Rasulullah Tak Pernah Berlaku Kasar

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
AkuIslam.Id - Rasulullah adalah sosok pribadi yang mulia. Bahkan kepada orang yang kasar pada beliau, Rasul tetap menghadapinya dengan sabar dan cinta kasih. Seperti dalam kisah berikut ini.

Ilustrasi

Suatu hari ketika Rasulullah Saw sedang berada di masjid bersama para sahabat, datanglah seorang laki-laki miskin. Laki - laki itu sudah mendengar tentang kemurahan hati Rasulullah Saw. Beliau menyambut laki-laki itu dengan penuh kasih, seperti yang selalu beliau lakukan terhadap semua orang. 

Beliau menanyakan keadaan laki-laki itu. Sesudah itu beliau berkata kepadanya, "Jangan malu. Kalau kau punya permintaan, katakan saja kepadaku."

"Aku ingin meminta sesuatu darimu," kata laki-laki itu. Laki-laki itu lalu menyebutkan satu persatu keinginannya. Kemudian, Rasulullah memberikan apa saja yang ada pada beliau saat itu kepadanya. Namun, laki-laki itu malah mengguman, "Kau tidak memberiku cukup banyak."

RUMAH RASULULLAH

Para sahabat marah dengan sikap laki-laki itu karena Rasulullah sudah memperlakukannya dengan lembut dan penuh kasih sayang, tapi laki-laki itu justru bersikap kasar. Mereka menghampirinya dan mencoba mengusirnya dari Masjid. Rasulullah Saw yang penuh kasih dan berakhlak mulia itu memberi isyarat kepada mereka dengan tangan beliau. Kata beliau, "Menyingkirlah. Jangan ikut campur dalam masalah kami."

Sesudah itu Rasulullah Saw mengajak laki-laki itu ke rumah beliau. Beliau memberikan apa saja yang beliau temukan di rumah kepada laki-laki itu. Sesudah itu beliau bertanya, "Sekarang aku sudah memberimu cukup, bukan?"

Orang itu tersenyum dan menunjukkan kegembiraannya, "Ya kau sudah memberiku lebih dari cukup. Semoga Allah memberkahimu dan keluargamu."

Mendengar ucapan laki-laki itu, Rasulullah Saw berkata, "Beberapa saat yang lalu, kau menganggap apa yang aku berikan kepadamu terlalu sedikit dan kau mengucapkan kata-kata kasar. Kau membuat sahabat-sahabat marah. Sekarang kembali temui mereka dan katakan apa yang sudah kau katakan kepadaku. Jadi, di hati mereka tidak akan ada lagi kebencian terhadapmu."

TIDAK MARAH

Laki-laki itu terkejut. Ia sudah bersikap sangat kasar, tapi Rasulullah Saw tetap memperlakukannya dengan baik dan sopan. Beliau sudah membuatnya senang, lebih dari apa yang diharapkannya. Jadi, ia pun segera menemui para sahabat dan mengatakan kepada mereka betapa senangnya ia. 

Ia meminta maaf atas sikap kasar yang tadi sudah ditunjukkannya. Kemarahan para sahabat pun lenyap. Namun, ketika laki-laki itu pergi dengan gembira, Rasulullah Saw berkata kepada para sahabat, "Sikapku dan sikap kalian terlihat seperti sikap orang yang berusaha menangkap unta yang lepas. Untuk menangkap unta itu, orang - orang mengejarnya. Tapi si pemilik unta berkata, 'Berhentilah. Unta itu milikku. Unta itu ketakutan dan lari. Aku mengenalnya. Jangan ikut campur.' Sesudah itu, si pemilik unta itu mengambil segenggam rumput dari tanah, menunjukkannya kepada unta itu, lalu mengatakan kata - kata yang manis. Unta itu pun perlahan mendekatinya. Pemilik unta itu membelainya dan membuatnya berlutut. Ia lalu memasang pelana di punggung unta itu dan menungganginya. Ia pun lalu pergi kemana pun ia mau."

Para sahabat mendengarkan ucapan Rasulullah Saw dengan penuh perhatian. Beliau lalu melanjutkan. "Kalau aku tadi marah dengan kata-kata orang itu dan bersikap seperti kalian, orang itu akan menjauhiki," para sahabat saling pandang. Mereka paham sikap mereka tadi tidak pantas. Rasulullah Saw. sama sekali tidak ingin orang saling bermarahan, berteriak, bertengkar dan berbantahan tentang hal sepele.

Beliau selalu melakukan segala urusan dengan kebaikan. Beliau orang terkasih yang selalu mengajak orang-orang sekeliling beliau ke surga dengan cinta dan kasih sayang, bukan dengan pertengkaran dan perkelahian.