Tips Berhias Ala Islam

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
AkuIslam.Id - Mempercantik diri dalam Islam diperbolehkan, namun tetap ada batasan - batasan khusus. Memakai sutera dan emas bagi wanita diperbolehkan, namun jika pemakainya salah, menjadi haram.

Ilustrasi

Farah (29), wanita karir asal Manado, meskipun berjilbab, namun dia tetap tampil modis nan trendy, ala muslimah modern saat ini. 

Namun, dia pernah ditegur oleh rekannya karena dinilai terlalu berlebihan dalam berhias. Pertanyaannya, apakah ada batasan - batasan khusus dalam berhias menurut Islam. Apabila ada mohon dijelaskan secara rinci, sehingga memudahkan muslimah untuk membatasi dalam berpenampilan.

MEMPERCANTIK

Allah itu indah, Allah mencintai keindahan. Dasar itulah yang membuat umat Islam harus tampil menarik. Sehingga orang yang melihatnya pun terkesan dan semakin mencintai Islam. meskipun begitu, bukan berarti Islam tidak mengatur.

Dalam sebuah hadis dijelaskan, kebersihan sebagian dari iman. Artinya umat Islam harus tampil bersih dan rapi, jangan sampai berbusana kumal, bau dan kotor. Begitu juga dalam memilih pernik penampilan seperti aksesori.

Harus mampu memilih aksesori yang selaras dengan busana yang dikenakan. Artinya jika busana yang dikenakan sudah mampu menutupi aurat, maka aksesorinya pun harus mendukung.

Jangan sampai busananya sudah bagus, tetapi aksesorinya membuat aurat terbuka. Misalnya, sudah mengenakan busana yang anggun dengan model longgar. Namun, karena mengenakan giwang panjang, akhirnya telinga dan leher terbuka.

Tidak hanya itu saja, dalam memilih perhiasan atau aksesori, hindari bentuk yang menunjukkan kebesaran Allah. Misalnya liontin berbentuk lafad Allah atau Muhammad. Hal ini karena dapat merepotkan Anda ketika akan masuk ke toilet. Karena pada tempat tersebut dilarang membawa barang yang berbentuk atau bergambar lafad Allah atau Muhammad.

SUTRA & EMAS

Meskipun begitu, sebagai muslimah diperbolehkan mengiasi diri dengan perhiasan berbahan logam mulia seperti emas. Tidak hanya itu, baha sutera yang indah pun dapat menjadi hiasan tubuh yang halal.

"Dihalalkan emas dan sutera bagi umatku yang perempuan dan diharamkan bagi yang laki-laki," (HR Abu Dawud, NAsai dan Tirmidzi).

Dalam hadis lain yang diceritakan oleh Ali ra. "Dihadiahkan kepada nabi pakaian siraa' kemudian beliau mengirimkannya kepadaku. lalu aku memakainya. maka aku melihat kemarahan pada wajah beliau. Kemudian beliau berkata, "Sesungguhnya Aku tidak mengirimkan kepadamu untuk memakainya, tetapi Aku mengirimkan kepadamu supaya engkau merobeknya menjadi kerudung-kerudung bagi wanita," (Muttafaqun Alaihi).

Siraa' merupakan semacam burdah bergaris yang terdiri campuran sutera dan emas murni. Setelah mendengarkan ucapan Rasul itu. Ali pun memotong pakaian tersebut dan dibagikan kepada keluarga perempuannya. Di antaranya adalah Fatimah binti Muhammad, istrinya.

Sementara perhiasan yang dilarang adalah perhiasan yang dikenakan semata-mata untuk mengumbar nafsu. Menyombongkan harta atau kecantikan yang dimilikinya. Sehingga dengan mengenakan perhiasan tersebut, akhirnya mendapat banyak perhatian dan dikagumi banyak orang yang melihatnya.

Selain perhiasan, juga diperbolehkan untuk menggunakan parfum, tetapi jangan sampai aromanya tercium oleh non-muhrim. Karena aroma yang terlalu berlebihan dapat meminimbulkan fitnah.

Terakhir, cara penggunaan aksesori yang terlalu berlebihan serta menarik perhatian lawan jenis tidak diperbolehkan. Namun jika penggunaannya mempermanis penampilan tidak berlebihan diperbolehkan.