Memilih Wafat Daripada Batalkan Puasa

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
AkuIslam.Id - Meski tengah mengalami sakit keras, namun Urwah bin Azzubair enggan membatalkan puasanya. Akhirnya ia pun meninggal dunia husnul khatimah dalam keadaan berpuasa. Berikut kisahnya.

Ilustrasi

Urwah bin Azzubair merupakan putra dari Azzubair bin Al Awwam, salah satu sahabat Rasulullah Saw dan Asma' binti Abu Bakar yang taat beribadah. Meski memiliki orang tua yang cinta kepada Islam, tak membuat Urwah terlena lantas bermalas - malasan dalam beribadah.

Sebaiknya, dia tekun dalam mencari ilmu dari sisa - sisa para sahabat Rasulullah Saw yang masih hidup. Urwah juga menyatukan ilmu dan amal. Siang hari ia berpuasa dan malam harinya ia shalat malam. Bahkan, ia senantiasa membasahi lisannya dengan berzikir kepada Allah SWT.

Pada suatu hari, khalifah kaum muslimin mengundang Urwah agar datang ke Damaskus. Urwah pun menyanggupi dan datang dengan membawa serta satu putranya. Khalifah menyambutnya dengan senang. Tak lama kemudian anaknya meninggal dunia.

MENGIDAP TUMOR

Nampaknya, Allah menguji dia lagi. Urwah kena musibah salah satu kakinya mengidap tumor ganas yang dapat menjalar ke seluruh tubuh. Sebelum sesuatu yang buruk terjadi, tidak ada alasan lagi bagi Urwah menolak agar kakinya diamputasi.

"Menurutku, Anda harus minum sesuatu yang memabukkan supaya Anda tidak merasa sakit ketika kaki Anda dipotong," kata salah satu dokter.

"Tidak, itu tidak mungkin, aku tidak akan menggunakan sesuatu yang haram terhadap kesembuhan yang aku harapkan," jawab Urwah tegas.

Ketika dokter - dokter itu mulai memotong betis, datanglah beberapa orang berbadan besar. Mereka sengaja didatangkan untuk memegangi tubuh Urwah, yang barangkali akan ada reaksi tubuh diluar kontrol karena merasa sakit. Namun, lagi - lagi Urwah tak menghendakinya.

"Suruh mereka kembali. Aku tidak membutuhkan mereka dan berharap kalian merasa cukup dengan zikir dan tasbih yang aku ucapkan," tegasnya.

HUSNUL KHATIMAH

Kemudian dokter mulai memotong kakinya. Anehnya, urwah tak merasakan sakit. Dari mulutnya hanya keluar lafal "La ilaaha illallah, wallahu akbar" hingga kakinya buntung. Di panaskanlah minyak di tempat besi, kemudian kaki Urwah dicelupkan kedalamnya untuk menghentikan aliran darah yang keluar dan menutup luka. Ketika itulah, Urwah pingsan.

Dalam kondisi kaki buntung, Urwah tetap menjadi panutan umat Islam kala itu. ia terus memberikan petunjuk kebahagiaan dan penyeru kebaikan bagi kaum muslimin sepanjang hidupnya. Hingga suatu saat, Urwah sedang sakit keras. Oleh kerabatnya ia dianjutkan berbuka puasa untuk kesembuhannya. Namun, Urwah menolak, ia hanya berharap kelak bisa berbuka dengan seteguk air dari sungai Surga Kautsar yang disuguhkan oleh bidadari surga. 

Saat sedang berpuasa itulah Urwah meninggal dunia dalam keadaan bibir tetap berzikir. Urwah mati di usia 71 tahun dalam keadaan husnul khatimah atau meninggal dunia dengan cara yang terbaik.