Ahli Ibadah Wafat Usai Shalat Subuh

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
AkuIslam.Id - Meninggal dunia dalam keadaan baik, memang menjadi dambaan semua orang Islam. Seperti halnya Ibu Maimunah, perempuan yang dikenal ahli ibadah ini meninggal dunia usai shalat Subuh. Subhanallah.

Ilustrasi

Semasa hidupnya, Maimunah (50) memang dikenal sebagai perempuan yang baik di kalangan masyarakat salah satu desa di Kabupaten Gresik, Jawa Timur sehingga ia kerap kali disenangi oleh orang - orang di sekelilingnya.

Kebaikan Maimunah ditunjukkan dengan sikapnya yang kerap kali membantu kesulitan orang lain. ia juga kerap kali menyedekahkan sebagian hartanya untuk membantu orang - orang di sekelilingnya. Meski demikian, ia tak pernah sombong dan menyepelekan orang lain, baik miskin ataupun orang kaya selalu dihormati oleh Maimunah.

Karena itulah, warga di sekelilingnya kerap kali menyanjungnya karena Maimunah tidak pernah menyakiti perasaan dan hati mereka. Maimunah selalu berhati - hati dalam memilih kata - kata ketika ia sedang mengobrol siapa saja dan dia selalu menghindari pembicaraan yang jelek tentang orang lain.

"Ia jarang sekali bergosip dengan ibu - ibu di sini, ia lebih memilih menghindari pembicaraan yang tidak baik," tutur Khalifah, salah satu tetangganya.

Di sisi lain, perempuan ini juga aktif mengikuti pengajian - pengajian yang diselenggarakan di kampungnya, bahkan ia jarang sekali absen mengikuti kegiatan keagamaan tersebut. Bahkan, dalam kondisi hujan lebat pun Maimunah tetap datang untuk menuntut ilmu di majelis zikir yang diselenggarakan oleh majelis taklim di kampungnya.

Walaupun latar belakang pendidikannya tidak terlalu tinggi, Maimunah ternyata juga gemar mencari ilmu, khususnya ilmu agama, karena itulah dia sangat senang jika ada ceramah di kampung. Lalu, Maimunah mengamalkan ilmu yang dia dapat, walaupun itu sedikit.

RAJIN MENGAJI

Salah satu amalan yang kerap kali dilakukan oleh Maimunah adalah mengaji, ia tampak senang sekali ketika berhadap - hadapan dengan kitab suci Alquran. Dan ketika ia sudah mulai melantunkan ayat demi ayat, ia pun terlihat hanyut dalam kekhusyukan.

Hal itu ia lakukan biasanya sehabis shalat Subuh. Perempuan yang juga gemar shalat jamaah ini, selalu istiqomah membaca ayat suci Alquran seusai melaksanakan shalat Subuh. Dan biasanya ia melakukannya hingga tiba waktu shalat Duha, yang kemudian ia sambung dengan ibadah sunah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah di pagi hati itu.

Maimunah tidak pernah sekalipun meninggalkan kebiasaan tersebut. Dia selalu menjaga keistiqomahan ibadahnya. Bahkan, ia melakukan hal itu hingga menjemput ajal ketika ia habis melakukan shalat subuh.

Maimunah tidak pernah membuang-buang waktunya untuk hal - hal yang tidak berguna. ia senantiasa memanfaatkan waktunya untuk beribadah, berzikir, mengaji, dan bermunajat kepada Allah. Karena itulah ia dikenal sebagai perempuan yang gemar beribadah.

Semasa hidupnya, Maimunah juga dikenal sebagai sosok yang tenang dan murah senyum pada siapa saja sehingga siapapun yang berada di sampingnya selalu merasa nyaman dan enggan beranjak, apalagi ketika itu Maimunah kerap kali memberikan nasihat - nasihat yang bijak kepada orang - orang di sekelilingnya.

"Dia juga kerap kali mengingatkan ibu - ibu agar tidak selalu menggosipkan orang lain karena hal itu perbuatan yang tidak baik," terang Khalifah ketika mengingat kembali pesah Maimunah yang disampaikan kepadanya.

