Ditolong Allah Berkat Rajin Tahajud

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
AkuIslam.Id - M Romadhon hampir putus asa kala uang yang sedianya untuk mendaftar kuliah dibawa kabur oleh teman. Namun atas saran seorang ulama yang dikenalnya, ia melaksanakan shalat Tahajud. Beberapa hari kemudian ia "ditolong" Allah. Seseorang rela meminjamkan uang untuk biaya pendaftaran kuliahnya. Berikut penuturannya.

Ilustrasi

Perkenalkan namaku M Romadhon MK. Aku lahir di Bojonegoro, Jawa Timur, 15 Oktober 1989. Saat ini aku tengah menyelesaikan tugas kuliah tingkat akhir di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta.

Pembawaannya santai, akrab dan ramah. pada kesempatan ini aku akan berbagi kisah tentang keajaiban shalat Tahajud yang mendatangkan pertolongan Allah.

Kisah tersebut bermula saat tahun 2007 lalu, saat aku hijrah ke Yogyakarta. Tujuan utamanya untuk masuk kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Gudek itu. Aku sendiri berasal dari keluarga yang kurang mampu. 

Akan tetapi karena keinginanku kuliah itu begitu besar, aku nekad ke Yogyakarta. Rencananya, aku bekerja dulu selama setahun, kemudian tahun depan mendaftar kuliah dengan bekal uang hasil kerjaku tersebut. Aku yakin akan dimudahkan Allah.

Tidaklah semudah memutar telapak tangan. Mencari pekerjaan di Yogyakarta tidak terbilang mudah untuk remaja lulusan SMA sepertiku. Maka akhirnya aku memutuskan untuk menjadi loper koran dan menjual buku di emperan kampus.

Lihat Juga Yang Ini ( Karena Kucing, Dosa Diampuni )

DITIPU TEMAN

Untuk menunjang penghasilan, aku juga belajar dunia tulis menulis. Aku beruntung karena mendapatkan bimbingan menulis dari Miftahul A'la yang kenal dekat dengan kakakku. Perlahan aku mulai bisa menulis untuk dikirim ke berbagai media massa di Yogyakarta. Alhamdulillah, setelah beberapa kali dicoba, tulisanku dimuat juga. hasil menulis itu cukup lumayan dan membuatku ketagihan untuk menulis.

Selama setahun bekerja, hasilnya aku tabungkan hingga terkumpul 2 juta. Hingga tahun berikutnya aku berniat mendaftarkan di UIN Kalijaga Yogyakarta. Namun sebelum benar - benar mendaftar, aku mendapatkan cobaan. 

Awalnya temanku meminjam uang dua juta untuk pulang kampung ke SUmatera karena orang tuanya sakit. Aku meminjamkannya karena dia berjanji akan mengembalikan dalam waktu yang tidak lama.

Akan tetapi dia mengkhianatiku. Selepas pulang kampung, temanku tidak bisa aku hubungi. Aku bingung setengah mati, mengingat saat itu pendaftaran gelombang pertama tinggal dua hari lagi. Aku hampir putus asa melihat kenyataan itu. Aku menjadi benci, dendam dan marah kepadanya. Tetapi akhirnya aku hanya bisa pasrah.

Baca Juga ( Imam Shalat Pengganti Rasulullah )

DIANJURKAN TAHAJUD

Untuk menenangkan hati pikiran, aku mendatangi seorang ustad yang juga menantu dari pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa Aji Al-Muhsin Yogyakarta. Saat itu aku disarankan untuk lebih lapang mengikhlaskan apa yang terjadi. Aku dianjurkan untuk melaksanakan ibadah Tahajud setiap malam agar diberi keluasaan hati dan ketenangan oleh Allah.

Aku pun mencoba menjalankannya. Perlahan - lahan aku menggelar shalat Tahajud. Awalnya sangat berat, susah untuk bangun pukul 03.00. Tetapi karena sudah diniatkan, ternyata Allah SWT memberi jalan. Aku selalu bisa bangun tiap pukul 03.00 dini hari untuk shalat Tahajud dan kemudian dilanjutkan shalat Subuh berjamaah di Masjid.

Aku mulai merasa tenang setelah shalat Tahajud. Persoalan uang yang dibawa kabur terasa ringan. Tidak lupa pula aku berdoa agar diberikan kemudahan untuk bisa kuliah. Aku benar - benar sudah pasrah waktu itu.

PERTOLONGAN ALLAH

Tak disangka - sangka, di bali kepasrahanku, datanglah pertolongan Allah. Suatu hari Miftahul A'la memberikan uang dua juga kepadaku. Rupanya ia diam - diam mencarikan pinjaman kepada temannya dengan tanpa batas waktu pengembalian. Aku begitu senang meskipun belum tahu dengan uang apa aku harus mengembalikannya.

Keesokan harinya aku bersyukur bisa mendaftar di gelombang kedua di UIN Sunan Kalijaga. Aku mengambil Jurusan Sejarah Islam Fakultas Adab dan Ilmu Budaya. Saat itu biaya masuk 2,5 juta. Karena hanya ada 2 juta, maka aku mengajukan dispensasi untuk mencicil sisanya. Di luar dugaan, permintaanku di setujui pihak kampus. Maka resmilah aku mengenyam pendidikan di kampus.

Baca Yang Ini Juga Ya ( Rajin Shalawat, Jenazah Didatangi Rasul )

Hari selanjutnya begitu menyenangkan, Meski kadang susah membagi waktu antara kuliah dan kerja, tapi aku selalu menyempatkan waktu untuk shalat Tahajud. Aku merasakan ketenangan setiap selesai Tahajud.

Aku diberikan kemudahan untuk melunasi utangku. Dan kini aku tengah menyelesaikan tugas kuliah semester akhir. Semua ini tak lepas dari pertolongan Allah.