Dilarang Salat, Haruskah Berhenti Kerja?

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
Saya seorang karyawati di sebuah perusahaan swasta dan sudah 10 tahun bekerja. Tapi sudah seminggu ini saya mengundurkan diri dari perusahaan tersebut, dengan alasan untuk mengurus anak di rumah. Tapi sebenarnya bukan itu yang menjadi alasan saya, karena sebenarnya saya tidak bisa beribadah dan salat di kantor, padahal salat itu cuma makan waktu 5 menit.

Dikarenakan pekerjaan yang menumpuk yang begitu banyak padahal saya bekerja tiap hari sampai malam jam 20:00. Tapi pekerjaan itu tetap tidak terselesaikan juga. Padahal saya sudah menghadap atasan saya tapi tidak ada tanggapan apa-apa, akhirnya saya memohon doa kepada Allah meminta jalan yang terbaik untuk saya.

Ilustrasi Shalat Berjamaan Di Mushola Kantor ( Foto @U-Report )

Akhirnya saya mengambil keputusan untuk berhenti bekerja, padahal kalau dilihat dari segi ekonomi keluarga saya belum terbilang mampu / cukup.

Pertanyaan Dari Sumiyati Dari Jakarta, Buat Yang Mau Bertanya Mengenai Masalah - Masalah Yang Dialami Bisa Kirimkan Melalui Email ceramahbersama@gmail.com Dengan Subject 'Tanya'.

JAWABAN :

Pada dasarnya bekerja itu untuk mencari nafkah juga supaya kita mendapatkan keberkahan dan keridhaan dari Allah SWT. Jika Anda sudah tidak mendapatkan ketenangan batin apalagi dilarang salat, maka sebaiknya Anda memutuskan untuk berhenti bekerja.

Anda harus yakin dan tetap optimis bahwa rejeki Allah itu luas bukan hanya dari satu perusahaan saja melainkan dari mana saja datangnya rejeki. Mungkin Anda tidak berjodoh dengan perusahaan tersebut sehingga Anda berhenti.

Firman Allah SWT surah Al-Mulk ayat 15 yang artinya, "Dialah Dzat yang telah menjadikan bumi itu mudah bagimu, maka berjalanlah di segala penjuru dan makanlah sebagaian rezki-Nya. Dan hanya kepada-Nya lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan."

Ayat di atas menjelaskan bahwa rejeki Allah itu luas dan bukan hanya bersumber dari pekerjaan saya, melainkan banyak cara seperti berdagang, petani, nelayan dan sebagainya. Oleh karena itu, carilah rejeki Allah yang halal dengan segala kemampuan yang ada dan jangan lupa berdoalah agar diberikan jalan yang lapang. Seperti doa yang diajarkan Nabi SAW yang artinya, "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari susah dan sedih, lemah dan malas, takut dan kikir, serta tertekan utang dan penindasan orang lain."