Cara Salat Saat Darurat

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
AkuIslam.Id - Jika situasinya normal, salat wajib suci dari segala hadas dan najis. Namun bagaimana jika berada dalam kondisi darurat? Seperti terjebak dalam kemacetan panjang, atau dalam bencana alam? Lalu bagaimana caranya? Ikuti ulasannya berikut ini.

Ilustrasi Salat Ketika Sedang Dalam Perjalanan ( Foto @youtube )

Salat merupakan kewajiban setiap umat Islam. Dalam kondisi apapun salat harus tetap dilaksanakan. Bahkan ketika sakit sekalipun, meskipun tidak bisa salat secara normal pada umumnya seperti berdiri, salat boleh dilakukan dengan duduk, bahkan ketika tidak bisa duduk, salat tetap bisa dilakukan secara berbaring, bahkan saat berbaring tidak mampu melakukannya, dengan isyarat matapun diperbolehkan.

Dengan adanya kewajiban tersebut, artinya salat merupakan hal yang sangat penting. Sehingga tidak dapat ditinggalkan dalam kondisi apapun. Termasuk ketika berada dalam kondisi darurat. Yang tergolong darurat adalah kondisi yang tidak pada umumnya.

SAAT SAKIT


Seperti yang dijelaskan di atas, saat sakit tidak menggugurkan kewajiban untuk salat. Namun Islam juga tidak terlalu membebani, dengan memberikan rukhsah dengan perincian seperti di atas.

SAAT PERJALANAN


Saat berada dalam perjalanan panjang baik dengan menggunakan kendaraan umum maupun pribadi, Anda diberi keringanan untuk menjalankan salat. Yaitu bisa dilakukan secara duduk sesuai tempat duduk yang ditempai.

Tidak harus menghadap kiblat, yaitu mengikuti arah kendaraan yang digunakan. Dapat keringanan untuk menyingkat atau qasar, serta menjamak salat. Sehingga salat yang dilakukan bisa lebih ringkas dan cepat.

Rukhsah lainnya adalah ketika sulit ditemukan air, dapat menggantinya dengan tayamum. Namun harus diingat, jika masih memungkinkan untuk wudu, harus melakukan bersuci dengan wudu.

Misalnya mengendarai mobil pribadi, maka dapat beristirahat sejenak untuk mengambil wudu dan salat. Ketika naik bus atau travel saat berhenti istirahat, sempatkan terlebih dahulu untuk salat.

SAAT TERJEBAK MACET


Kondisi alam yang tidak menentuk seperti ini, kerap kali menimbulkan kondisi yang tidak dapat diduga. Saat berada dalam perjalanan darat, ternyata jalan yang ditempuh mengalami kemacetan yang luar biasa, sehingga membuat Anda terjebak di dalamnya. Mau keluar tidak mungkin, di dalam pun kondisi tidak memungkinkan. Maka cara untuk salat bisa dilakukan seperti saat dalam perjalanan. Cara bersucinya pun dapat dilakukan dengan cara tayamum.

Namun, macet yang dimaksutkan adalah kemacetan yang tidak terduga, tetapi ketika berada dalam kondisi wilayah yang sudah terbiasa dengan kemacetan, seperti berada di kota metropolis, pada jam-jam tertentu, sehingga macet tidak dapat dihindari, hal ini tidak berlaku. Karena kondisinya sudah diketahui dari awal, sehingga sudah dapat dipersiapkan. Artinya ketika mengetahui pukul 16.00 WIB yang mendekati waktu Maghrib merupakan kondisi paling macet. Maka perjalanan dapat ditunda sejenak setelah menunaikan shalat.

SAAT BENCANA ALAM


Jika tubuh penuh najis, apakah harus tetap salat? Jawabannya Iya. Semisal berada di kawasan bencana tsunami, yang tidak ada air bersih untuk berwudu, sementara untuk tayamum pun sulit karena kondisi basah atau becek.

Maka tidak perlu dipaksakan. Saat mengetahui waktu salat sudah tiba, maka segera siapkan hati dan jiwa untuk menghadap sang pencipta. Niatkan untuk salat, meskipun tidak disertai dengan gerakan. Tetapi cukup niat salat untuk menghormati waktu salat yang telah tiba. Namun, tidak cukup begitu saja, nanti ketika dalam kondisi normal, harus mengganti salat demi penghormatan waktu tersebut.

SAAT PERANG


Saat ini kondisi perang sudah sangat sulit ditemui. Karena perdamaian yang diusung. Kecuali di daerah yang benar - benar rawan perang baru berlaku. Seperti di Palestina. Alhamdulillah kita berada di negara yang aman untuk menjalankan peribadatan. Sehingga kita dapat bebas untuk melakukan ibadah terutama salat kapanpun kita inginkan.

Dengan melakukan hal-hal tersebut di atas, umat Islam dapat menjaga dan menjalankan kewajiban dengan baik. Sehingga dapat menjaga rukun Islam dengan baik.