Keteguhan Pendirian Rasulullah Saw

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
AkuIslam.Id - Nabi punya seorang paman, Abu Thalib namanya. Setiap ada orang yang ingin mencelakai nabi kita, dialah yang melindungi. Orang kafir pun resah dan berusaha membujuk Abu Thalib agar menasihati keponakannya agar berhenti menyebarkan Islam. Tapi, nabi kita tetap menjalankan tugas.

Ilustrasi

Alhamdulillah, kita bertemu lagi dengan cerita-cerita yang luar biasa dari kehidupan nabi kita Muhammad Saw. Kali ini kita belajar bagaimana beliau menolak saran pamannya.

Orang-orang kafir tahu, Abu Thalib adalah orang yang dihormati nabi kita. Begitu sebaliknya, Abu Thalib sangat menyayangi keponakannya itu. Kalian tentu sudah tahu setelah wafatnya sang kakek, Abdul Munthalib, beliau diasuh oleh pamannya, tak lain adalah Abu Thalib.

Di dalam asuhan Abu Thalib, Rasulullah Saw yang saat itu masih berumur 12 tahun merasa tenteram dan nyaman karena Abu Thalib sangatlah baik dan sayang kepada beliau.

Beliau Saw di didik untuk menjadi seorang pemuda Arab yang berani dan terampil.

Abu Thalib sangat mencintai Rasulullah Saw, bahkan beliau Saw lebih dicintai oleh Abu Thalib daripada anak-anaknya sendiri. Hal itu dikarenakan budi pekerti Rasulullah Saw yang sangat baik.

Abu Thalib selalu menjaga Rasulullah Saw hingga menjadi Rasul. Beliau senantiasa membantu dan melindungi Beliau Saw. Makanya, orang kafir Quraisy segan menghadang dakwah Nabi Muhammad Saw.

HADAPI ANCAMAN

Hingga suatu ketika Abu Thalib dipanggil oleh pemuka-pemuka kafir Quraisy. Mereka mengatakan : "Apabila keponakanmu itu tidak mau berhenti, maka kami tidak akan sungkan-sungkan lagi kepadamu dan akan kami tumpas keponakanmu beserta para pengikutnya."

Abu Thalib pun resah dan tak ingin keponakannya celaka. Dengan berat hati ia pun menemui Rasulullah seraya berharap : "Wahai Muhammad, sesungguhnya orang-orang Quraisy saat ini sedang genting-gentingnya memusuhimu dan tadi mereka telah memerintahkanku untuk mencegah dakwahmu."

"Wahai Paman, walaupun diletakkan di tangan kananku matahari dan bulan di tangan kiriku, aku tidak akan menghentikan dakwahku ini."

Mendengar keteguhan jawaban nabi kita, Abu Thalib berkata, "Baiklah keponakanku, aku akan menjagamu dan membantumu hingga titik darah penghabisan."

Akhirnya, Abu Thalib justru menjadi perisai atau pelindung dakwah Nabi kita. Orang - orang kafir pun semakin resah, tapi mereka tetap segan jika harus menyakiti Rasulullah terang-terangan.

Tapi, duka menyelimtui Rasulullah Saw. Betapa tidak, sang istri, Khadijah, dan sang paman, Abu Thalib, meninggal dunia. Itulah tahun-tahun kesedihan Rasulullah yang dikenal dengan Ummul Huzni.

Astagfirullah, setelah wafatnya sang paman, orang kafir semakin berani mengganggu dakwah dan diri nabi kita. Hingga pernah suatu saat, tatkala sedang shalat, Rasulullah dilempari kotoran unta oleh orang kafir Quraisy dan banyak lagi perbuatan-perbuatan keji lainnya. Sehingga, beliau bersabda yang maknanya: "Tidaklah pernah orang Quraisy keterlaluan kepadaku, kecuali sepeninggal pamanku (Abu Thalib)."