Namun walaupun demikian, Maimunah tidak hanya memberikan nasihat saja, tapi ia juga memberikan contoh yang baik kepada siapa saja. Di keluarganya sendiri Maimunah memberikan teladan yang baik untuk anak - anaknya sehingga sering disanjung oleh orang - orang. Banyak laki - laki di kampung tersebut yang menginginkan istri seperti Maimunah.

USAI SHALAT

Hingga pada suatu hari, kala itu Maimunah bangun sebelum waktu Subuh tiba, lalu ia cepat bergegas ke kamar mandi untuk mengambil wudu guna melakukan shalat Sunah Tahajud. Ia tampak menikmati shalatnya malam itu. Seakan ia merasa kalay shalat itu menjadi shalat sunah terakhir yang dilakukannya.

Sehabis itu, Maimunah tetap bersimpuh di atas sajadahnya, sembari berzikir dan bermunajat kepada Allah hingga waktu Subuh tiba. Lalu, ia pun bangkit dan melakukan shalat Subuh dan dalam shalatnya, ia pun tampak begitu lama dalam sujudnya, seakan - akan ia menumpahkan seluruh pengabdiannya kepada Allah dan berharap menjadi hamba yang mendapatkan rida-Nya.

Namun, sehabis shalat, Maimunah tampak masih duduk bersimpuh dan berzikir. Dan biasanya dia langsung mengaji membaca ayat - ayat suci Alquran. Namun, entah kenapa hari itu ia tak bangkit lagi dari duduknya, ia tetap masih dalam posisi duduk bersimpuh seperti sehabis shalat.

Menjelang matahari terbit, Maimunah masih tetap duduk, Melihat hal tersebut, salah satu anaknya merasa heran karena Maimunah tidak mengaji hari itu, tapi malah terlihat tampak tertidur dalam duduknya. Karena itu salah satu anaknya tersebut hendak membangunkannya agar ibunya tersebut mengaji.

"Ibu..., ibu....!" seru salah satu anaknya ketika sedang membangunkan Maimunah, namun yang dipanggil - panggil tetap saja tak bergeming dan masih tetap tertunduk dalam duduknya. "Biasanya kalau ibu dipanggil langsung bangun, tapi hati itu ia tak bergerak sama sekali," terang Nur Hafidhah, salah satu putri Maimunah.

Akhirnya Hafidhah pun langsung mendekati ibunya dan mengoyang - goyangkan ibunya yang tampak tertidur tersebut. dan pada saat itulah tubuh Maimunah langsung ambruk telentang. "Innalillahi wa inna ilaihi raaji'un," ucap Hafidhah ketika itu.

Ia pun langsung merasa kalau Maimunah sudah meninggal dunia karena tampak wajahnya yang begitu pucat namun tampak tenang, di bibirnya tersungging senyum kecil, tapi detak jantung dan denyut nadinya sudah berhenti. Akhirnya Hafidhah pun langsung memanggil saudara - saudaranya untuk memastikan kondisi Maimunah.

Berita meninggal Maimunah akhirnya dengan cepat menyebar ke seluruh warga. Warga pun tampak semakin takjub ketika mendengar almarhumah meninggal dunia dalam kondisi masih memakai mukena sehabis shalat Subuh. "Aku sudah menyangka kalau dia itu orang yang baik dan aku semakin yakin ketika mendengar ia meninggal dunia dalam keadaan yang baik pula," terang Ibu Ina, salah satu kerabat almarhumah.

Dalam waktu singkat, rumah almarhumah sudah dipenuhi oleh orang - orang yang melayat, mereka berdatangan dan secara bergantian turut mendoakan arwah almarhumah. "Kami kehilangan sosok yang kami teladani selama ini, semoga amal perbuatannya diterima di sisi Allah," Pungkas Ibu Ina.

Jenazah almarhumah akhirnya dikuburkan di area pemakaman umum yang terdekat dengan rumahnya, dengan diantar puluhan warga yang turut berduka cita atas kepergian perempuan yang selama ini memberikan contoh yang baik tersebut.