Karena Kucing, Dosa Diampuni

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
AkuIslam.Id - Jasad Syekh Abu Bakr Asy-Syibli memang terkubur dalam tanah sejak tahun 946 silam. Tapi, ada teladannya yang bisa diambil hikmahnya. Salah satu amalah Syekh Abu Bakr Asy-Syibli adalah mengasihi binatang. Berkat amalan itulah segala dosanya diampuni Allah SWT.

Kucing Peliharaan Yang Sedang Di Sayang Pemiliknya ( Foto @U-Report )

Di dalam kitab Nashaihul Ibad karya Syekh Nawawi Al Bantani dikisahkan bahwa ada banyak amalan yang terkadang dianggap enteng, akan tetapi mendatangkan kasih sayang dari Allah SWT. Salah satu amalan itu adalah mengasihi binatang sebagai sesama makhluk Allah SWT.

Seperti yang dialami oleh Syekh Abu Bakr Asy-Syibli yang punya amalan mengasihi kucing. Suatu hari Syekh Abu Bakr Asy-Syibli mengalami mimpi yang aneh. Dalam mimpi itu ia mengalami kematian.

MENOLONG KUCING

Lalu, setelah kematiannya dan jenazahnya dimakamkan, dia ditanya tentang keadaannya dan beliau menjawab, "Allah SWT bertanya kepadaku, 'Wahai hambaKu, apakah kamu tahu apa sebab Aku mengampuni dosa - dosamu?"

"Sebab, amal salehku wahai Allah," ujar Syekh Abu Bakr Asy-Syibli

"Bukan," demikian suara itu.

"Sebab, keikhlasan ibadahku wahai Allah," jawab Syekh Abu Bakr Asy-Syibli lagi.

"Bukan," kata suara itu.

"Sebab haji, puasa, dan shalatku wahai Allah," terang Syekh Abu Bakr Asy-Syibli yang mulai kebingungan.

"Bukan," demikian jawabannya.

Maka, Syekh Abu Bakr Asy-Syibli bertanya, "Lantas, sebab apa wahai Tuhanku?"

Syekh Abu Bakar Asy-Syibli mendapatkan penjelasan bahwa seekor kucing telah mendatangkan ampunan dari Allah SWT.

"Ingatkah saat engkau berjalan di sebuah lorong, di Baghdad? Bukankah engkau menjumpai seekor anak kucing yang lemas dan kedinginan hingga dia meringkuk di sudut bangunan? Dengan rasa sayang, kemudian engkau mengambilnya, meletakkannya dalam sebuah keranjang yang engkau bawa, dan melindunginya dari udara yang dingin?"

Syekh Abu Bakr Asy-Syibili menjawab, "Ya, hamba ingat."

Allah SWT berfirman, "Lantaran kasih sayangmu terhadap anak kucing itulah, Aku memberimu Rahmat."

Perilaku menyayangi kucing juga diteladankan oleh Rasulullah Saw. Nabi Muhammad Saw memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu saat, di kala Nabi Saw hendak mengambil jubahnya, ditemuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai di atas jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, Nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari Jubahnya.

TELADAN NABI

Ketika Nabi Saw kembali ke rumah, Mueeza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, Nabi Saw menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut badan mungil kucing itu sebanyak 3 kali.

Dalam aktivitas lain, setiap kali Nabi Saw menerima tamu di rumahnya, beliau selalu menggendong Mueeza dan ditaruh di pahanya. Salah satu sifat Mueeza yang Nabi Saw sukai ialah ia selalu mengeong ketika mendengar azan dan seolah - olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara azan. Kepada para sahabatnya, beliau berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyayangi keluarga sendiri.

Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah serius. Dalam sebuah hadis sahihs Al Bukhari dikisahkan tentang seorang wanita yangt idak pernah memberi makan kucingnya dant idak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi Muhammad Saw pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka.

Dari Ibnu Umar Ra bahwa Rasulullah Saw bersabda, "Seorang wanita dimasukkan di dalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan, bahkan tidak diperkenankan makan binatang - binatang kecil yang ada di lantai," (HR Bukhari).