Berdoa Di Taman Surga

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
AkuIslam.Id - Raudhah, itulah tempat favorit yang diburu seluru jamaah haji ketika di Masjid Nabawi Madinah. Mari kita mengenal lebih jelas Taman Surga ini.

Raudhah ( Foto @U-Report )

Secara bahasa "raudhah" berarti "taman". Raudhah merupakan salah satu ruangan di Masjid Nabawi yang banyak dimasuki jamaah untuk memanjatkan doa. Raudha terletak di antara kamar Nabi dan mimbar untuk berdakwah. Luas Raudhah dari arah Timur ke Barat sepanjang 22 m dan dari Utara ke Selatan sepanjang 15 m. Luasnya yang hanya 144 meter persegi tak sebanding dengan jutaan jamaah yang berebut ingin masuk ke sana.

Jamaah haji atau umrah yang berada di Madinah, biasanya akan menyempatkan berdoa di Raudhah. Tempat ini tak pernah sepi karena menjadi tempat yang paling afdhal untuk memanjatkan doa. Seperti sabda Rasulullah Saw, "Antara rumahku dengan mimbarku adalah Raudhah di antara taman - taman surga," (HR Bukhari).

Para ahli hadis menafsirkan Taman Surga sebagai tempat Allah SWT menurunkan rahmat dan kebahagian-Nya karena melakukan zikir serta pemujaan kepada Allah SWT.

KARPET HIJAU

Lalu bagi jamaah yang baru ke Tanah Suci? Raudhah ditandai dengan tiang - tiang putih dengan ornamen kaligrafi yang khas dan juga karpet warna hijau yang menutup lantainya. Warna karpet ini berbeda dengan warna karpet Masjid Nabawi yang semuanya berwarna merah.

Di kawasan ini juga terletaknya makam junjungan besar kita, Rasulullah Saw, juga dua sahabat besar, Saidina Abu Bakar Ra dan Saidini Umar Ra.

Kalau kita tengok dalam Masjid Nabawi, ada dua kawasan. Satu kawasan masjid asal yang dibina oleh Rasulullah Saw dan kawasan selainnya adalah perluasan tambahan yang dilakukan selepas zaman Rasulullah Saw. Ia dapat dibedakan dengan tiang - tiang yang terdapat dikawasan tersebut.

DIJAGA KETAT

Memang di dalam Masjid Nabawi lama ada banyak tiang yang berbentuk sama, akan tetapi khusus area Raudah dibatasi oleh tiang yang berbeda. Semua pintu (Bab) di Masjid Nabawi di beri nomor, dibanding pintu lain, pintu yang menuju Raudhah dijaga lebih ketat oleh petugas guna mengatur arah pergerakan jamaah. Untuk mencapai ke Raudhah paling dekat, bagi jamaah pria dapat masuk melalui beberapa pintu antara lain bab Abu Bakar Siddiq, Bab Al Rahmah dan Bab As Salam.

Bagi jamaah wanita dapat masuk melalui pintu Bab Ustman bin Affan, (atau diatur khusus oleh Askar wanita). Biasanya setelah selesai berziarah ke makam Nabi, jamaah akan digiring satu arah ke luar oleh petugas melalui pintu Bab Al Baqi.

Bagi jamaah wanita, waktu kunjungan dibatasi yaitu pagi hari mulai sekitar pukul 08.00 - 11.00 WAS dan siang hari setelah shalat Dhuhur sampai menjelang shalat Asar serta pada malam hari setelah shalat Isya.

Bukan hal yang mudah untuk bisa memasuki Raudhah. Upaya lainnya adalah usahakan datang ke masjid pada awal pintu masjid dibuka. Dengan demikian mempunyai waktu cukup untuk melaksanakan salat Tahajud, salat Tasbih, dan salat Fajar serta melakukan zikir atau membaca Alquran.

Jika sudah berhasil masuk setelah berjuang berdesak - desakan, jamaah memanfaatkan kesempatan berada di area ini untuk shalat dua rakaat, berzikir, berdoa, maupun membaca Alquran. Suara takbir, tahmid, dan tahlil diiringi dengan shalawat kepada Rasulullah Saw dan lirihnya doa bercampur jadi satu.