Rajin Shalat Malam, Wafat Usai Shalat Dhuhur

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
AkuIslam.Id - Muslimah yang satu ini dikenal sebagai pribadi yang baik, penyabar, dan peduli terhadap orang lain. Tak hanya itu, ia pun dikenal taat beribadah, seperti shalat malam dan puasa sunah. Subhanallah, saat meninggalnya pun istimewa, yakni wafat di kamarnya usai menunaikan ibadah shalat dhuhur.

Ilustrasi

Pada tradisi jawa, setiap tanggal 7 Syawal selalu diadakan perayaan hari raya ketupat. Setelah melaksanakan puasa sunnah selama 6 hari tersebut, malamnya banyak jamaah berbondong-bondong mengunjungi masjid ataupun mushalla untuk merayakannya. Biasanya akan banyak sekali orang yang membuat ketupat dan lontong atau makanan has lainnya.

Kebiasaan baik itu pun dilakukan Arifah. Setiap tahun ia selalu membuat ketupat untuk dibawa ke masjid di desanya di Balen, Bojonegoro, Jawa Timur. Tak lupa ia juga membuat lontong yang akan dibagikan pada sanak saudaranya. Itu sudah menjadi hal rutin baginya. Namun di hari Raya Idul Fitri tahun 2011 lalu, Allah SWT berkehendak lain. Tahun berikutnya ia tak bisa membuat dua hidangan favorit tersebut. Ia telah dipanggil oleh Sang Maha Pencipta untuk selama-lamanya.

WAJAH TERSENYUM

Kisah itu diutarakan Mifta, anaknya. Ketika itu, seperti biasa Mifta selalu membantu Arifah, Ibunya untuk membuat ketupat dan lontong. siang harinya kedua makanan itu matang semua, tinggal dihidangkan dan juga dibagikan. Arifah meminta mifta untuk main ke rumah temannya saja.

"Ibu menyuruh saya main ke tetangga, katanya ibu mau Shalat dhuhur dan istirahat," terang Mifta.

Mifta yang tak merasa itu pertanda langsung pergi bermain. Ketika berada di rumah temannya, tidak ada firasat yang dirasakan oleh Mifta sebagai pertanda akan terjadi sesuatu pada ibunya. Ia pun berbincang dan bercanda dengan temanya hingga tertawa lepas.

Akhirnya hujan turun, Mifta segera undur diri karena pada saat hujan ia selalu ingin di rumah. Ia pun pulang dan mencari ibunya. Biasanya jika hujan, jemuran akan selalu diambil oleh ibunya. Anehnya di hari itu tidak seperti biasanya, semua pakaian masih bergantung di tempat jemuran.

"Bu..., ibu dimana? Kok jemurannya belum diangkat?." panggil Mifta pada ibunya.

Karena tidak ada tanggapan Mifta pun segera menyelamatkan jemuran agar tidak terlalu basah. Setelah itu ia baru menyadari apa perkataan ibunya. Ia pun segera masuk ke dalam kamar, dan dugaannya benar. Ia mendapati ibunya sudah lemas tak bernafas. Dipanggilnya Ibu berkali-kali tak menjawab.

"Saya baru sadar apa yang ibu bilang, kalau beliau ingin istirahat, ternyata benar ibu telah pulang ke rahmatullah," ujarnya.

Ia pun menangis karena menyesali perbuatannya karena tidak berada di sisi ibunya untuk terakhir kalinya. meskipun begitu ia ikhlas dan sangat terkejut ibunya meninggal dalam keadaan tersenyum. "Seperti orang tersenyum dan terlihat bersih," kata Mifta.

RAJIN SHALAT MALAM

Keadaan wafat yang seperti itu tentu mengundang kekaguman banyak orang. mereka pun percaya semua itu tidak lepas dari amal baik almarhumah semasa hidup. Benar rupanya, sebagaimana dikisahkan sang anak, ternyata dalam kesehariannya Arifah tak pernah meninggalkan Shalat malam dan tak pernah tidur lagi karena menunggu waktu shubuh. Ia pun sering membangunkan Mifta untuk ikut shalat malam. "Ibu itu istiqomah banget, terkadang saya juga menemani shalat tapi tidur lagi. Baru bangun setelah azan shubuh." imbuhnya.

Arifah juga selalu mengingatkan anaknya untuk selalu puasa Senin-Kamis. Katanya untuk memudahkan semua urusan.

Satu tahun sebelum meninggal, Arifah pernah mengalami serangan jantung. Tiba-tiba saja ia pingsan. Alhamdulillah segera siuman, satu bulan setelah itu Arifah berangsur sembuh melalui obat dari dokter. Namun ia dinyatakan memiliki jantung lemah, meski begitu Arifah tak pernah mengeluh pada semua aktivitas di rumahnya sebagai ibu rumah tangga dan tetap menjalankan aktivitas malamnya. Jenazahnya segera dimandikan dan dimakamkan pada saat itu juga. Banyak tetangga dan keluarga datang untuk membantu.