Membayar Utang Dengan Sedekah?

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
AkuIslam.Id - Saya resah terus menerus karena setiap hari dicari debt collector bank. Kalau ada uang, saya bayar cicilan utang, akan tetapi kalau sedang seret, saya terpaksa merengek minta dispensasi beberapa hari.

Ilustrasi Bebas Hutang ( Foto @U-Report )

Itu sudah saya alami setahun belakangan karena usaha ternak bebek saya kerap mengalami kerugian. Padahal dulu modalnya pinjem bank.

Bagaimana cara saya agar bisa melunasi utang itu dengan cara sedekah?

Pertanyaan Dari Sahabat Andik Maulana, Pandaan, Pasuruan

Mari kita simak bersama-sama hadis Rasulullah berikut ini yang berkenaan dengan cara menyelesaikan utang segunung. Rasul bersabda, "Allah selalu berkenan membantu hamba-Nya, selama hamba-Nya berkenan membantu saudara-Nya," (al hadis).

Inilah rahasia Allah yang tidak ada seorang pun tahu. Kenapa juga mereka yang sulit justru harus mencari mereka yang lebih sulit? Kenapa mereka yang susah justru harus mencari mereka yang lebih susah? Dan kenapa mereka yang menderita harus mencari mereka yang lebih menderita? Malah bukan sekadar mencari, tetapi membantu melepaskan kesulitannya, menolong kesusahannya, dan meringankan penderitaannya.

Dalam konteks penyelesaian utang, maka kita harus cari orang-orang yang berutang untuk kita bantu bebaskan utangnya. Misalnya, bebaskan utang tetangga kita di warung, bebaskan utangnya yatim pada SPP sekolahnya, atau boleh juga kita cari anak yatim untuk kita pelihara, kita cari orang-orang miskin untuk kita bagi sebagian dari makanan dan simpanan harta kita, dan kita bagikan obat-obatan dan pakaian gratis, dan seterusnya.

Dengan membantu sesama, kita seolah disuruh membuka mata dan melihat, betapa tidak layaknya bicara kesusahan, di tengah adanya banyak orang yang lebih susah dari diri kita. Terlalu banyak yang lebih susah, terlalu banyak yang lebih menderita, yang kemudian menjadikan kita tidak layak untuk bersedih, apalagi berputus asa.

Tidak berlama-lama sedih dan tidak berputus asa adalah awal yang bagus untuk memulai sebuah perubahan dan perbaikan. Apalagi bila ditambah dengan sebuah semangat. Semangat keluar dari permasalahan. Semangat bisa membuat kita memaksa diri kita untuk menatap langit untuk melangkah keluar menciptakan sejarah kehidupan yang baru.

Dengan melihat ke bawah, kita malah bisa bersyukur, bukan mengeluh. Bersyukur dan tidak mengeluh inilah yang kemudian membawa rida Allah masuk di tengah kehidupan kita yang sedang bermasalah.

Kata Allah, hamba-Ku mengayakan mencintai-Ku, tapi ketika Aku beri dia sedikit saja kesusahan, ia mengeluh. Katakan padanya, sesungguhnya ia adalah pembohong (hadis qudsi). Dan teringatlah saya akan nasihat Imam Ali, sebuah takdir (kejadian), kita suka tidak suka, senang tidak senang, rida tidan rida, terima tidak terima, toh ia akan terjadi juga. Andai kita menerima, maka bukan saja kita akan mendapat pahala, tetapi juga mendapat pertolongan dari Allah. Pertolongan Allah bisa berarti dukungan dan kemudahan dari ALlah untuk bisa membayar utang-utang tersebut. Terima saja dan syukuri. Lihat mereka yang lebih sulit, lebih susah, dan lebihmenderita.