Cara Menghitung Haid Pertama

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
AkuIslam.Id - Menentukan awal haid bagi seorang muslimah, ternyata bergantung pada usianya. Agar tidak bingung menentukan awal haid putri Anda, ikuti ulasan serta cara menghitungnya berikut ini.

Ilustrasi Menghitung Haid Pertama ( Foto @Republika.co.id )

Shinta 40, seorang ibu yang saat ini kebingungan dengan kondisi putrinya, Nana (10), putri bungsunga saat ini sudah mengeluarkan darah. tepatnya pada Senin 28 Februari 2017, di pakaian dalam Nana ada bercak darah, sementara pada hari Selasa dan Rabo, darah yang keluar sangat merah seperti darah haid.

Padahal putri bungsunya itu baru kelas empat SD dan baru menginjak 10 tahun. Pertanyaannya, apakah darah tersebut merupkan darah haid ? Mengingat dulu Shinta baru haid saat berusia 14 tahun saat duduk di Sekolah Menengah Atas. Lalu bagaimana cara menentukan awal haid seorang muslimah ?

TANDA DEWASA

Haid, merupakan siklus biologis yang alami. Akan terjadi kepada setiap wanita. Haid juga jadi tanda awal seorang wanita menginjak masa dewasa. Artinya, organ reproduksinya sudah mulai bekerja, sehingga harus lebih berhati - hati dalam menjaga kesehatan tubuh.

Untuk menghitung mulai haid, tidak terlalu rumit, hanya saja orang tua harus faham batas minimal seorang remaja putri bisa dihukumi haid. Dalam literatur buku fikih yang khusus membahas tentang darah haid dan permasalahannya, para ulama telah menentukan, yaitu usia 9 tahun berdasarkan hitungan Hijriyah. Artinya, ketika dihitung secara penanggalan Masehi, usia anak tersebut belum sampai sembilan tahun.

Selain syarat usia, haid pertama juga memiliki persyaratan yang sama seperti haid pada umumnya. yaitu, darah tidak kurang dari 24 jam, kemudian darah tidak lebih dari 15 hari. Jika darah yang keluar memenuhi syarat tersebut, maka darah yang dikeluarkan dihukumi haid.

KEWAJIBAN BARU

Dari pemaparan pertanyaan di atas, bisa diketahui, bahwa darah yang dikeluarkan Nana adalah darah haid. Sehingga saat darah keluar, Nana harus meninggalkan salat serta ibadah lainnya.

Meskipun demikian, saat darah berhenti, dia wajib untuk mandi suci, barulah kemudian mengerjakan ibadah lainnya. Harus diberikan pengertian kepada Nana, saat ini dia sudah seperti orang dewasa.

Maksudnya, dia sudah memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk salat dan ibadah wajib lainnya. Jika tidak mengerjakan, maka dia sudah mendapatkan catatan dosa.

Nana harus mulai memperbaiki cara bersuci yang benar dan tepat serta harus memperdalam ajaran - ajaran Islam. Karena dia sudah diperlakukan sebagai orang dewasa secara Islam.

Misalnya, sudah tidak boleh bolong salat wajib atau puasa Ramadhan. Dengan penjelasan di atas, semoga kini kita semuanya mulai mengerti dan paham.