Solusi Ketika Suami Malas Shalat

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
AkuIslam.Id - Apa boleh seorang istri meminta cerai kepada suaminya, sebab suami jarang sekali shalat dan justru lebih senang berkumpul - kumpul sama saudara - saudaranya atau teman-temannya sampai pagi.

Ilustrasi

Selain itu suami saya itu juga sangat gemar sekali marah - marah meskipun tidak ringan tangan, akan tetapi setiap perkataan dari amarahnya itu terkadang membuat hati saya lebih sakit daripada di pukul.

Saya bingung dengan semua ini. Di satu sisi anak saya sudah berumur dua tahun, di sisi lain ayahnya bukan sebagai teladannya, akan tetapi pemarah. 

"Curhatan / Pertanyaan Dari Sahabat Laili, Dari Semarang"

Memang suami adalah pemimpin kita. Jika memang suamiu tidak mau taat kepada Allah, tidak mau shalat misalnya, kita berkewajiban mengingatkan. 

Hati-hati, jangan buru-buru meminta cerai. Semua masalah pasti ada solusinya, itu semua ujian dari Allah. Apakah kita sebagai istri bisa mengingatkan atau tidak.

Kalau begitu, saran dari AkuIslam.id, bangunlah suasana islami di rumah. Ajaklah suami bersahabat dengan orang shaleh. Sebab persahabatan dengan orang yang rajin beribadah akan membuat diri kita juga senantiasa bisa terjaga dan terbawa dengan semangat ibadahnya.

Apa cukup dengan itu, ya tidak, harus didoakan. Kita doakan suami kita, waktu shalat malam Tahajud. Apalagi dalam Ramadan, Insya Allah doa kita didengar oleh Allah SWT.

Memang, istri boleh saja minta cerai, tapi ada syaratnya. Cerai memang boleh, tapi Allah tidak suka. Sabda Nabi Saw, "Seorang istri yang meminta cerai kepada suaminya tanpa alasan yang kuat (syar'i) tidak akan dekat dengan bau surga, padahal bau surga itu jarak satu tahun perjalanan sudah tercium," (HR Tirmidzi).

Untuk itu, suami-istri yang sedang berselisih paham hendaknya berdamai dan banyak introspeksi diri untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sekali lagi, kita harus sabar, apapun yang terjadi pada pasangan kita, itu semua ujian. Apalagi, kita tidak bisa memaksa suami kita untuk melakukan sesuatu.

Bicarakan dengan baik-baik agar suami mengerti dan memahami keinginan Anda. Kalau kita tulus dan ngomongnya (bicaranya) baik, insya Allah suami akan luluh juga hatinya. Insya Allah.