena sahabat yang kusayangi ternyata juga menginginkan bahtera rumah tangga dengan suamiku.

Aku Atikah (40). Aku seorang ibu rumah tangga, sekaligus aktivitas di sebuah organisasi sosial kemasyarakatan. Sejak sebelum menikah, aku memang sudah aktif dengan berbagai kegiatan sosial. Pun setelah menikah, aku tetap aktif dalam organisasi sosial Islam. Aku juga bersyukur, punya suami, Haris, yang sangat mensupport segala aktivitasku.

Hampir 15 tahun pernikahanku dengan mas Haris, alhamdulillah kami sudah dikaruniai tiga anak yang saleh dan manis-manis. Si sulung saat ini masih kelas tiga SMP, sementara si bungsu kelas empat SD. Saya benar-benar menjadi wanita yang beruntung.

Ilustrasi ( Foto @nusabali.com )
Kesan gaul, serta cekatan, mengantarkan aku menjadi ketua cabang di organisasi yang aku ikuti. Dari situ aku memiliki banyak teman, namun di antara banyak teman itu aku menemukan Naura (35) wanita cerdas yang bersahaja. Aku senang sekali dengannya, karena dia menjadi patnerku yang hebat dalam mengelola organisasi ini. Akupun mengangkatnya sebagai bendaharaku, dengan harapan organisasi bisa berjalan lebih maksimal.

KUTEMUKAN CHEMISTRY

Alhamdulillah, ternyata harapanku benar-benar terwujud. Aku tidak salah memilih Naura sebagai patner dalam kepengurusan ini. Bahkan aku terpilih lagi menjadi ketua cabang di dua periode berikutnya. Berawal dari situ, akhirnya terjalin chemistry antara aku dan Naura. Hubungan kami sangat dekat, bahkan melebihi hubungan peraudaran. Bahkan waktu kami habiskan bersama, bahkan untuk hal-hal yang sifatnya pribadi. Misalnya saat aku atau anakku sakit, aku ditemani oleh Naura. maklumlah Mas Haris memiliki kesibukan yang cukup tinggi. Kerap kali tidak bisa menemani aku dan anak-anak.

Sementara Naura, merupakan aktivis yang masihh single. Sehingga dia tidak terbebani dengan kegiatan keluarganya. Alhasil kamipun lebih banyak menghabiskan waktu bersama. Kebetulan kami memiliki hoby yang sama, yaitu membuat kue, dan berdiskusi.

Dalam lingkungan kami, ada beberapa orang yang kurang setuju melihat keakraban kami. Pernah suatu ketika, salah satu sesepuh organisasi menegur kedekatan kami. "Bersahabat itu baik, tetapi jangan sampai terlalu dekat seperti itu, kita tidak tau apa yang akan terjadi di hari esok," ujar beliau. Namun saat itu aku meyakinkan, bahwa hubungan kami murni dilandasi kekeluargaan.

Banyak orang yang mengkhawatirkan kedekatan mas Haris dengan Naura. Maklumlah Naura masih single dalam usia yang bisa dikatakan dewasa untuk menjalani rumah tangga. Namun, lagi-lagi aku membantak kekhawatiran itu. Bahkan aku sering melibatkan Naura dalam aktivitas keluargaku. Sesekali Naura pergi diantar oleh Mas Haris. Saat itu aku benar-benar ikhlas.

SUAMIKU DIREBUTNYA

Berbekal kepercayaan itulah, Aku merelakan suamiku mengantarkan Naura dalam beberapa acara, saat aku berhalangan hadir. Aku melihat hubungan suamiku dengan Naura memang lebih dekat dibandingkan di awal-awal perkenalan mereka. Bahkan kami bertiga kerap kali beradu argumen dalam sebuah diskusi ringan di rumah. Namun saat itu aku tidak menaruh curiga. Sebaliknya aku bersyukur mereka cocok, dan kami bisa bersaudara.

Rupanya semua anggapanku terhadap Mas Haris dan Naura benar-benar salah. Bagaikan tersambar petir di siang bolong, Mas Haris minta ijin kepadaku untuk menikahi Naura. Allahu Akbar, ada apa ini, jeritku kala itu. Tak terahan air mataku langsung membanjiri wajahku, tubuhku lemas lunglai. Ya Rob, apa salahku, sampai-sampai suami yang paling aku cintai dan percaya ingin menikahi sahabatku. Saat Mas Haris memelukku sambil menenangkanku, aku tidak kuat untuk menolak pelukan yang tidak kuinginkan itu.

Demi Allah, saat itu juga pesona Mas Haris dan Naura langsung luntur di mataku. Tentu bisa dibayangkan betapa perihnya dihianati oleh orang yang Anda percayai dan sayangi.

Di belakangku, tanpa restuku, Mas Haris dan Naura nekat menikah secara siri. Meskipun sakit, tetapi aku mencoba ikhlas. Namun bukan berarti aku bisa menerima Naura sebagai maduku. Aku biarkan did alam hubungan yang tidak resmi dalam catatan Negara. toh Mas Haris pun tidak berani menceraikan aku. Saat itu, aku meminta dia memilih aku atau Naura. Ternyata, di depanku dia memilihku, tapi di belakangku dia lebih memilih perempuan itu. benar-benar laki-laki berkualitas rendah (astaghfirullah hal azim)!

Aku sengaja tidak mau menggungat cerai suamiku, kalau memang kami bercerai, biarlah itu keputusan dia. Saat ini aku hanya ingin tampil kuat di hadapan anak-anakku, dan mengantarkan mereka menjadi anak-anak yang saleh dan bermanfaat untuk bangsa dan agamanya.

Satu hikmah yang bisa aku ambil, jangan pernah meremehkan masukan dari orang lain, meskipun itu tampak tidak mungkin. Kita harus tetap merenungkan segala sesuatu yang kita dengar. Siapa tahu melewati ucapan orang tersebut, sebenarnya Allah telah mengingatkan kita. 

Advertisement
Powered by Blogger.