Mimpi Didatangi Cahaya Berlafaz Allah

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
AkuIslam.Id - Hidayah Allah kadang datangnya tidak disangka - sangka. Seperti dialami Chandra Crisdiyanto yang masuk Islam karena mimpi didatangi cahaya berlafaz Allah. Berikut penuturannya.

Ilustrasi

Kenalkan, nama saya Chandra Crisdiyanto (27), tinggal di Kapas Krampung Surabaya, Saya masuk Islam sekitar 1,5 tahun yang lalu. Sebelum masuk Islam, nama saya Chandra Cristian. Sebelumnya saya adalah penganut agama non-muslim. Sejak kecil saya hidup dalam keluarga besar pendeta dalam agama saya di Surabaya. Pendidikan hanya tamat di SMU IMKA Surabaya.

Saya adalah anak ketiga dari pasangan Lien Kiang Ging dan Tawi Yasi, percampuran Cina dan Jawa. Mereka semua masih penganut non-muslim, kecuali saudara sulung saya, Hendrik Sugianto. Ia masuk Islam sekitar 9 tahun yang lalu. Sedang kakak saya yang kedua, Heni Iswiyanti memilih untuk mengikuti kedua orang tua saya sebagai penganut kepercayaan non-muslim.

Keluarga kami adalah orang ternama dan menjadi tokoh dalam agam non-muslim yang kami anut sejak kecil selalu membimbing dan mengarahkan saya untuk memeluk agama dengan taat sebagaimana yang ada dalam aturan - aturan non-muslim.

DIDATANGI CAHAYA

Suatu ketika, saya tidur nyenyak di malam hari. Saat itu saya bermimpi di datangi seorang lelaki tua renta. Dengan penuh semangat ia menghampiri saya. Setelah orang itu berdiri tegak di hadapan saya, tiba - tiba ia berkata bahwa sejatinya Tuhan yang paling benar adalah milik orang Islam.

Tak lama setelah orang itu menyampaikan pernyataan, tiba - tiba ada cahaya yang sangat terang di langit rueun ke kepala saya. Cahaya itu tampak sangat indah dan setelah saya perhatikan di tengahnya berlafalkan Allahu Akbar sebagaimana tulisan yang banyak diletakkan di ujung kubah Masjid. Semakin lama saya tatap cahaya itu, rasanya semakin indah.

Waktu bangun tidur, saya merasa keheranan dengan mimpi itu. Besarnya rasa penasaran membuat saya berusaha keras untuk mencari tahu makna mimpi tadi. Saya mendatangi seorang tokoh Agama Islam bernama Kyai Ibnu yang kediamannya agak dekat dari rumah untuk menanyakan hal itu. Setelah semuanya saya ceritakan, beliau langsung kaget sambil menepuk - nepuk saya seakan ada rasa bangga di hatinya.

Ia kemudian berkata dengan sebelumnya mengucapkan Subhanallah. Kemudian melanjutkan dengan doa, dengan harapan mimpi itu adalah bagian dari petunjuk bagi saya untuk masuk Islam. ia menyuruh saya untuk masuk Islam. Ia menyuruh saya untuk memikirkan mimpi itu dengan baik.

Sebab, menurutnya sangat beruntung orang yang mendapatkan petunjuk Allah. Walaupun sudah mendapatkan banyak gambaran tentang Islam dari Kyai Ibnu, saya belum bisa pindah agama dengan mudah. Sebab, saya masih bimbang dengan kebenaran yang hakiki dalam beragama.

Saya masih menjalani agama yang lama, sebagai umat non-muslim bersama keluarga dan saudara saya yang lain.

Suatu ketika, saya beribadah di tempat peribadahan agama saya yang biasa di kunjungi bersama dengan keluarga. Saat itu posisi saya ada di garis depan, kemudian menoleh, ternyata di belakang saya ada banyak wanita yang beribadah dengan pakaian saya pikir kurang sopan. Sebab saat itu, lutut dan payudaranya kelihatan, padahal dia ke tempat ibadah untuk beribadah, menghadap Tuhan.

NIKAHI MUSLIMAH

Hari berganti hari, akhirnya saya bertemu dengan seorang wanita cantik, bernama Norma Arista Rozah, asal Kapas Krampung Surabaya, setelah kenal semakin dekat, kami menjalani hubungan asmara sampai beberapa bulan.

Karena terlalu besarnya kekuatan cinta, Norma mengajak saya untuk menikah. Tapi, lagi - lagi faktor agama yang membuat saya bingung. Perbedaan agama tersebut menjadi penghalang bagi kami untuk melanjutkan pernikahan.

Suatu hari saya dipanggil oleh bapaknya, yang bernama Abdul Razaq, berserta ibunya, Khalifah. Mereka menanyakan keseriusan saya dalam menjalani hubungan asmara dengan Norma dengan sangat halus. 

Setelah saya menyatakan cinta secara terang - terangan, mereka pun memberikan penjelasan bahwa kami tidak bisa menikah selama masih berbeda agama.

Sepulang dari rumah Norma, saya selalu terbesit pada tutur kata orang tua Norma yang sangat halus dan lembut. Akhlaknya yang baik membuat saya berfikir berkali - kali, sehingga saya menemukan sebuah kesimpulan bahwa semua sikap dan tutur kata orang tua Norma adalah bagian dari ajaran Agamanya.

Setelah berfikir berulang - ulang, saya memutuskan untuk membenarkan agama Islam yang mereka anut. saya pun memberi tahu keluarga tentang hal ini. Sebelumnya mereka sempat kaget mendengar cerita saya, lebih - lebih setelah saya menyatakan ketertarikan untuk masuk Islam. Setelah terdiam sejenak, orang tua saya pun mengatakan bahwa keyakinan dalam agama adalah sesuatu yang tidak bisa dipaksakan.

Mereka tidak melarang saya untuk pindah agama selama itu benar - benar saya yakini kebenarannya. Mereka juga mengizinkan saya menikahi Norma sesuai dengan aturan dalam Islam.