Nabi Bertobat Di Perut Ikan

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
AkuIslam.Id - Kisah Nabi Yunus As yang bertobat di perut ikan diabadikan dalam Alquran. Allah SWT berfirman, "Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kamit idak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap, 'Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang - orang yang zalim. Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya daripada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang - orang yang beriman," (QS Al Anbiya': 87-88).

Ilustrasi

Dalam ayat lain, Allah SWT juga menegaskan, "Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang - orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit," (QS Al Shaffat: 143-145).

DAKWAH TERTOLAK

Nabi Yunus As merupakan nabi yang diutus untuk kaum Ninawa. Ia mendapatkan perintah kenabian itu pada usia 33 tahun. Perintah itu datang ketika penduduk Ninawa mulai ingkar kepada ALlah SWT dengan menyekutukannya. Mereka menyembah tuhan dari patung - patung yang tidak memberikan manfaat sama sekali.

"Patung - patung yang begitu kalian percayai bisa memberikan keselamatan, nantinya malah akan membuat kalian menjadi kaum yang terhina," ujar Nabi Yunus.

Namun Hati dan pikiran kaum Ninawa benar - benar sudah mati. Mereka menolak mentah - mentah apa saja yang didakwahkan Nabi Yunus.

"Wahai Yunus, kami sudah tidak peduli kebenaran dakwahmu," kata Kaum Ninawa.

Nabi Yunus masih bersabar menerima penolakan awal itu. ia terus gigih dalam berdakwah hingga bertahun - tahun lamanya. Ia terus berusaha meyakinkan kaum Ninawa bahwa Allah SWT merupakan tuhan semesta alam yang wajib disembah.

Akan tetapi penolakan terus terjadi pada kaum Ninawa. Bahkan mereka seolah tak takut ketika nantinya azab diturunkan kepada mereka. Nabi Yunus kecewa dengan sikap kaum Ninawa. Ia kecewa karena dakwah yang dilakukannya selama bertahun - tahuun tidak membawa hasil yang menggembirakan. Dalam kondisi kecewa itulah Nabi Yunus memutuskan untuk meninggalkan kaumnya.

Ketika ditinggal Nabi Yunus, penduduk Ninawa diberi peringatan oleh Allah. Langit yang mulanya cerah tiba - tiba menjadi gelap dengan udara yang sangat panas sehingga kulit mereka rusak. Akibatnya, mereka pun bertobat sehingga Allah mencabut azab-Nya. Mereka pun kembali hidup seperti biasa.

SELAMAT

Sementara itu, dalam keadaan pergi meninggalkan kaumnya, Nabi Yunus berada di pantai. ia kemudian menumpang sebuah kapal bersama beberapa orang untuk melakukan pelayaran. Akan tetapi di tengah lautan luas, terjadilah badai ombak yang begitu besar. Kapal terombang - ambing dan nyaris tenggelam. Dalam kondisi itu, pemilik kapal menyimpulkan bahwa harus ada satu orang yang keluar dari kapal demi menyelamatkan kapal beserta semua isinya. Maka dilakukan undian dengan cara mereka sendiri untuk menentukan orang yang hendak dibuang di tengah laut tersebut.

Akhirnya, Nabi Yunus terpilih menjadi orang yang harus keluar dari kapal saat itu juga. Nabi Yunus harus menerima kenyataan dengan melompat dari kapal demi keselamatan penumpang kapal lainnya yang lebih banyak. Di tengah lautan, Allah SWT kemudian memerintahkan seekor ikan besar untuk menelan Nabi Yunus.

Di dalam perut ikan besar itulah Nabi Yunus menyadari kesalahannya karena telah meninggalkan kaum Ninawa. Kemudian saat itu juga Nabi Yunus bertobat. Selama berada di perut Ikan, Nabi Yunus terus berdoa dan berzikir kepada Allah SWT. Allah SWT mengabulkan doa Nabi Yunus dan mengeluarkan dirinya dari perut ikan dalam keadaan selamat.