Asal Usul Kakbah

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
AkuIslam.Id - Berdirinya Kakbah yang berada di Makkah memiliki kisah tersendiri. Bangunan tersebut dibangun oleh Nabi Ibrahim As yang dibantu oleh anaknya Nabi Ismail As. Kini mengunjungi Kakbah menjadi impian semua umat Islam.

Baitullah ( Foto @MostHdWallpapers.com )

Asal usul dibangunnya Kakbah terjadi pada zaman Nabi Ibrahim As. Alquran menyebut, "Sesungguhnya rumah yang mula - mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia," (QS Ali Imran: 96).

Ayat tersebut sekaligus menjadi asbabunnuzul dari pembangunan Kakbah. Dikisahkan bahwa Nabi Ibrahim As membawa istrinya Hajar dan putranya, Ismail, ke daerah Makkah yang saat itu tidak berpenghuni dan kering. Saat itu Hajar sedang menyusui putranya. Nabi Ibrahim kemudian menempatkan Hajar dan Ismail di sebuah tempat di samping pohon besar. Nabi Ibrahim As kemudian meninggalkan keduanya dan hanya membekalinya dengan beberapa kruma serta bejana yang berisi air.

PERTOLONGAN ALLAH

Ketika Nabi Ibrahim hendak pergi, Hajar bertanya, "Wahai Ibrahim, ke manakah engkau akan pergi? APakah engkau akan meninggalkan kami padahal di lembah ini tidak terdapat seorang pun dan tidak ada makanan apapun?" Hajar mengucapkannya berkali-kali, namun Nabi Ibrahim tidak menghiraukannya.

"Apakah Allah yang memerintahkan engkau berbuat ini?" tanya Hajar lagi.

"Iya," Jawab Nabi Ibrahim

"Hajar lalu berkata, "Dia tidak akan membiarkan kami".

Nabi Ibrahim sampai di daerah Tsaniah, di mana tidak terlihat lagi oleh keluarga yang beliau tinggalkan. Di sana, Nabi Ibrahim berdoa, "Ya Rabb kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, Ya Rabb Kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan. Mudah-mudahan mereka bersyukur."

Pada awalnya hajar bingung mencari air ketika persediaan airnya habis. Namun berkat pertolongan Allah, maka muncullah mata air zamzam. Maka setelah meminum air itu, Hajar pun kembali dapat menyusui Ismail.

Setelah beberapa waktu berlalu, serombongan suku Jurhum datang ke tempat tersebut. Mereka tinggal di sekitar air zamzam atas izin dari hajar.

BANGUNAN TINGGI 

Nabi Ismail pun kemudian dewasa dan belajar Bahasa Arab dari suku Jurhum tersebut. Beliau juga menikah dengan salah seorang wanita mereka. Diceritakan pula bahwa Hajar kemudian meninggal dunia. Pada suatu saat, Nabi Ibrahim datang ingin menjenguk Nabi Ismail As.

Ketika Nabi Ibrahim As datang, Nabi Ismail As pun bangkit menyambutnya, dan mereka pun saling melepaskan rindu.

"Wahai anakku, sesungguhnya Allah menyuruhku menjalankan perintah," kat Nabi Ibrahim.

"Lakukanlah apa yang diperintahkan oleh Rabbmu," sahut Nabi Ismail As.

"Apakah engkau akan membantuku?" tanya Nabi Ibrahim.

"Aku pasti akan membantumu," seru Ismail.

Nabi Ibrahim kemudian menunjuk ke tumpukan tanah yang lebih tinggi dari yang sekitarnya. Nabi Ibrahim berkata, "Sesungguhnya Allah menyuruhku membuat suatu rumah di sini."

Pada saat itulah keduanya kemudian meninggikan pondasi Baitullah. Ismail mulai mengangkut batu, sementara Ibrahim memasangnya. Setelah bangunan tinggi, Ismail membawakan sebuah batu untuk menjadi pijakan bagi Nabi Ibrahim As. Batu inilah yang akhirnya disebut sebagai maqam Ibrahim. Mereka pun terus bekerja sembari mengucapkan doa, "Wahai Rabb kami, terimalah dari kami (amalan kami). Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui". Sampai akhirnya tuntaslah pembangunan Baitullah itu. Kakbah pun akhirnya berdiri di bumi Allah.