Ini Dia Bukti Bahwa Rasulullah Saw Tak Pernah Ingkar Janji

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
AkuIslam.Id - Bertambah satu lagi, akhlak Rasulullah yang patut menjadi panutan. Rasulullah Saw senantiasa menepati janji.

Ilustrasi Perang Badar ( Foto @U-Report )

Jika kita menengok kembali sejarah kehidupan Rasulullah, maka kita akan temukan banyak contoh yang membuktikan bahwa beliau adalah orang yang selalu menepati janji dan tidak pernah menipu.

Ketika Rasulullah memasuki kota Madinah, beliau membuat perjanjian dengan kaum Yahudi seperti halnya beliau juga membuat perjanjian dengan kabilah - kabilah yang hidup di sekitar Kota Madinah, tetapi mereka semua mengkhianati perjanjian - perjanjian yang sudah di sepakati bersama antara Rasulullah (sebagai wakil kaum muslim) dengan kaum Yahudi.

Akibatnya, pertempuran pun terjadi di antara mereka. Rasulullah yang sudah mengingatkan akan kedustaan yang telah dilakukan Yahudi. Perang Badan pun tak terelakkan. Di sana, Allah menghukum para Yahudi dengan memenangkan Perang badar tersebut pada pihak kaum Muslim.

DEMI KEBAIKAN

Saat Perang Badar berlangsung sengit, Abu Jahal dari golongan Yahudi mempunyai tekad untuk membunuh Rasulullah. Di padang pertempuran, ia mencari-cari beliau. Ketika perang sedang berlangsung, tentara Abu Jahal membawa dua orang musafir di hadapannya. Setelah memeriksa kedua orang itu dari ujung kepala hingga ujung kaki, Abu Jaha; bertanya, "Kalian mau ke mana?"

"Kami akan pergi ke Madinah," jawab segerombolan orang itu.

"Jangan bohong! Kalian akan membantu Muhammad, bukan?" kata Abu Jahal.

"Tidak, kami akan pergi ke Madinah," ulang mereka.

"Lihat aku. Aku tidak punya waktu untuk berurusan dengan kalian sekarang. Kalau kalian berjanji kepadaku tidak akan membantu Muhammad, aku akan melepaskan kalian. Kalau tidak, aku akan membunuh kalian," kata Abu Jahal.

"Kami berjanji kepadamu. Kami akan pergi ke Madinah, bukan untuk membantu Muhammad," kata mereka.

Abu Jahal pun berkata, "Kalau begitu pergilah. Kalian bebas. Tapi kalau sampai kalian tidak menepati janji, akan kukejar kalian."

Segerombolan orang itu segera meninggalkan tempat itu. Tidak lama kemudian, segerombolan itu sedang bersama Rasulullah. "Wahai Rasulullah, saat bertemu dengan Abu Jahal tadi, kami sudah mengatakan kepadanya bahwa kami akan pergi ke Madinah. Tapi Allah tahu kami ada di sini untuk membantumu. Kami menunggu perintah darimu. Perintahkanlah kami dan kami akan melakukan apa saja sebisa kami."

Rasulullah yang mendengar mereka tanpa berkata apa-apa, tidak senang dengan hal itu. Beliau ingin semua orang menepati janji. Beliau membenci kebohongan. Bahkan meskipun di tengah perang, perbuatan ini tidak bisa dibenarkan. Di lain pihak, beliau tidak ingin membuat orang - orang itu tersinggung. Dengan sopan beliau berkata, "Cepatlah pergi ke Madinah."

Kedua orang itu terkejut. Ketika tentara sangat membutuhkan bantuan di tengah peperangan, bagaimana mungkin mereka kembali ke Madinah? Rasulullah melanjutkan perkataan beliau, "Kalian harus menepati janji yang sudah kalian buat."

Segerombolan orang itu memahami betapa berhati-hatinya Rasulullah dalam menepati Janji. Itu adalah pelajaran berharga untuk mereka. Demi menepati janji mereka kepada Abu Jahal, mereka pun pergi ke Madinah. Dengan begitu, mereka juga akan bisa menyampaikan salam Rasulullah kepada Ruqayyah yang sedang sakit di Madinah.