Hebatnya Memaafkan Cara Rasulullah

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
AkuIslam.Id - Sekejam apapun perlakuan orang lain kepada kita, tidak sebanding dengan kezaliman orang-orang kafir kepada Rasulullah Saw. Jangankan harta, nyawa beliau yang terancam pun tetap memaafkan. Hikmahnya sangat hebat, musuh - musuh beliau bersyahadat karena mengagumi sifat pemaaf Rasulullah Saw.

Ilustrasi

Rasulullah Saw memang manusia pilihan. Akhlak beliau adalah seorang manusia yang memiliki sifat - sifat yang paripurna, sifat - sifat yang mulia. Salah satu yang sangat menonjol adalah sifat pemaaf. Mari kita renungkan peristiwa luar biasa berikut ini.

Seorang lelaki Arab bernama Tsumamah bin Itsal dari Kabilah Al Yamamah pergi ke Madinah dengan tujuan hendak membunuh Nabi Muhammad Saw. Segala persiapan telah matang, persenjataan sudah disandangnya, dan ia pun sudah masuk ke kota suci tempat Rasulullah tinggal itu.

Dengan semangat meluap - luap ia mencari majelis Rasulullah, langsung didatanginya untuk melaksanakan maksud tujuannya. Tatkala Tsumamah datang, Umar bin Khattab Ra yang melihat gelagat buruk pada penampilannya menghadang. Umar bertanya, "Apa tujuan kedatanganmu ke Madinah? Bukankah engkau seorang musyrik?"

Dengan terang - terangan tsumamah menjawab, "Aku datang ke negeri ini hanya untuk membunuh Muhammad!".

Mendengar ucapannya, dengan sigap Umar langsung memberangsurnya. Tsumamah tak sanggup melawan Umar yang perkasa, ia tak mampu mengadakan perlawanan. Umar berhasil merampas senjata dan mengikat tangannya kemudian dibawa ke masjid. Setelah mengikat Tsumamah di salah satu tiang masjid, Umar segera melaporkan kejadian ini pada Rasulullah.

TETAP DIMAAFKAN

Rasulullah segera keluar menemui orang yang bermaksud membunuhnya itu. Setibanya di tempat pengikatannya, beliau mengamati wajah Tsumamah baik - baik, kemudian berkata pada para sahabatnya, "Apakah ada di antara kalian sudah ada yang memberinya makan?"

Para sahabat Rasul yang ada disitu tentu saja kaget dengan pertanyaan Rasulullah. Umar yang sejak tadi menunggu perintah Rasulullah untuk membunuh orang ini seakan tidak percaya dengan apa yang didengarnya dari Rasulullah.

Maka Umar memberanikan diri bertanya, "Makanan apa yang Anda maksud wahai Rasulullah? Orang ini datang ke sini ingin membunuh, bukan ingin masuk Islam!" Namun Rasulullah tidak menghiraukan sanggahan Umar. Beliau berkata, "Tolong ambilkan segelas susu dari rumahku, dan buka tali pengikat orang itu.

Walaupun merasa heran, Umar mematuhi perintah Rasulullah. Setelah memberi minum Tsumamah, Rasulullah dengan sopan berkata kepadanya, "Ucapkanlah 'Laa ilaha illa-Llah (Tiada AIlah selain Allah)'." Si Mustrik itu menjawab dengan ketus, "Aku tidak akan mengucapkannya!", Rasulullah membujuk lagi, "Katakanlah, Aku bersaksi tiada Ilah selain Allah dan Muhammad itu Rasul Allah." Namun Tsumamah tetap berkata dengan nadar keras, "Aku tidak akan mengucapkannya!"

MASUK ISLAM

Para sahabat Rasul yang turut menyaksikan tentu saja menjadi gerap terhadap orang yang tak tahu untung itu. Tetapi Rasulullah malah membebaskan dan menyuruhnya pergi. Tsumamah yang musyrik itu bangkit seolah - olah hendak pulang ke negerinya. Tetapi belum berapa jauh dari masjid, dia kembali kepada Rasulullah dengan wajah ramah berseri. Ia berkata, "Ya Rasulullah, aku bersaksi tiada Illah selain Allah dan Muhammad Rasul Allah."

Subhanallah, itulah hikmah memaafkan cara Rasulullah Saw yang membuat kagum kawan dan lawan.