Kisah Nabi Idris Mencoba Sekaratulmaut

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
AkuIslam.Id - Nabi IDris pernah ngotot mencoba merasakan sekaratulmaut. maka atas izin Allah, nyawanya pun dicabut Malaikat Izrail untuk kemudian dihidupkan kembali oleh Allah. Nabi IDris merasakan bagaimana sakitnya saat roh keluar dari tubuh.

Ilustrasi ( Foto @moslemforall.com )

Suatu hari, seseorang mengetuk pintu rumah Nabi Idris. Tanpa sedikit pun kecurigaan, Nabi Idris membuka pintu tersebut.

"Siapakah Anda?" tanya Nabi Idris.

"Aku adalah Malaikat Izrail," jawab tamu itu mantap.

Seketika Nabi Idris kaget dan tertegun. Namun, ia segera mempersilakan tamunya itu masuk ke dalam rumah.

"Inilah saat kematianku sehingga Malaikat Izrail datang mengunjungiku?" Batinnya.

"Wahai Malaikat Izrail, apakah kedatangan Anda ini dalam rangka perintah untuk mencabut nyawaku atau sekedar mengunjungiku ?" tanyanya.

"Kebetulan, kedatanganku saat ini hanyalah untuk melaksanakan perintah Allah untuk mengunjungi Anda, wahai Nabi Allah," jawab Malaikat Izrail yang melegakan perasaan Nabi Idris.

PERMINTAAN ANEH

Perbincangan pun terjadi. Malaikat menanyakan keadaan Nabi Idris. Nabi Idris pun menjawab semua pertanyaan malaikat pencabut nyawa itu. Namun, ketika di tengah - tengah perbincangan itu, Nabi Idris tiba - tiba berucap, "Wahai Malaikat, saya punya keinginan, dan mohon kau berkenan melakukannya untukku."

"Sekiranya saya bisa, tak mungkin bagi saya menolak keinginan dari hamba yang dikasihi Allah seperti Anda," jawab malaikat.

"Saya ingin engkau mencabut nyawaku, kemudian aku akan meminta pada Allah untuk menghidupkanku kembali. Sehingga setelah itu, aku merasakan sakaratulmaut dan aku bisa makin khusyuk beribadah pada Allah," kata Nabi Idris ragu - ragu

"Tapi Nabi, sakaratulmaut itu sangat menyakitkan. Mengapa Anda menginginkannya?" tanya malaikat tak percaya.

"Seperti yang aku bilang, aku ingin merasakannya sehingga aku dapat menambah kemantapanku dalam beribadah pada Allah." jawab Nabi Idris mantap.

"Wahai Nabi Allah, saya tidak dapat melakukannya," kata malaikat.

"Kenapa? Kalau engkau khawatir atas derita sakaratulmaut yang akan aku tanggung, engkau tidak usah cemas, aku benar - benar siap," kata Nabi Idris.

"Tidak hanya karena itu, wahai Nabi Idris," kata Izrail lagi.

"Lalu karena apa?" tanya Nabi Idris lagi.

"Sebab, saya tidak akan melakukan tindakan tersebut tanpa izin dari Allah," jawab Malaikat Izrail.

Kemudian tiba - tiba turun wahyu dari Allah kepada Malaikat Izrail untuk mengizinkannya mencabut nyawa Nabi Idris. Nabi Idris pun merasa gembira mengetahui wahyu itu. Maka seketika itu pula Malaikat Izrail mencabut nyawa Nabi Idris.

SANGAT SAKIT

Ketika melihat kematian Nabi Idris, Malaikat Izrail langsung menangis. Namun, sesuai permintaan Nabi Idris, Malaikat Izrail berdoa pada Allah agar menghidupkan kembali Nabi Idris. Allah kemudian mengabulkan permohonan Malaikat Izrail. Nabi Idris pun dihidupkan kembali.

"Wahai Nabi, bagaimana? Apakah Anda sudah merasakan rasanya sakaratulmaut itu?" tanya Malaikat Izrail.

"Engkau benar, wahai Malaikat Allah, ternyata sakaratulmaut itu benar - benar menyakitkan. Barangkali seperti binatang yang masih hidup, lalu disayat kulitnya. Namun aku rasa, sakaratulmaut bahkan lebih sakit dari itu seribu kali," jawab Nabi Idris.

"Padahal aku mencabut nyawamu dengan cara terhalus yang pernah aku lakukan," ujar malaikat Izrail sedih.