Secawan Susu Tak Pernah Habis

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
AkuIslam.Id - Suatu hari, Abu Hurairah merasa kelaparan. Akhirnya ia berusaha memberikan sinyal pada Abu Bakar dan Umar untuk meminta bantuan, namun tidak berhasil. Akhirnya Rasulullah memberikan bantuan pada Abu Hurairah. Beliau memberikan secawan susu pada Abu Hurairah dan beberapa orang kelaparan lainnya.

Ilustrasi ( Foto @www.satuharapan.com )

Abu Hurairah adalah salah satu sahabat Rasulullah yang dikenal sebagai penghafal hadis. Beliau dipanggil Abu Hurairah, yang berarti 'bapak kucing' karena ke mana pun ia pergi selalu menyukai kucing. Beliau memiliki kisah berharga tentang keikhlasan. Suatu hari, Abu Hurairah pernah tidak makan selama tiga hari.

Ia berusaha mencari simpati sahabat Nabi yang lain. Abu Hurirah berdiri di pintu masjid. Saat itulah Abu Bakar terlihat. Abu Hurirah mendekatinya dan bertanya tentang arti ayat Alquran yang memerintahkan pemberian makan kepada fakir miskin.

Sebenarnya, Abu Hurairah ingin memberi sinyal kepada Abu Bakar agar sahabat terdekat Nabi tersebut mau menyediakan makanan untuknya. Akan tetapi, Abu Bakar hanya menerangkan arti ayat tersebut, lantas pergi. Betapa kesalnya Abu Hurirah, tapi apa boleh buat.

KELAPARAN

Tidak lama kemudian, datanglah Umar. Abu Hurirah segera bertanya tentang hal yang ditanyakannya kepada Abu Bakar. Akan tetapi, sama seperti Abu Bakar, Umar pun berlalu. Tentu saja Abu Hurairah kesal. Ia memang tidak biasa meminta makanan secara langsung. Abu Hurairah pun putus asa. Saat menyerah itulah, ia mendengar suara lembut memanggilnya. Ternyata, Nabi Muhammad datang ke arahnya sambil tersenyum. Nabi bertanya, "Abu Hurairah, kau lapar?"

Abu Hurairah pun mengakui kelaparannya. Nabi berkata bahwa di rumah beliau juga tidak ada makanan, hanya ada secawan susu. Bukannya meminta Abu Hurairah berbuat sesuatu, Nabi malah memerintahkan Abu Hurairah mencari beberapa orang yang barangkali kelaparan sepertinya di sekitar masjid.

Abu Hurairah semakin penasaran. Mana mungkin susu secawan bisa diminum berdua dengan Nabi? Bahkan, Nabi malah memintanya menambah orang. Akan tetapi, Abu Hurirah tidak enak membantah Nabi. Ia berhasil mengumpulkan enam orang yang segera diajaknya ke rumah Nabi.

DUDUK DI UJUNG

Di sana, Nabi mengatur pola duduk sedemikian rupa sehingga Abu Hurairah ada di bagian paling jauh dari beliau. Mulailah Nabi memberikan cawan susu kepada satu persatu orang yang dicari Abu Hurairah. Setiap orang dipersilakan meneguk susu tersebut beberapa kali sampai mereka merasa kenyang.

Tentu saja, karena terletak di bagian paling ujung, Abu Hurairah kembali mengeluh. Jangan - jangan saat di tangannya, susu sudah habis. Nabi tersenyum dan mempersilakan Abu Hurairah meminum pula. Ajaib, susu itu tidak habis - habis. Barulah ketika Nabi meminum susu tersebut (Nabi mendapat giliran terakhir), susu habis.

Ternyata hal itu sebenarnya merupakan 'ujian' bagi Abu Hurairah. Ia harus menahan derita lapar dengan menyerahkan diri kepada Allah. Kecurigaan Abu Hurairah terhadap susu yang akan habis sebenarnya tidak perlu, karena di balik kesusahan pasti ada kemudahan.

Dalam kisah tersebut, Abu Hurairah mendapat pelajaran, bahwa Allah-lah tempat bergantung. Manusia seperti Abu Bakar dan Umar hanyalah perantara. Jika Allah tidak mengizinkan mereka membantu Abu Hurairah, mereka tidak akan membantu seperti yang ada dalam kisah tersebut.