Ahli Kubur Dijaga Amal Puasa

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
AkuIslam.Id - Karena semasa hidupnya rajin menjalankan puasa Ramadan dan dilanjutkan dengan puasa 5 hari di bulan Syawal, seorang muslim mendapatkan nikmat kubur. Di dalam kubur jenazahnya dijaga oleh amal puasa tersebut. Berikut kisahnya...

Ilustrasi

Sufyan Atstsauri Ra mengisahkan bahwa saat ia tinggal di Makkah selama tiga tahun, ia pernah mendapatkan peristiwa yang aneh. Kala itu di antara penduduk Makkah, sebut saja Abdullah, memiliki ibadah yang sangat istiqomah (rajin).

Abdullah selalu datang ke Masjidilharam pada waktu terik matahari. Dia tawaf dan shalat dua rakaat. Kemudian Abdullah menyalami Sufyan dan langsung pulang. Begitulah kebiasaan Abdullah setiap harinya sehingga terjalinlah persahabatan yang erat antara Abdullah dan Sufyan.

ISTIKAMAH IBADAH

Namun pada suatu siang hari, Sufyan tak menemukan Abdullah. Hingga selepas shalat Asar, ia tak bertemu Abdullah. Maka timbullah pertanyaan pada dirinya.

"Apa yang terjadi dengan sahabatku Abdullah ? Apakah ia sedang sakit ?" pikirnya kala itu.

Berawal dari penasaran itu, datanglah Sufyan ke rumah Abdullah. Dugaan Sufyan benar, saat itu Abdullah tengah terbaring sakit di ranjangnya. Dalam kondisi lemah itu, Abdullah memanggil sahabatnya untuk duduk lebih dekat dengannya.

"Apabila aku mati nanti, hendaklah kamu sendiri yang memandikanku, menyalatiku, lalu kuburkanlahku, dan jangan kamu tinggalkan aku sendirian di kuburan pada malam itu. Talqinkanlah aku dengan kalimat tauhid ketika Malaikat Munkar dan Nakir menanyaiku," ucap Abdullah.

Sufyan pun menyanggupinya. Kemudian tak lama kemudian, Abdullah benar - benar meninggal dunia. Sufyan sangat sedih kehilangan sahabat karibnya. Namun demikian ia tetap sabar dan ikhlas sembari melaksanakan amanah yang disampaikan almarhum kepadanya.

Sufyan lantas merawat jenazah sahabatnya itu. Ia memandikannya, menyalatinya, lalu kemudian menguburkannya. pada malam harinya, Sufyan juga menunggu seorang diri di atas makam sahabatnya itu sambil membacakan kalimat talqin.

NIKMAT KUBUR

Beberapa saat kemudian, antara sadar dan tidak, Sufyan mendengar suara dari atas.

"Wahai Sufyan, orang tersebut tidak butuh penjagaanmu, talqinmu, dan pelipur lara darimua karena aku telah mentalqinkannya dan memberinya kesenangan," kata suara tanpa wujud itu.

"Dengan apa engkau menjaganya," ujar Sufyan bertanya balik.

"Dengan puasanya di bulan Ramadan dan diikuti enam hari pada bulan Syawal," jawab suara tadi.

Setelah dialog itu, tiba - tiba Sufyan terjaga dan sadar. Ia kaget karena saat itu ia tak melihat seorang pun di sekelilingnya. Sufyan masih ragu apakah suara itu berasal dari malaikat atau setan yang berupaya menghasudnya.

Maka dari itu kemudian Sufyan pergi berwudhu lalu menunaikan shalat. Setelah itu ia pergi tidur. Anehnya, dalam tidur itu, ia bermimpi persis seperti kejadian awal. Demikian kejadian itu terjadi berulang kali sampai tiga kali.

Maka mengertilah Sufyan bahwa suara itu dari malaikat Allah, bukan dari setan. Dengan demikian Sufyan mengerti jika sahabatnya itu telah mendapatkan nikmat kubur. Lalu ia pulang dari makam sahabatnya itu sambil berdoa.

"Ya Allah, dengan anugerah dan kemuliaanMu, berilah aku taufik agar dapat berpuasa seperti puasa orang itu, Amin," begitu doa Sufyan.