Cara Menentukan Qadha Puasa

shares |

Assalamualaikum Wr. Wb. Semoga Postingan Yang Kita Suguhkan bisa bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan berkomentar ya Sahabat :) Terima Kasih
Advertisement
Advertisement
AkuIslam.Id - Ramadan telah berlalu, pada umumnya para muslimah tidak dapat menjalankannya secara penuh karena alasan syar'i. Lalu, bagaimana cara menentukan jumlah qadha puasa tersebut, serta bagaimana cara mengqadhanya?

Ilustrasi

Okfin (28), muslimah asal Bandung ini, baru mendalami agama Islam. Sehingga, banyak kajian fikih yang belum dipahaminya. Salah satunya adalah cara menentukan qadha puasa serta cara mengqadhanya. Terutama di bulan Syawal. Apakah bersamaan dengan puasa sunah Syawal ataukah dipisah?

YANG TERTINGGAL

Puasa Ramadan, sudah diketahui sebagai puasa wajib. Sehingga ketika ditinggalkan, baik karena haid maupun perjalanan serta sakit, harus diganti di lain hati. Waktu qadha untuk puasa dapat dimulai di bulan Syawal. Yaitu, mulai tanggal 2 Syawal hingga bulan Syakban. Semua hari diperbolehkan untuk mengqadhanya, kecuali hari - hari yang diharamkan untuk berpuasa, seperti pada hari Tasyrik, 10 Zulhijah, serta 1 Syawal.

Untuk menentukan berapa puasa yang diqadha, yaitu dengan cara menghitung jumlah hari yang tertinggal puasa. Misalnya meninggalkan puasa karena haid, dimulai hari kesepuluh hingga hari ke tujuh belas. 

Maka, qadha puasa adalah delapan hari. Yang diqadha ini seluruh puasa yang tidak sempurna secara fikih. Misalnya sudah seharian berpuasa, namun karena haid datang 10 menit sebelum azan Maghrib dikumandangkan. Maka, puasa hari itu harus diqadha.

DAHULUKAN QADHA

Pada saat Syawal, memang disunahkan untuk berpuasa selama enam hari. Memang untuk puasa sunah Syawal ini masih multitafsir, terkait harus dilakukan enam hari berturut - turut atau tidak. Namun, kebanyakan ulama berpendapat bahwa mengqadha puasa lebih baik didahulukan, barulah kemudian disambung dengan puasa sunah Syawal.

Hal ini karena kita harus mendahulukan yang wajib, kemudian melakukan sunah. Karena qadha puasa hukumnya wajib, sedangkan untuk puasa Syawal hukumnya sunah. Namun, hal ini juga ada perbedaan pendapat.

Sebagian ulama menganjutkan untuk mendahulukan puasa sunah Syawal karena puasa sunah ini terbatas waktu. Sedangkan untuk qadha puasa waktunya lebih panjang. Semoga penjelasan ini dapat bermanfaat. Wallahu a'lam bisshowab.

Baca Juga Yang Lainnya:

loading...