Berkat Sedekah, Bangkit Dari Kemiskinan

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
AkuIslam.Id - Setiap amal baik akan mendapatkan balasan yang baik dari Allah SWT, sebagaimana janji-Nya dalam Alquran. Hal ini terbukti pada diri Askaruddin (54), warga Sumenep, Madura yang merasakan adanya keajaiban dari Allah SWT setelah dirinya banyak melakukan sedekah kepada orang - orang yang membutuhkan.

Ilustrasi Sedekah ( Foto @sedekahajaib.com )

Tak disangka, kondisi ekonomi yang dulunya serba kepepet hingga menanggung beban utang yang begitu besar, kini lambat laun keadaan itu terbalik. Selain bisa melunasi utang - utangnya, ia juga bisa membangun rumah dan musala, serta bisa naik haji. Ia pun mulai merasakan indahnya kehidupan yang serba berkecukupan.

SUKA BERBAGI

Sebagai petani biasa, penghasilan Asykaruddin sangat tergantung pada musim dan cuaca. Meski demikian, ia pun juga selalu bersyukur karena sebagian penghasilannya itu disedekahkan kepada orang - orang fakir miskin, disamping dengan kewajiban mengeluarkan zakat. Bahkan, untuk berbagi kebahagiaan itu, Asykaruddin tidak menunggu hasil panennya berlimpah. Saat hasil panennya sedikit, ia tetap saja menyisakan sebagian hasilnya untuk disedekahkan. Biasanya, setiap panen, Asykaruddin membagi - bagikan sebagian panennya kepada banyak pengemis yang berdatangan dengan membawa kantong.

"Bagi saya, yang paling menyenangkan dalam hidup ini bukan memiliki banyak harta, tapi bagaimana kita bisa berbagi kebahagiaan kepada orang lain sebesar apapun yang kita dapatkan dari hasil usaha," jelas Askaruddin.

Hidup memang penuh dengan ujian. Suatu saat, Asykaruddin menderita sakit hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit selama berminggu - minggu. Menurut dokter, saat itu ia sedang menderita penyakit lemah jantung.

Akibat dari penderitaan itu, keluarga bapak dari dua orang anak itu pun terpaksa menjual sawah miliknya yang menjadi satu - satunya sumber penghasilannya. Tak cukup itu saja, ia juga mencari utang sebagai tambahan biaya. Namun, semua itu tak sia - sia. Asykaruddin dinyatakan sembuh dan boleh pulang. Sepulang dari rumah sakit, ia mulai memeras ide untuk membangun kembali ekonomi keluarganya.

Ia lantas berpikir untuk berdagang baju keliling ke desa - desa. Sebagai modal awal, lagi - lagi ia berutang kepada saudara dan tetangganya. usaha baru itu ia lakukan dengan tekun dan bersungguh - sungguh. Ia meyakini usaha tersebut akan memberikan penghasilan yang sangat signifikan.

"Usaha yang baru saya jalani itu ternyata lancar hingga tak lama kemudian saya bisa melunasi utang ke banyak orang," tandasnya

PERGI HATI

Sebagai bentuk syukurnya kepada Allah SWT, Asykaruddin tidak hanya memikirkan kebutuhannya saja, melainkan ia lebih mengutamakan kepentingan ibadah, dengan cara membangun musala untuk dirinya sekeluarga dan juga untuk warga di sekitar rumahnya.

"Rumah saya sebenarnya saat itu sudah rusak, tapi saya berpikir bahwa yang paling utama untuk dilakukan adalah dengan membangun musala." tandasnya

Tak lama, musala pun berhasil ia bangun dan bisa dimanfaatkan oleh semua warga di sekitar rumahnya. Namun, rezeki yang dirasakan Asykaruddin tidak hanya berhenti di situ. Beberapa bulan kemudian, rezeki yang mengalir pada dirinya membuatnya bisa daftar haji hingga ia berangkat haji pada tahun 2006 yang lalu. Pulang dari Tanah Suci, ternyata rezeki semakin lancar hingga ia bisa membangun rumah miliknya.

"Dari pengalaman itu saya bisa menyimpulkan bahwa selama kita lebih mengedepankan kepentingan ibadah, kepentingan - kepentingan yang lain akan terpenuhi," paparnya.