Kendalikan Badai Untuk Menghantam Musuh

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
AkuIslam.Id - Rasulullah Saw pernah mengendalikan badai untuk menghancurkan musuh saat mereka mengepung kota Madinah. Doa itu dikabulkan Allah yang sekaligus menjadi salah satu mukjizat beliau.

Ilustrasi Perang Khandaq ( Foto @U-Report )

Pertempuran Khandaq yang terjadi pada bulan Syawal tahun 5 Hijriyah atau pada tahun 627 Masehi lalu ditandai dengan salah satu mukjizat Rasulullah Saw, yakni mampu mengendalikan badai.

Kisah itu terjadi saat umat Islam di Madinah dikepung oleh sekitar 10 ribu pasukan musuh. Mereka merupakan koalisi dari kaum kafir Quraisy dan kaum Yahudi bani Nadir (Al Ahzaab), sehingga perang itu juga dikenal sebagai Perang Ahzab.

Untuk melindungi Madinah dari serangan musuh, maka dibuatlah parit sebagai strategi berperang untuk menghindari serbuan musuh.

Atas saran dari sahabat Salman Alfarisi, maka kaum muslimin membuat parit yang mengelilingi Madinah. Lalu digalilah parit di bagian utara Madinah selama sembila / sepuluh hari. Pasukan gabungan musuh datang dengan kekuatan sepuluh ribu pasukan yang siap berperang. Pasukan gabungan membuat kemah di bagian utara Madinah, karena di tempat itu adalah tempat yang paling tepat untuk melakukan perang.

TAKLUKAN MUSUH

Kaum Muslimin sedikit resah dengan pengepungan itu. Lalu Rasulullah Saw berdoa kepada Allah untuk memporakporandakan kemah musuh itu. Doa Rasulullah Saw dikabulkan Allah SWT. Lalu datanglah badai yang sangat besar. Rasulullah Saw mengendalikan badai itu untuk menghantam kemah - kemah musuh itu. Maka hancurlah sebagian besar pasukan musuh itu sehingga berkurang kekuatannya.

Allah SWT berfirman di dalam Alquran, "Hai orang - orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah kepada kalian ketika datang kepada kalian tentara - tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak kalian lihat. Dan Allah Maha Melihat apa yang kalian kerjakan," (QS Alahzab 33:9).

Lalu pada Perang Khandaq, terjadi pengkhianatan dari kaum Yahudi Bani Qurayzhah. Salah satu pimpinan mereka yang bernama Nua'im bin Mas'ud al Asyja'i diam - diam memeluk Islam tanpa sepengetahuan pasukan gabungan. ia memecah belah pasukan gabungan itu sehingga berkurang lagi kekuatan musuh.

Mukjizat Rasulullah Saw lainnya yang mengiringi Perang Khandaq itu adalah batu besar yang dihancurkan oleh Rasulullah Saw dengan hanya tiga kali pukulan. Peristiwa itu terjadi kala penggalian parit berlangsung. Sekelompok Muslimin terlihat kesulitan memecah sebuah batu yang besar yang menghalangi penggalian parit.

"Ya Rasulullah, ada sebuah batu besar yang menghalangi kerja kami," kata seorang kaum muslimin.

MENGHANCURKAN BATU

Mendengar penuturan itu, beliau turun ke dalam parit dan melakukan tiga kali pukulan terhadap batu besar itu dengan menggunakan pangkur atau sejenis cangkul. Pada pukulan yang pertama, batu besar itu terbelah menjadi sepertiga bagian.

"Alhamdulillah, kunci - kunci Syria telah diberikan kepadaku," ucap Rasulullah setelah pukulan pertama.

Lalu dipukullah lagi batu besar itu untuk yang kali kedua. Pukulan itu membelah sepertiga bagian batu itu menjadi berkeping - keping.

"Alhamdulillah, kunci - kunci Persia telah diberikan kepadaku. Demi Allah, aku melihat istana Putih Madain," tutur Rasulullah Saw.

Lalu Rasulullah Saw memukul lagi untuk kali ketiga. pada bagian itu, kepingan batu itu pun hancur.

"Alhamdulillah, aku telah diberikan kunci - kunci Yaman. Demi Allah, aku sekarang dapat melihat gerbang Sana'a," Kata Rasulullah Saw.

Dalam Perang Khandaq itu, pasukan musuh akhirnya pulang dalam keadaan malu. Rasulullah berkata bahwa kaum quraisy tidak akan datang lagi setelah tahun tersebut, tetapi di tahun berikutnya Rasulullah Saw tetap meminta pasukan muslimin untuk menyerang balik pasukan musuh.