Prestasi Muslim Muda Amerika

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
AkuIslam.Id - Walau tergolong minoritas pada beberapa negara dan dikucilkan, ternyata para remaja pemeluk Islam juga dapat berprestasi, salah satunya adalah Arsalan Kazemi dan Bilqis Abdul Qadir. Bahkan mereka mendapat penghargaan dari Amerika Serikat atas prestasinya.

Bilqis Abdul-Qaadir & Arsalan Kazemi ( Foto @U-Report )

Basketball Writers Association di AS memberikan penghargaan "Most Courageous Award" pada dua atlet bola basket muslim, Arsalan Kazemi (pytra) dan Bilqis Abdul-Qaadir (putri).

Penghargaan itu diberikan karena keberanian keduanya melawan sikap Islamofobia, kefanatikan dan ketidakpedulian masyarakat AS terhadap Islam dan Muslim.

Kazemi adalah atlet bola basket AS pertama keturunan Iran yang terdaftar dalam Divisi I National Collegiate Athletic Association (NCAA) di AS. Perjalanan kariernya agar bisa bermain di klub bola basket di AS harus melalui berbagai rintangan.

Persoalan politik antara AS dan Iran, menyebabkan Kazemi harus menempuh jarak 500 mil ke Doha, ibu kota Qatar agar bisa mendapatkan visa ke AS.

ATLET MUSLIM

Sesampainya di AS, Kazemi mengalami perlakuan yang tidak mengenakkan karena ia seorang muslim. Ketika tiba di Bandara Internasional George Bush di Houston, petugas bandara langsung membawanya ke ruangan khusus dan memeriksa Kazemi dari ujung rambut sampai ujung kaki, lalu menginterogasinya selama enam jam.

"Saya bukan teroris. Kalau Anda tidak percaya, silahkan deportasi saya," kata Kazemi pada petugas Bandara.

Kazemi juga harus menyembunyikan identitasnya, bahwa ia lahir dan dibesarkan di Iran. Jika ada orang bertanya, Kazemi menjawab bahwa ia berasal dari Timur Tengah. Tapi pengalaman di sebuah tempat pengisian bahan bakar menyadarkannya bahwa menyembunyikan jati dirinya bukan pilihan yang baik.

Seorang lelaki tak dikenal tiba - tiba mendekatinya dan mengatakan "Aku akan membunuhmu", mungkin karena melihat wajah Kazemi yang mirip orang Timur Tengah

"Tapi lelaki itu kemudian berkata, dia cuma bercanda. Padahal saya merasa khawatir. Jika Anda jadi saya, apakah Anda akan merasakan hal yang sama ?" kata Kazemi dalam wawancara dengan New York Daily News.

Setelah kejadian itu, Kazemi yang kini bermain untuk klub Samen Mash'had, tidak takut lagi untuk mengatakan dengan terbuka tentang asal usulnya. Ia dengan bangga mengatakan bahwa dirinya adalah warga negara Iran. Keandalannya menggiring bola dan mencetak skor, membuktikan bahwa atlet muslim pun bisa berprestasi.