Pemabuk Tobat Jadi Ulama (ToubatanNasuha)

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
AkuIslam.Id - Sebelum menjadi ulama ternama pada zamannya, Al Qa'nabiy merupakan seorang pecandu minuman keras. Suatu hari, setelah mendengar seorang ahli medis menasihatinya, Al Qa'nabiy pun memutuskan untuk bertobat. Berikut kisahnya.

Ilustrasi

Sebelum menjadi ulama, dulunya Al Qa'nabiy suka mabuk-mabukan. Betapa tidak, sehari-hari kegiatannya selalu dihabiskan dengan minum minuman keras. Bahkan, di kalangan pemuda setempat, Al Qa'nabiy dikenal sebagai sosok orang yang royal dan selalu berpesta pora. 

Oleh karena itu, tak sedikit para pemuda maupun warga setempat yang bertamu ke rumahnya untuk sekedar menikmati minuman keras yang biasa disediakan oleh Al Qa'nabiy.

Namun setelah bertobat, ia tinggalkan semua kemaksiatan dan memperbanyak ibadah. Sehingga saat itu Al Qa'nabiy menjadi seorang imam yang sangat tersohor pada zamannya. Bahkan, beberapa ulama ternama pun sampai menyebutnya dengan imam yang tsabt (kokoh dalam hadis sehingga menjadi teladan).

BERTEMU AHLI HADIS

Al Qa'nabiy awalnya dikenal sebagai seorang peminum nabiidz (sejenis khamr). Ia kerap mabuk-mabukan bersama teman pemuda lainnya.

Pada suatu hari, ia mengundang teman-temannya untuk minum-minum. Di saat Al Qa'nabiy sedang duduk di depan pintu menunggu kedatangan temannya, terdapat Syu'bah (seorang ahli hadis) yang lewat dengan menaiki keledainya.

Dibelakangnya tampak beberapa orang yang mengikutinya sambil tergopoh-gopoh. Melihat pemandangan yang tak biasa tersebut, Al Qa'nabiy pun mencoba untuk menyapa rombongan tersebut.

"Siapa orang itu sehingga diikuti oleh banyak orang?" tanya Al Qa'nabiy heran.

"Namanya Syu'bah," jawab salah seorang yang mengikuti Syu'bah.

"Siapa itu Syu'bah?" Al Qa'nabiy kembali bertanya.

Dengan rasa penasaran, Al Qa'nabiy pun mencoba untuk menghampiri Syu'bah. Al Qa'nabiy lantas bergegas berdiri dan menghampiri Syu'bah yang waktu itu mengenakan pakaian berwarna merah.

"Sampaikanlah hadis kepadaku," ujar Al Qa'nabiy.

"Engkau bukanlah seorang ahli hadis yang membuatku harus menyampaikan hadis kepadamu," jawab Syu'bah.

"Engkau sampaikan hadis kepadaku atau engkau akan aku lukai dengan pisau ini!" kata Al Qa'nabiy dengan nada tinggi sembari mengeluarkan sebilah pisau untuk mengancam Syu'bah.

"Telah menceritakan kepadaku Manshuur, dari Rib'iy, dari Abu Mas'uud, ia berkata" Telah bersabda Rasulullah Saw bersabda, 'Apabila engkau tidak malu, maka silakan engkau lakukan apa yang engkau suka'," kata Syu'bah.

MEMBUANG MINUMAN KERAS

Akhirnya, setelah mendengar hadis dari Syu'bah tersebut, Al Qa'nabiy melempar pisaunya lalu pulang. Di rumahnya, ia berjalan menuju persediaan minuman keras. Minuman keras itu diambil, kemudian ia tumpahkan isinya.

Ia pun berkata kepada ibunya agar tetap mempersilahkan temannya untuk masuk ke rumah dan memberi mereka makan. Dan setelah makan, ibunya disuruh bercerita apa yang telah dilakukannya pada minuman keras yang telah ditumpahkannya tersebut sampai teman-temannya pulang.

Tak lama kemudian setelah kejadian itu, Al Qa'nabiy pergi ke Madinah untuk menimba ilmu di hadapan Maalik bin Anas. Al Qa'nabiy pun belajar banyak darinya sehingga menjadi seorang ulama tersohor. Di saat Al Qa'nabiy selesai menimba ilmu, dirinya pun kembali pulang ke kampung di Bashrah. Hanya saja, ia telah mendapati bahwa Syu'bah telah meninggal dunia.