Bolehkan Menikah Dengan Sepupu?

10:39:00 AM
Advertisement

Saya anak pertama dari empat bersaudara. Sudah satu tahun ini saya menikah dengan sepupu. Selama ini orang tua dan keluarga sangat mendukung. Namun saya tidak mencintai dia. Saya sering kerap sekali bersikap pura-pura sayang kepada suami, agar keluarga saya menjadi lebih baik. saya ingin menanyakan apakah hukumnya pernikahan antar sepupu?
Ilustrasi

Apakah sikap saya terhadap suami selama ini, karena saya tidak mencintai suami saya ?

Pertanyaan Yang Di Kirim Sahabat Ulfa Dari Mojokerto.

JAWABAN :

Pernikahan sepupu saha di lakukan karena bukan mahram. Surat An-Nisa ayat 23, yang artinya, "Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; Saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua)."

Rasulullah SAW menganjurkan agar memilih perempuan yang jauh dibanding perempuan yang dekat nasabnya agar gen-gen yang buruk tidak terkumpul dalam keturunan mereka. Pernikahan sepupu merupakan pernikahan nasab terdekat, karena itu biasanya wajar jika tidak saling mencintai, karena hubungan persaudaraan yang dekat. Islam mengajarkan suami istri itu harus saling menyayangi dan bertanggungjawab, karena itu selama Anda masih memenuhi tanggungjawab sebagai istri, Anda tidak berdosa.

Teruslah ikhtiar dan berdoa agar Anda dan suami saling mencintai. Mungkin perlu waktu lama untuk dapat mencintai suami. Dalam konsep Islam, menikah adalah untuk beribadah. Sampai-sampai bersetubuh (berhubungan suami-istri) pun termasuk ibadah (sedekah). Rasulullah Saw bersabda : "Jika kalian bersetubuh dengan istri-istri kalian termasuk sedekah!" Mendengar sabda Rasulullah itu para keheranan dan bertanya : "Wahai Rasulullah, seorang suami yang memuaskan nafsu birahinya terhadap istrinya akan mendapat pahala?" Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab: "Bagaimana menurut kalian jika mereka (para suami) bersetubuh dengan selain istrinya, bukankah mereka berdosa?" Jawab para sahabat : "Ya benar". Beliau bersabda lagi : "Begitu pula kalau mereka bersetubuh dengan istrinya (di tempat yang halal), mereka akan memperoleh pahala!". (HR Muslim, Ahmad dan Nasa'i).

Advertisement
Powered by Blogger.