Diperintah Nabi, Matahari Berhenti Beredar

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
AkuIslam.Id - Matahari yang menyinari bumi ternyata pernah berhenti beredar untuk beberapa waktu. Peristiwa itu merupakan mukjizat yang dimiliki oleh Nabi Yusya' bin Nun As. Saat diperintah untuk beredar, matahari itu pun beredar, matahari itu pun menuruti perintahnya. Berikut kisahnya.

Matahari Di Tata Surya Bima Sakti ( Foto @U-Report )

Disebutkan sejarahnya oleh Nabi Muhammad Saw sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari dalam kitab Shahih-nya bahwa ketika Nabi Yusya' bin Nun As hendak melakukan jihad melawan kaum kafir yang menguasai Baitulmaqdis, maka ia memberikan nasihat kepada semua pasukannya.

"Janganlah ikut bersamaku untuk berperang seseorang yang telah menikahi wanita (beristri), bercita-cita membangun mahligai indahnya rumah tangga, demikian pula seorang yang telah menancapkan tiang pondasi rumah, tetapi dia belum menaikkan atapnya," ujar Nabi Yusya'

Tak hanya itu, Nabi Yusya' juga melarang seorang untuk ikut berjihad. Mereka yang dilarang adalah yang telah membeli kambing atau unta yang hamil, sedang dia tengah menunggu kelahiran anak untanya.

ATAS IZIN ALLAH

Setelah dipastikan semua pasukannya dalam keadaan siap berperang, maka berangkatlah pasukan itu menuju medan perang. Namun, tatkala telah mendekat ke sebuah Quryah, desa yang dituju, waktu Asar pun menjelang.

Kemudian Nabi tersebut berkata kepada matahari, "Wahai matahari, sesungguhnya engkau diperintah dan aku pun diperintah. Ya Allah, tahankanlah dia untuk perjuangan kami."

Kemudian suatu keajaiban pun terjadi, atas izin Allah SWT, maka matahari itu tertahan. Matahari berhenti beredar sampai Allah SWT memenangkan peperangan tersebut atas pasukan Nabi Yusya'.

Sungguh berhentinya matahari beredar sesaat itu bukanlah sebuah siklus yang runut, seperti yang dialami benda-benda langit lainnya. Namun, begitulah semua terjadi atas kuasa Allah SWT.

Setelah memenangkan perang, matahari itu kembali beredar lagi. Setelah itu sang Nabi mengumpulkan harta rampasan perang (ghanimah). Setelah terkumpul, ia berdoa agar datang api dari langit untuk membakar tumpukan harta tersebut.

Pada saat itu memang harta rampasan perang bukan termasuk harta yang halal untuk dimiliki. Namun, pada saat itu api tak kunjung datang sehingga tumpukan harta rampasan itu belum terbakar.

Sontak sang Nabi berujar, "Sesungguhnya (pasti) di antara kalian ada yang berbuat ghulul (korupsi dengan menyembunyikan harta rampasan), maka hendaklah berbaiat kepadaku dari setiap kabilah yang diwakilkan oleh satu orang."

MUKJIZAT NABI YUSYA'

Di antara wakil kabilah tersebut tidak ada yang mengakuinya. Namun, di sinilah terjadi lagi mukjizat pada Nabi Yusya'. Nabi Yusya' berkata kepada seorang wakil kabilah, "Kalianlah yang telah berbuat ghulul."

Kemudian orang yang ditunjuk itu tak mampu mengelak. Ia kemudian mengeluarkan beberapa keeping emas dan meletakkannya pada tumpukan harta rampasan perang tersebut. Setelah itu tak lama kemudian datanglah api dari langit membakar harta - harta ghanimah tersebut.

Kisah berhentinya matahari dari peredarannya itu diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Kitab Fardhi Khumus dan Imam Muslim dalam Kitab Jihad Wassair. Mengenai Mukjizat itu, Rasulullah Saw bersabda, "Sesungguhnya matahari tak pernah di tahan untuk seorang manusia pun, selain untuk Nabi Yusya' di hari beliau melakukan perjalanan menuju Baitulmaqdis," (HR Ahmad).