Tertarik Islam Karena Idul Fitri

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
AkuIslam.Id - Hari Raya Idul Fitri dan tradisi halal bihalal telah menghadirkam hidayah bagi Matt Hutson. Pada akhirnya pria Amerika Serikat yang semula merupakan Non-Muslim itu akhirnya memeluk Islam. Berikut pengakuannya ketika diwawancarai di Masjid Asrama Haji Surabaya.

Ilustrasi

Nama saya Matt Hutson, saya adalah warga negara Oregon Amerika Serikat yang kini berusia 26 tahun. Namun sejak tahun 2011 lalu, saya telah menetap di Indonesia. Saat ini saya bekerja menjadi seorang pengajar lembaga kursus Bahasa Inggris (English First) di daerah Kayun, Surabaya.

Sebelum menjadi seorang muslim, saya tak pernah merasakan ketenangan batin dalam diri saya. Kehidupan saya sejak kecil di Amerika terjadi banyak konflik di dalam keluarga. Saya terlahir di umat Non-Muslim. Kedua orang tua saya sendiri juga merupakan Non-Muslim. Hanya Seminggu sekali saja saya beribadah bersama dengan orang tua. Kondisi itu tidak memberikan ketenangan batin.

Memang mayoritas warga di Oregon adalah Non-Muslim. Mereka terlanjut mengecap Islam sebagai ajaran yang radikal hingga tudingan sebagai agama teroris. Malah sebelum pemerintahan Presiden Obama, Islam menyandang gelar agama radikal. Apalagi setelah banyaknya kasus terorisme yang memang anggotanya mengaku umat Islam.

Informasi tersebut memang sengaja dipublikasikan oleh pemerintah Amerika secara besar - besaran. Akibatnya, warga menentang keras terhadap ajaran Agama Islam yang masuk.

MULAI BELAJAR AGAMA ISLAM

Saya pun di Amerika dulu awalnya menganggap Islam adalah agama radikal. Tapi, keadaan itu berangsur lenyap ketika terpilihnya Presiden Obama. Mungkin ini karena Obama juga pernah tinggal di Indonesia yang penduduknya mayoritas Islam. Jadi, mengetahui Islam secara menyeluruh.

Menginjak SMP keyakinan akan agama saya (Non-Muslim) mulai rapuh. Itu karena menurut saya ajarannya kurang sempurna. Saya mulai jarang beribadah. Sering saya berselisih hanya gara - gara debat masalah agama. Orang tua selalu marah karena perbuatan saya. Mereka menganggap saya mempermainkan agama. Padahal hati saya tidak meyakini Agama saya saat itu, tapi bukan berarti saya tidak bertuhan.

Di tahun 2010 saya datang ke Jakarta dalam rangka pembelajaran di lembaga kursus bahasa Inggris. Saya diterima sangat baik, serasa seperti saudara kandung. Yang saya heran adalah mereka umat Muslim, tapi sangat ramah dengan seseorang yang berbeda agama.

Bermula dari itulah saya mulai tertarik dengan Islam. Saya mulai belajar Islam sepenuhnya. Dengan arahan teman dan kolega, saya dituntun belajar Islam. Apalagi saat suasana Ramadan di Indonesia. Sungguh luar biasa keindahannya. Sebulah berpuasa, serasa berjuang demi suatu kebaikan dengan sang pencipta dan antar makhluk ciptaan-Nya.

MASUK ISLAM

Yang membuat saya berkesan adalah saat Hari Raya Idul Fitri. Pada lebaran itu juga ada tradisi halal bihalal. Bagi saya, ini luar biasa. Sangat berat ketika kita pernah berbuat salah kepada seseorang, tapi di saat momen tersebut wajib bagi kita untuk saling memaafkan. Berbeda ketika perayaan Agama saya dulu, tidak ada kepuasaan tersnediri ketika merayakannya. Saya hanya merasakan itu sebuah perayaan saja.

Saat kembali ke Amerika, tepatnya setelah Ramadan atau tanggal 11 Desember 2010 tahun lalu, saya memutuskan untuk menjadi mualaf di yayasan kemanusiaan komunitas Islam Amerika Serikat. Meski keluarga menentang keras keputusan saya itu, namun saya tetap bertahan. Saya sangat merasakan bahwa Agama Islam adalah agama yang mulia.

Islam mengajarkan rasa persaudaran yang kuat dan saling menghargai. Selain itu, kasih sayang antar umat agama juga menjadi bukti bahwa Islam bukan agama radikal yang penuh dengan kekerasan.

Saya pun sampai pada kesimpulan bahwa para teroris itu sebenarnya bukan Islam. Tetapi, mereka hanya memakai kedok Islam dengan tujuan ingin menghancurkan Islam sendiri. Tahun 2011 saya menetap di Indonesia sampai saat ini. Saya juga rutin menghadiri bimbingan Islam dan mengaji di Masjid Al Falah Surabaya.