Sudah Tua, Tapi Enggan Ibadah

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
AkuIslam.Id - Meski sudah tua, nenek yang satu ini terbilang gaul. Bukannya menyibukkan diri untuk ibadah, ia justru ingin nikah lagi. padahal, ia baru saja ditinggal suaminya meninggal dunia dan belum selesai masa iddahnya. Bersyukur ia sadar setelah berkonsultasi dengan ahli ruqyah.

Ilustrasi

Aku Lena, seorang sekretaris di perusahaan asing di Jakarta. Biasanya, seseorang sudah memasuki usia senja akan mendekatkan diri kepada Allah. Tteapi, tidak demikian dengan nenekku, walau usianya sudah mendekati uzur, tetapi perilakunya masih seperti anak muda dan jauh dari sikap amanah.

Mungkin itu semua juga tak lepas dari latar belakang nenek yang dulunya adalah seorang superstar di kampus. Satu permintaan nenek yang membuat kami sekeluarga kaget dan tidak percaya adalah keinginannya untuk menikah lagi. Padahal, kakek baru meninggal 40 hari sebelumnya.

"Sadar Nek, Nenek kan sudah tua, lagi pula saat ini belum boleh karena nenek harus melewati masa iddah selama 3 bulan," jawabku masih tak percaya akan permintaan nenek tersebut.

"Nenek ke salon dulu ya!" ungkapnya memecahkan lamunanku.

"Ya Nek, perlu saya antar?" kataku menawarkan diri.

"Tidak usah, nenek bisa sendiri," jawabnya.

Ternyata, itu hanya alasan nenek untuk bisa bertemu dengan seseorang.

"Astagfirullah!" Ucapku ketika salah satu saudara mengadukan tentang perilaku nenek kepadaku.

"Len, coba kamu nasihati nenek kamu agar tidak bertingkat yang aneh-aneh seperti ABG saja," kata salah seorang teman.

Saat tiba di rumah, anpa ba bi bu, aku langsung mengklarifikasi kabar tersebut kepada nenek.

"Apa tidak boleh?" jawab nenek enteng.

Mendengar jawaban nenek, aku hanya bisa mengelus dada. Untuk sekian kalinya nenek tidak mendengar nasihat dan ucapanku. 

Karena tidak tahan dengan perilaku nenek, akhirnya aku dan keluarga bermaksud membawanya ke sebuah klinik psikologis. Alih-alih mendapatkan kesadaran dan perubahan, ternyata nenek malah marah.

Terus terang, aku sangat sayang kepada nenek, karena dari 5 orang cucunya, akulah cucu yang paling dekat dengannya. Akan tetapi, karena ulah dan perilakunya, kamis ekeluarga menjadi risih dan malu. Terlebih kami belum mengenal betul siapa laki-laki pilihan nenek yang akan menjadi teman di hari tuanya.

SOLUSI RUQYAH

Dalam keadaan yang hampir putus asa, salah seorang rekan bisnis ayah menyarankan untuk mendatangi Ustad ahli Ruqyah yang ada di Semarang.

Tanpa menunggu waktu lama, akhirnya kami sekeluarga mendatanginya dengan penerbangan pertama, berharap segera mendapatkan solusi dari masalah ini. Menurut beliau, ada sesuatu yang salah dengan keadaan nenek kami.

Selain melaksanakan ruqyah untuk nenek, kami juga disarankan untuk mengamalkan beberapa doa dari Ustad yang bersumber dari Alquran dan hadis.

"Sebaik-baiknya doa adalah doa yang dipanjatkan anggota keluarga, khususnya keturunan yang langsung bertalian darah," Sambung Ustad tersebut.

Setelah dilaksanakan Ruqyah, baik Ruqyah pembersihan diri maupun Ruqyah hajat, Alhamdulillah, doa - doa kami selama ini terkabul. Atas izin Allah sedikit demi sedikit perilaku nenek mulai berubah dan menyadari kekeliruannya selama ini. Ia pun berjanji akan memperbaiki semua perilakunya dengan menjalankan ibadah dan lebih mendekatkan diri hanya kepada-Nya.