Khatam Alquran Dalam Satu Malam

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
AkuIslam.Id - Ustman bin Affan dikenal sebagai salah satu sahabat yang keutamaannya sangat banyak. Di samping itu, dia juga dikenal sebagai sahabat yang memiliki banyak jasa terhadap Islam, salah satunya adalah adanya pembukuan Alquran.

Alquran 

Utsman bin Affan memang termasuk 10 sahabat yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah. Hal itu tidak lepas dari sikap dan sifat Utsman yang mulia. Di samping pemalu, dermawan, ahli ibadah, dia juga dikenal sebagai sosok sahabat yang sangat mencintai Alquran.

Bahkan di antara bentuk kecintaaannya kepada Alquran, Khalifah ketiga dalam Islam ini biasa menghatamkan Alquran dalam tempo satu malam. Itu beliau lakukan dalam shalat malamnya. Ini betul - betul terjadi sebagaimana disebutkan dalam banyak hadis sahih.

Di sisi yang lain salah satu prestasi dan jasa Utsman bin Affan bagi dunia Islam adalah keberhasilannya dalam mengumpulkan Alquran dalam satu mushaf yang hingga kini bisa dibaca oleh umat Islam sedunia. Walaupun proses pengumpulan Alquran sebenarnya sudah dimulai sejak masa Abu Bakar dan Umar bin Khattab, namun pada masa pemerintahan Ustman bin Affan Alquran tersebut bisa terkumpul semuanya.

PECINTA ALQURAN

Proses pengumpulan yang dilakukan oleh Ustman bermula dari Hudzaifah bin Al Yaman, sepulang dari Perang di Armenia dia pergi menemui Utsman. Sebelumnya Hudzaifah telah melihat perbedaan di kalangan umat Islam di beberapa wilayah dalam membaca Alquran. Perbedaan itu yang dapat mengancam lahirnya perpecahan.

"Aku menjumpai orang-orang, wahai Amirul Mukminin, mereka berselisih di dalam membaca Alquran," kata Hudzaifah kepada Utsman bin Affan. "Ambillah tindakan untuk umat ini sebelum berselisih tentang kitab mereka seperti orang Kristen dan Yahudi," tambahnya.

Mendengar penuturan tersebut, kemudian Utsman mengeluarkan kebijakan untuk membukukan Alquran. Hal ini dilakukan untuk menerbitkan perbedaan bacaan di kalangan umat Islam. Kebijakan tersebut kemudian diamini oleh sejumlah besar para sahabat kala itu.

Kemudian Utsman Ra menyalim mushaf yang tersusun rapi ayat-ayat dan surat-suratnya. Dia hanya mencukupkan dengan bahasa kaum Quraisy, bukan dengan bahasa Arab yang lainnya, dengan alasan bahwa Alquran turun dengan bahasa mereka.

MENINGGAL SAAT BERPUASA

Seiring perjalanan dakwah yang banyak menginspirasi, akhirnya sosok sahabat yang memiliki akhlak mulia ini akhirnya meninggal dunia dalam keadaan berpuasa. Hari itu Utsman sedang berpuasa, setelah di malam harinya bertemu Rasulullah dan dua sahabatnya Abu Bakar serta Umar, dalam mimpi yang membahagiakan. Di mimpi itu Rasulullah bersabda, "Wahai Utsman, berbukalah bersama kami." Utsman pun terbangun dan berpuasa.

Pada saat itu, beliau sudah dikepung oleh sekelompok umat Islam yang hendak membunuhnya. Ketika itu Utsman duduk bersimpuh di hadapan mushaf Alquran. Tubuh yang telah tua, rambut yang telah memutih, kulit yang telah mengeriput, usia yang telah di habiskan untuk Allah.

Pada saat itulah, para pembunuh datang dan berhasil membunuh Utsman yang sedang memegang mushaf yang sangat ia cintai. Wafatlah khalifah Ar Rasyid, di hari Jumat, dalam usia 82 tahun. Pergilah manusia termulia saat itu menemui ridha Allah dan ampunan-Nya menuju Jannah-Nya.

Beliau meninggal sebagai syahid pada hari Jumat tanggal 18 Zulhijah tahun 35 Hijriah (Juni tahun 656 Masehi) waktu ashar pada usia 82 tahun setelah ditikan oleh para perusuh yang mengepung rumahnya. Dimakamkan pada malam Sabtu antara Maghrib dan Isya di Pemakaman Baqi'.

Ibnu Asakir meriwayatkan dari Zaib bin Tsabit Ra, dia berkata, "Saya pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda, "Utsman datang kepadaku, dan saat itu ada seorang malaikat bersamaku, dia berkata, 'Dia akan mati syahid dan akan dibunuh oleh kaumnya. Sesungguhnya kami sangat malu kepadanya'."