Puasa Sehat Cara Rasulullah

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
AkuIslam.Id - Selain sebagai lumbung pahala, puasa juga menyehatkan. Tapi bagaimana caranya? Tentu saja caranya harus benar. Berikut puasa benar yang menyehatkan cara Rasulullah Saw.

Ilustrasi Puasa Ala Rasulullah Saw ( Foto @U-Report )

Agar kita menjadi umat Rasulullah yang baik, maka dalam menjalankan ibadah puasa pun kita harus meneladani cara beliau. Berikut beberapa tuntunannya :

NIAT YANG TEPAT

Ibadah yang paling misterius adalah puasa. Untuk itu Allah mengingatkan bahwa hanya Dia dan orang yang berpuasalah yang mengetahui kebenaran puasa yang dilakukan.

Untuk itu Rasulullah Saw mengajarkan agar kita menata niat berpuasa. Beliau bersabda, "Barangsiapa yang tidak menetapkan (niat) akan berpuasa sebelum fajar, maka tiada sah puasanya," (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa'I, dan Ibnu Majah).

Imam Darukutni juga meriwayatkannya dengan redaksi yang berbeda, "Tidak sah puasanya bagi orang yang tidak menetapkannya dari malam harinya."

MAKAN SAHUR

Tips puasa sehat selanjutnya adalah makan sahur. Anas bin Malik Ra berkata, "Telah bersabda Rasulullah Saw, 'Sahurlah kalian, maka sesungguhnya dalam sahut itu ada berkahnya'," (HR Bukhari, Muslim dari Anas bin Malik Ra).

Menurut Ibnu Hajah Al-Asqalani, yang dimaksud dengan berkah (berkah) ialah ganjaran dan pahala. Dikatakan sahur itu mengandung berkah karena sahur menguatkan dan menambah semangat dalam berpuasa serta dapat membantu meringankan beratnya.

Telah bersabda Rasulullah Saw, "Apabila salah seorang di antara kalian mendengar azan Subuh padahal bejana masih berada di tangannya, maka janganlah ia meletakkan (bejana itu) sampai ia menyelesaikan kebutuhannya itu," (HR Abu Dawud, Ibnu Jarir, Abu Muhammad Al-Jauhari, Al Hakim, Baihaqi, dan Ahmad dari Abu Hurairah).

Hadis di atas menegaskan bahwa bila seseorang yang sedang sahur mendengar azan Subuh, maka ia diperbolehkan meneruskan sahurnya. Hal ini tentunya ditujukan untuk orang yang tidak sengaja menunggu atau mengetahui bahwa azan Subuh segera akan tiba. 

Ini diperkuat oleh hadis yang diriwayatkan Husain bin Waqid, dari Abu Ghalib, dan dari Abu Umamah, ia berkata, "Telah di iqamahi shalat, padahal bejana masih berada di tangan Umar, maka Umar berkata, 'Bolehkan aku minum wahai Rasulullah?' Rasulullah menjawab, 'Tentu.' Kemudian Umar pun meminumnya," (HR Ibnu Jarir).

BUKA TEPAT WAKTU

Tips selanjutnya adalah berbuka tepat waktu atau menyegerakan berbuka puasa. Sahl bin Sa'ad berkata, "Sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda, 'Manusia tidak henti - hentinya mendapat kebaikan selama mereka mempercepat berbuka puasa'," (HR Bukhari dan Muslim).

Abu Hurairah Ra berkata, "Telah berkata Rasulullah Saw, 'Telah berfirman Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung, 'hamba-hamba-Ku yang lebih aku cintai ialah mereka yang paling segera berbukanya'," (HR Tirmidzi dari Abu Hurairah).

Lalu menu apa yang disunahkan Rasulullah dalam berbuka puasa? Sebagaimana hadis beliau, menu buka yang tepat adalah buah - buahan manis seperti kurma, pisang, mangga, rambutan dan sebagainya.

Dalam sebuah hadis, dari Sulaiman bin Amir Ad-Dhabbi ra. Dari Nabi Saw bersabda, "Apabila seseorang di antara kamu berbuka puasa, berbukalah dengan kurma. Apabila tidak ada, berbukalah dengan air karena air itu suci," (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa'I, Ibnu Majah, dan Ahmad).

MEMBACA ALQURAN

Rasulullah Saw bersabda, "Orang - orang yang berkumpul di masjid dan membaca Alquran, maka kepada mereka Allah akan menurunkan ketenangan batin dan limpahan rahmat," (HR Muslim).

Sebagian orang mengartikan tadarus dengan membaca Alquran secara patungan (secara bergiliran). "Barangsiapa membaca satu huruf Alquran, maka pahala untuknya sepuluh kali lipat kebaikan," (HR Tirmidzi).

Namun, sebagian ulama menjelaskan bahwa tadarus diartikan dengan mempelajari, menelaah, dan menikmati Alquran. Insya Allah, dengan begitu puasa kita makin bermakna dan bernilai ibadah tinggi serta membaca dalam konteks hadis di atas, batin kita akan makin tenang.

ANTUSIAS SEDEKAH

Kunci penutup ibadah puasa kita agar bernilai ibadah tinggi adalah memperbanyak sedekah. Sebab di bulan Ramadan itulah saat yang paling tepat untuk bersedekah. Rasulullah menjamin, "Sedekah yang paling utama adalah sedekah pada bulan Ramadan," (HR Tirmidzi).