Rela Berikan Unta Demi Memeluk Islam

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
AkuIslam.Id - Ummi Kultsum dilahirkan dari keluarga kafir Quraisy. Saat dkawah Rasul sampai di telinganya, ia langsung memeluk Islam. Demi keimanan itu ia rela memberikan untanya untuk berhijrah ke Madinah dan bertemu Rasulullah Saw. Berikut kisahnya.

Ilustrasi Unta Milik Ummu Kultsum ( Foto @U-Report )

Pada suatu hari Ummu Kultsum pergi ke pasar untuk membeli beberapa kebutuhan. Akan tetapi, tiba - tiba dia dikejutkan oleh kerumunan orang-orang yang sedang memukuli seorang pria.

"Dasar pengikut Muhammad, berani-beraninya kau berkeliaran di kota ini, kembalilah pada Tuhan kami, Lata dan Uza, maka kami akan mengampunimu!" bentak penganiaya itu.

"Demi Allah sekalipun kalian membunuhku, aku hanya akan menyembah Allah," kata pria itu tak takut.

Maka, pukulan dan tendangan pun kembali menderanya. Ummu Kultsum tidak kuasa melihat kejadian itu. Dia pun memanjatkan doa.

"Ya Allah, berilah kekuatan kepada pria malang ini. Semoga Engkau melindunginya," begitu doanya.

BERIKAN UNTA

Kemudian karena tidak tahan, Ummi Kultsum pun cepat-cepat meninggalkan tempat tersebut. Beberapa hari kemudian Ummu Kultsum kembali bertemu dengan pria yang dianiaya tersebut. Dia lalu mendekatinya.

"Wahai insan yang dilindungi Allah! Mengapa kau tidak ikut berhijrah ke Madinah bersama Rasulullah Saw?" tanya Ummu Kultsum heran.

Pria itu menatapnya dengan heran.

"Apakah kau seorang muslimah?" tanya balik.

"Ya, saya juga pengikut Muhammad," jawab Ummu Kultsum

"Sebenarnya saya ingin pergi ke Madinah, Tapi, aku hanyalah orang miskin. Aku tidak punya unta untuk membawaku ke sana. Sedangkan untuk berjalan kaki, aku pasti tidak sanggup. Jarak Makkah ke Madinah begitu jauh!" katanya.

"Aku memiliki dua ekor unta. Aku akan memberikannya satu untukmu. Asalkan aku boleh ikut berhijrah ke Madinah," kata Ummu Kultsum

"Subhanallah, terima kasih atas pertolongan-Mu, ya Allah," ujar pria itu dengan terharu.

Keduanya lantas sepakat bersama pada malam harinya. Sementara itu Imarah dan Walid, kakak dari Ummu Kultsum, terkejut ketika kessokan harinya mereka menemukan kamar tidur adiknya telah kosong. Mereka mencarinya ke mana-mana, namun hingga siang hari pun adik mereka tidak ditemukannya. Seseorang lantas bercerita bahwa Ummu Kultsum telah pergi menyusul Muhammad ke Madinah.

MEMILIH ISLAM

Mendengar cerita itu, mereka berdua segera memacu kuda mereka menuju Madinah. Sementara itu Ummu Kultsum dan pria tersebut telah tiba di Madinah dan disambut dengan baik oleh Rasulullah Saw.

"Wahai Rasulullah, janganlah kau serahkan aku kepada mereka. Sesungguhnya aku telah memeluk agama Islam sedangkan mereka belum," pinta Ummu Kultsum.

Sejenak Rasul ragu karena menurut perjanjian Hudaibiah, orang-orang yang berhijrah harus dikembalikan. Sementara pantang bagi Rasulullah Saw untuk mengingkari janji. Itulah memang seharusnya akhlak seorang muslim.

"Wahai Ummu Kultsum, apakah benar hijrahmu ke Madinah ini karena engkau mencintai Allah dan Rasul-Nya?" tanya Rasulullah.

"Benar, ya Rasulullah," jawab Ummu Kultsum.

Rasulullah lantas menganggukkan kepalanya dan berkata kepada Imarah.

"Wahai Imarah, saya tidak akan mengembalikan Ummu Kultsum kepadamu. Dia sudah memilih Allah dan Rasul-Nya," ujar Rasulullah.

Maka, kedua kakak Ummu Kultsum kembali ke Makkah sementara Ummu Kultsum tetap tinggal di Madinah bersama para muslimah lainnya.