Saling Sumpah Berebut Bayi

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
AkuIslam.Id - Disebutkan, bahwa seekor serigala memangsa salah seorang dari dua bayi. Lalu ada dua ibu saling sumpah berebut bayi yang selamat. Dengan bijak, akhirnya Nabi Sulaiman dapat memutuskan perkara itu dengan adil.

Bayi Lucu ( Foto @U-Report )

Pada zaman Nabi Daud ada dua keluarga yang tinggal di tepi hutan. Para suami di dua keluarga itu adalah teman akrab dan mereka sama - sama mempunyai bayi. Pada suatu hari, para suami itu pergi ke luar daerah. Mereka meninggalkan para istri dan bayi. 

Tatkala ditinggal, terjadi tragedi kepada bayi - bayi mereka. Siang itu mereka mengerjakan pekerjaan rumah dan meninggalkan dua bayi di ayunan di pinggir hutan. Tanpa diduga, datanglah seekor serigala yang menerkam dan memakan salah satu bayi itu.

Sebenarnya sudah jelas, bahwa yang dimangsa adalah bayi si perempuan yang gemuk. Sedangkan bayi dari perempuan yang agak kurus masih selamat.

DIMAKAN SERIGALA

Takut dimarahi oleh suaminya, perempuan yang gemuk bersikeras bahwa yang selamat adalah anaknya. Akibatnya kedua perempuan itu bertengkar hebat memperebutkan bayi yang lolos dari maut tersebut.

Keduanya sepakat membawa permasalahan itu kepada Nabi Daud As. Keduanya mengaku sebagai ibu kandung dari seorang bayi yang juga mereka bawa sebagai bukti dan saling bersumpah. Setelah lihat serta mempertimbangkan, Nabi Daud memutuskan, bayi itu milik perempuan yang gemuk.

Keputusan itu membuat ibu yang lebih kurus menangis karena tidak adil. Ia kemudian meminta pertimbangan kepada Nabi Sulaiman As. Nabi Sulaiman memanggil dua ibu sekaligus mendatangkan bayi yang selamat itu.

Ia memandangi wajah keduanya. Keduanya sama - sama begitu meyakinkan. Setelah berpikir beberapa lama, akhirnya Nabi Sulaiman memanggil seorang algojo.

"Mengingat kalian berdua sama - sama berebut bayi ini, maka aku memutuskan bayi ini dibelah menjadi dua oleh algojo kerajaan. Bukankah itu adil dan tiap bagian akan diberikan kepada kalian berdua," ujar Nabi Sulaiman.

Kedua perempuan itu sama - sama terperangah. Mereka sama - sama tidak mempercayai apa yang barusan mereka dengar dari Nabi Sulaiman. Jika dibelah, tentulah bayi itu akan mati.

KEPUTUSAN BIJAK

Begitu algojo siap mengayunkan genggamannya, perempuan yang gemuk berteriak bahwa keputusan itu sangat adil dan ia setuju agar bayi itu benar - benar dibelah. Namun tatkala golok itu hampir menimpa tubuh si bayi, perempuan yang agak kurus menjerit.

"Jangan, jangan dibunuh anak itu, biarkan aku relakan bayi itu untuk dipelihara oleh tetanggaku ini, daripada dia dibunuh di depan mataku sendiri," ujar perempuan yang kurus.

Nabi Sulaiman pun berburu - buru memberi isyarat agar algojo mengurungkan pelaksanaan keputusan tersebut. Kemudian beliau berkata kepada perempuan yang kurus, "Wahai ibu yang tulus ikhlas, bayi ini adalah anakmu. bagaimanapun tak akan tega seorang ibu yang menyaksikan darah dagingnya dibunuh di depan matanya sendiri. Engkau, hai perempuan, jangan kau ulangi lagi melakukan kebodohan dan sumpah palsu," ujar lagi Nabi Sulaiman.

Betapa gembiranya ibu yang kurus. Sebaliknya, alangkah malunya perempuan yang lebih gemuk karena kecurangannya diketahui oleh Nabi Sulaiman.

Semua yang hadir mengangguk - anggukan kepalanya. Mereka belajar, bahwa sekecil apa pun kebohongan akan tetap terungkap. Kisah tersebut dijelaskan Allah dalam (Qs AnNaml : 15).