Menumbuhkan Cinta Tanah Air

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
AkuIslam.Id - Penetapan Hari Santri merupakan bentuk pengakuan terhadap peran ulama dan santri. Semangat membela Tanah Air sudah ditanamkan di lingkungan pesantren. Rasa cinta Tanah Air juga merupakan bagian dari iman.

Para Santri Sedang Rayakan Hari Santri 22 Oktober 2016 ( Foto @nu.or.id )

Penetapan Hari Santri itu penting. Mengapa ? Sebab, itulah salah satu bentuk pengakuan terhadap peran ulama dan santri di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Para santri sejak dulu sudah menanamkan rasa cinta Tanah Air. Di Pesantren, rasa cinta Tanah Air termasuk daripada Iman.

Penanaman nilai seperti inilah yang terus hidup dalam lingkungan pesantren. Para ulama selalu mengajarkan kepada kita semua untuk mencintai Tanah Air. Kemudian juga menanamkan rasa saling memiliki.

Perlu digarisbawahi bahwa semangat membela Tanah Air ini diyakini oleh para ulama dan santri yang akan terus dipegang erat meski Indonesia sudah mereka.

Bagi saya, tidak mempunyai pilihan tertentu untuk menetapkan Hari Santri. Namun, yang terpenting ada hari santri dan perlu ada ittifak.

Ada dua momentum yang terjadi dalam sejarah perjuangan bangsa. Pertama Adalah tahapan perjuangan yang oleh Sartomo Kartodirji sebagai kebangkitan agama (religious revival).

Perjuangan para ulama dan santri di Indonesia ini dalam membebaskan negara dari penjajah kolonial sudah di lakukan jauh sebelum lahirnya Kebangkitan nasional. Sudah ada perlawanan - perlawanan terhadap Belanda.

Oleh Sartono disebut relidious revival atau kebangkitan Agama. Mulai perjuangan diponegoro dan Imam Bonjol. Misalnya seperti pemberontakan di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, Geger Cilegon merupakan pemberontakan para kaum Ulama.

RESOLUSI JIHAD

Kemudian momentum yang kedua adalah resolusi jihad. Adanya kebangkitan nasional tidak serta merta muncul. Tapi, ada prlog yang berupa proses kebangkitan ulama. Proses itu hingga kemudian lahir apa yang disebut dengan fatwa jihad dan kemudian menjadi resolusi jihad.

Inilah yang memberikan dorongan kepada para santri dan ulama berjuang melawan penjajah.

Saya sependapat bahwa perlu adanya penetapan Hari Santri karena memang adanya gerakan para ulama sampai munculnya kebangkitan Nasional dan gerakan pertahanan pemerintahan.

Bahkan, perjuangan dan semangat para ulama ini untuk membela Tanah Air sampai kini terus terpelihara sampai saat itu era setelahnya. Revolusi kemerdekaan dan pesantren tetap menjadi basis untuk melawan kolonialisme.

Santri dan ulama ini menjadi faktor terpenting dalam melawan Jepang dan Belanda. Mereka mempunyai pengaruh kuat untuk menggerakkan perlawanan kepada penjajah.

Fatwa para ulama juga menjadi faktor terpenting menumbuhkan jiwa pantang menyerang para laskar dalam melawan kolonial. Seperti pada fatwa jihad Syekh Hasyim yang kemudian menjadi resoluisi jihad dan menjadi faktor penting dalam setiap perlawanan.

Penetapan Hari Santri 22 Oktober merupakan hal yang tepat dan menjadi salah satu hari untuk penghargaan para ulama dan santri.