Imam Shalat Pengganti Rasulullah

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
AkuIslam.Id - Abdurrahman bin Auf, di samping terkenal dengan kekayaan dan kedermawanannya, ia juga dikenal sebagai ahli ilmu agama. bahkan, pada suatu ketika ia pernah menggantikan Rasulullah menjadi Imam shalat umat muslim.

Ilustrasi

Sosok Abdurrahman bin Auf memang cukup dikenal di kalangan umat Islam karena dia termasuk salah satu sahabat Rasulullah yang dijamin masuk surga. Karena kesalehannya dan kedermawanannya, serta ketawaduannya dalam menjalani hidup di dunia. Padahal ia juga memiliki banyak harta, tapi ia memilih untuk menginfakkan seluruh hartanya di jalan Allah.

Karena itulah, sahabat yang dilahirkan pada tahun 44 sebelum Hijriah ini memiliki banyak keistimewaan. Bahkan, salah satu di antaranya, dialah satu - satunya sahabat yang pernah menjadi imam di mana Rasulullah pernah menjadi makmumnya.

MENJADI IMAM

Dalam sebuha karya Ibnu Katsir disebutkan pada saat pasukan umat muslim berangkat berperang bersama Rasulullah. Pada hari itu pulalah terjadi sebuah peristiwa yang merupakan kemuliaan sendiri bagi Abdurrahman bin Auf. Sebab, dia pernah menjadi imam shalat dimana Rasulullah menjadi salah satu makmumnya karena beliau datang terlambat.

Amr bin Wahab mengatakan bahwa Al Mughiraj bin Syu'bah mengisahkan bahwa menjelang Subuh, Nabi mengajak al Mughirah untuk menemaninya membuang hajat. Setelah buang hajat, Nabi Saw memintanya untuk mengambilkan air wudu, namun ternyata mereka sudah terlambat karena rombongan sedang menunaikan shalat yang diimami oleh Abdurrahman bin Auf.

Setelah hampir selesai rakaat pertama, ketika itu al Mughirah mencoba untuk menghentikan shalat jamaah tersebut. ia kembali mencoba mengumandangkan azan, namun nabi Muhammad melarangnya. Akhirnya Rasulullah Saw pun langsung shalat menjadi makmum Abdurrahman bin Auf. Bahkan, dalam satu hadis lainnya diriwayatkan oleh al Mughirah,"Nabi tidak meninggal sehingga menjadi makmum orang saleh dari umatnya."

DICINTAI RASULULLAH

Di samping itu, Abdurrahman termasuk salah seorang sahabat yang mendapatkan perhatian khusus dari Rasulullah. Terbukti tatkala terjadi suatu masalah antara Abdurrahman dengan Khalid bin Walid. Maka, Rasulullah bersabda, "Wahai Khalid, janganlah engkau menyakiti salah seorang dari Ahli Badr (yang mengikuti perang Badr). Seandainya engkau berinfak dengan emas sebesar gunung Uhud, maka tidak akan bisa menyamai amalannya."

Setelah Rasulullah wafat, Abdurrahman bin Auf bertugas menjaga kesejahteraaan dan keselamatan Ummahatulmukminin (Para Istri Rasulullah). Dia bertanggung jawab memenuhi segala kebutuhan mereka dan mengadakan pengawalan bagi ibu - ibu mulia itu bila mereka bepergian.

Bahkan, Ibnu Abbas Ra berkata, "Manakala Kafilah dagang Abdurrahman bin Auf kembali dari Syam langsung dibawa kepada Nabi Saw lalu beliau berdoa untuknya agar dimasukkan surga, lalu turunlah Jibril berkata, 'Sesungguhnya Allah mengirimkan salam untukmu dan berkata: kirimkanlah salam saya kepada Abdurrahman bin Auf dan sampaikan berita gembira beliau masuk surga".