Berdagang Dengan Modal Akhlak

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
AkuIslam.Id - Siapa bilang bisnis butuh modal besar. Buktinya Nabi kita dipercaya menjalankan bisnis dengan modal akhlak. Berkat sifat jujur dan amanah, beliau dipercaya membawa dagangan ke luar negeri.

Ilustrasi

Di antara sekian banyak perempuan di Makkah, ada seorang perempuan cantik, dewasa dan kaya raya serta berbudi luhur menjadi saudagar (pedagang). Ia seorang yang biasa berdagang ke negara lain. Perempuan itu berhati mulia dan senang membantu siapa saja. "Ratu Khadijah" penduduk Makkah memanggilnya.

Suatu ketika ia sedang membutuhkan orang untuk membawa dan menjualkan barang dagangannya ke Syam. Ia butuh orang yang jujur, suka bekerja keras, dan bisa dipercaya. Sayangnya hingga detik itu ia belum menemukannya.

AKHLAK MEMIKAT

Suatu hari, Khadijah bertemu sahabatnya Atoka. "Aku kenal orang yang bisa mengurus pembelian serta penjualan barang daganganmu. Dia adalah orang yang dapat dipercaya," ucap Atoka.

"Siapa dia dan siapa namanya?" tanya Khadijah.

"Dia keponakanku, Muhammad Al Amin namanya," Jawab Atoka.

"Alhamdulillah, pilihan yang bagus. Aku juga sudah sering mendengar cerita tentang sikap serta sifatnya yang mulai dari penduduk sekitar sini. Ayo, kita temui dia. Akan aku percayakan semua barang dagangan milikku padanya," tutur Khadijah senang.

Nabi Muhammad ternyata masih kerabat jauh Khadijah, tapi ia belum pernah bertemu dengan Muhammad. Khadijah lalu mengutus seseorang untuk mengundang Muhammad ke rumahnya, karena ingin lebih mengenalnya. Saat menunggu tamunya itu, Khadijah sangat gelisah. Ia sudah sering mendengar orang memuji Muhammad. Di samping itu, ia pernah bermimpi kalau Muhammad akan menjadi Nabi Terakhir. Untuk menyambut tamunya, Khadijah menyuruh parah pembantunya membersihkan dan menata rumahnya.

Akhirnya, tamu yang ditunggu - tunggu itupun datang. Begitu mereka bertemu, senyuman, kedewasaan, dan kesantunan Muhammad langsung memikat hati Khadijah. Muhammad mengucapkan salam kepada Khadijah dan meminta izin untuk masuk. Khadijah pun menunjukkan keramahan yang luar biasa. Tanpa basa - basi, Khadijah langsung membicarakan pokok permasalahan.

"Aku tahu betapa jujur dan bisa diandalkannya dirimu. Aku membutuhkan orang untuk membawa barang daganganku ke Syam dan menjualnya di sana. Kurasa kaulah orang yang paling tepat untuk melakukan tugas itu. Jadi, aku menawarkan pekerjaan itu kepadamu," kata Khadijah.

Setelah itu Khadijah memberitahukan barang - barang apa saja yang harus dibawa ke negeri itu. Pertemuan itu berakhir dengan sebuah kesepakatan. Muhammad langsung menerima tawaran Khadijah.

PERGI DAGANG

Semua persiapan perjalanan sudah selesai, Muhammad pun berangkat. Muhammad sudah siap membawa barang - barang dagangan Khadijah ke Syam. Sebelum rombongan musafir itu mulai berangkat, Khadijah meminta budaknya Maysara, menemani Muhammad. Tepat sebelum mereka berangkat, Khadijah berbisik ke telinga Maysara, "Lakukan apa yang di inginkan Muhammad. Jangan membangkan kepadanya. Amati apapun yang dilakukannya sepanjang perjalanan. Saat kembali, katakan kepadaku apapun yang sudah kau lihat."

Maysara mendengarkan dengan baik apa yang dikatakan tuannya. Para paman, bibi, dan semua kerabat Muhammad datang untuk melepas kepergiannya karena perjalanan itu akan panjang. Sulit bagi semua orang untuk berpisah darinya begitu lama, namun sudah saatnya ia pergi.

Muhammad pun pergi bersama anggota rombongannya. Maysara melakukan apa saja yang bisa dilakukannya untuk membuat Muhammad nyaman. Perjalanan panjang selama tiga bulan berakhir sudah. Mereka pun sampai di Kota Busra di dekat Syam. Di kota itu sedang ada perayaan besar. Pra musafir segera menggelar barang - barang dagangan mereka ke atas permadani.