Bolehkan Memakai Aksesori Berlafal Allah SWT

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
Bagi seorang hamba, mengenakan pernik atau aksesori yang melambangkan Tuhannya merupakan kebanggan. Begitu juga bagi muslimah, mengenakan kalung atau aksesori lainnya berlafadkan Allah, menjadi kebanggan tersendiri. Apakah hal ini diperbolehkan dalam Islam?

Yanti (21) seorang mahasiswi sebuah TPS di Surabaya. Yanti, memiliki teman kuliah dari berbagai daerah dan penganut sebagai keyakinan yang berbeda. Karena itulah, dia menggenakan kalung dengan liontin membentuk lafad Allah. Dia bertujuan untuk menunjukkan kepada teman-temannya tersebut kalau dirinya seorang muslimah. Dia pun bangga menjadi muslimah. Seperti penganut Kristiani yang bangga mengenakan kalung dengan liontin salib.
Kalung Berlafadz Allah ( Foto @U-Report )

Pertanyaannya, apakah dalam Islam diperbolehkan mengenakan aksesori yang mengandung lafad Allah. Apakah ada aturan khusus tentang penggunaan lafad Allah tersebut ?

JADI KEBANGGAN

Sebagai seorang muslimah memang harus bangga. Untuk mewujudkan rasa bangga itu bisa dengan banyak cara. Mulai dengan mengerjakan syariat sesuai apa yang diajarkan Rasul. Mengenakan atribut keislaman sesuai yang dianjurkan. Misalnya mengenakan busana muslim dan menutup aurat di setiap aktivitas yang dijalani. Menunjukkan potensi yang dimiliki, bahwa muslimah juga bisa berkarya serta berkreasi atau yang lainnya.

Mengenai penggunaan aksesoris dengan detail lafad Allah, tidak ada larangan mengenai hal tersebut. Bahkan, Rasulullah memiliki cincin dengan lafad Muhammad Rasulullah. Cincin ini pun kerap kali menghiasai jari suami dari Siti Khadijah ini.

Artinya, umat Islam boleh mengenakan sesuatu yang memiliki detail atau bertuliskan lafad Allah. Tentunya penggunaan atribut tersebut harus disertai dengan niatan yang baik, salah satunya adalah dengan niat syiar. Menunjukkan kepada semua orang bahwa Anda adalah seorang muslimah, yang bangga akan keyakinan tersebut.

Namun, yang harus diingat oleh seluruh muslimah, bahwa sebagai umat Islam, harus senantiasa mensucikan nama Allah. Begitu juga saat penggunaan aksesori yang berlafadkan nama Allah, harus mampu menjaganya dari hal-hal yang buruk. Memang tidak harus dalam kondisi suci (memiliki wudu), tetapi harus mampu menjaganya.

HARUS DILEPAS

Contohnya ketika akan masuk kekamar kecil/kamar mandi, atau ditempat-tempat yang jorok, maka harus melepaskan terlebih dahulu aksesoris tersebut. Hal ini seperti yang di contohkan oleh Rasulullah. Saat akan memasuki kamar kecil, Nabi selalu melepaskan cincinnya yang bertuliskan Muhammad Rasulullah tersebut.

"Apabila Nabi memasuki tempat buang air (WC), beliau selalu menanggalkan cincinnya". (HR Al Khamsah kecuali Ahmad).

Hadis di atas juga disahihkan oleh Imam At Tirmidzi dan dibenarkan pula bahwa ukiran pada cincin tersebut bertuliskan Muhammad Rasulullah. Hal ini sebagaimana juga diriwayatkan oleh Baihaqi dan Hakim.

Meskipun demikian, jika kondisi tertentu, seperti adanya kekhawatiran, aksesori tersebut hilang jika dilepaskan, maka pengunaannya dimakfu. Tetapi jika tidak ada alasan seperti ini, maka wajib untuk melepaskannya.

Sehingga, bagi para muslimah yang ingin mengenakan aksesori dengan lafad Allah, harus menyiapkan diri. Jangan sampai niat yang baik tersebut membuat Anda tidak lagi menyucikan Allah. Wallahu a'lam bissowab.