Berkah Haji, Suamiku Kembali

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
AkuIslam.Id - Memang sudah lama aku menderita karena dimadu. Namun, entah mengapa aku selalu yakin suamiku akan kembali padaku. Setelah penantian 5 tahun, datanglah keajaiban dari Allah di tanah suci saat kami berhaji. Suamiku yang dulu acuh, kini tiba - tiba sangat memperhatikanku.

Ilustrasi ( Foto @U-Report )

Perkenalkan namaku adalah Nadira (41), Aku dan suamiku, Mas Rahmat (43) sudah menikah selama 11 tahun. Pernikahan kami dulunya sebenarnya bisa dikatakan sebagai pernikahan impian. Kami menjadi pasangan yang tak terpisahkan dan saling menyayangi. Namun itu dulu, beberapa tahun yang lalu. Kini, hidupku bagai hancur dan terbalik.

Masih teringat jelas 5 tahun yang lalu saat Mas Rahmat berubah menjadi sosok yang jauh dan dingin. Aku tak tahu apa yang terjadi dengannya. Sampai beberapa bulan kemudian, akhirnya aku tahu bahwa itu semua karena wanita lain yang datang dan mengambil hati suamiku.

SEMAKIN DEKAT

Hatiku hancur memang, namun aku berusaha sabar, aku mulai berpikir positif. Mungkin ini semua adalah cinta sesaat suamiku dan wanita itu. Aku berjanji akan tetap bersikap baik dan menunggu suamiku kembali. Namun, kesabaranku sepertinya diartikan lain. Sepertinya suamiku mengira aku mau menerima dimadu.

Ia malah terang - terangan memprioritaskan wanita kedua itu. Bahkan puncaknya yang membuat hatiku remuk adalah saat wanita itu dibawa ke rumah. Ia bahkan dengan santainya mengenalkan wanita itu pada kedua anak kita, Kevin (10), dan Della (8). Ya Allah, cobaan apa yang ingin kau berikan pada hambaMu yang lemah ini ?

Walau hancur, namun aku tetap berusaha menghadapi dengan senyuman. Aku tak ingin terlihat lemah di hadapan kedua buah hatiku. Terlebih, aku tak ingin perempuan itu tahu bahwa aku hanya wanita lemah dan pantas ia gantikan. Semakin lama, suamiku dan perempuan itu makin dekat.

Keluarga dan tetangga sudah banyak yang menegurku atas perilaku Mas Rahmat, namun aku memilih diam. Sebenarnya makin lama aku makin mati rasa. Sajadah dan mukenaku adalah saksi bisu tangis dan sujudku. Setiap malam, Allah adalah tempat curahan hatiku yang terdalam. Setiap malam, aku menumpahkan semua isi perasaanku pada sang Rabbku. Sambil tak lupa terus berdoa agar suamiku sadar dan kembali padaku.

BERANGKAT HAJI

"Nadira, apa kamu ingin berangkat haji ? Aku berencana berangkat haji tahun depan," tiba - tiba suatu pagi Mas Rahmat menawariku. Bagai hembusan angin segar, aku langsung menerima ajakannya. Selain karena Mas Rahmat bilang, perempuan itu tidak akan ikut, sudah dari dulu pula aku ingin melihat Kakbah. Aku ingin berdoa di sana, mencurahkan perasaanku pada Tuhanku di rumah-Nya.

Di waktu yang telah dijadwalkan kami berangkat. Hari pertama tiba di Makkah, kami melaksanakan salat di Masjidilharam. Di sana, aku memanjatkan doa pada-Nya. "Ya Allah, berilah hambamu kekuatan menghadapi keadaan ini. Dan jika suamiku adalah jodohku, maka kembalikan ia, ya Allah."

Setelah selesai salat, aku dan rombongan kembali ke tempat kami menginap. Sesampainya di sana, tiba - tiba aku merasa pusing. Sepertinya masuk angin karena perjalanan jauh yang sudah aku tempuh. "Kamu kenapa, Sayang ? Kok mukamu pucat ?" Aku kaget bukan kepalang. Sudah hampir 5 tahuun ini panggilan sayang tak pernah terdengar dari mulut Mas Rahmat yang ditujukan padaku. Aku diam sejenak.

"Ya sudah, ayo aku antar ke kamar," lanjut Mas Rahmat. Subhanallah, aku tiba - tiba menangis. Namun aku sengaja tidak menanyakan mengenai perubahan tersebut. Aku membiarkan Mas Rahmat membantuku masuk ke kamar. Aku menikmati perhatiannya yang sudah lama hilang.

BERUBAH TOTAL

Dan ternyata, itu bukanlah perubhaan sesaat. Sejak hari itu, Mas Rahmat pelan - pelan kembali menjadi suamiku yang dulu. Tak hanya di tanah suci, sesampainya di tanah air pun ia tetap berperilaku manis denganku.

"Nadira, aku tahu selama ini aku telah menyakitimu. Maafkan aku, aku sudah sangat jahat. Namun, engkau selalu sabar dan pengertian terhadapku. Tak pernah terlihat sedikitpun keinginan untuk meninggalkanku walau aku telah menduakanmu," jelas Mas Rahmat, beberapa minggu setelah kepulangan haji kami.

"Alhamdulillah, aku sudah memaafkanmu Mas. Aku yakin, suatu saat kau akan kembali padaku," tanyaku hati - hati. Sebenarnya aku juga penasaran terhadap perubahan sikap Mas Rahmat.

"Entahlah, saat kita di tanah suci, sepertinya mataku terbuka oleh cintamu yang besar terhadapku. Pengorbanan dan kesabaranmu sepertinya telah membuatku luluh," tambah Mas Rahmat.

Subhanallah, aku sangat bersyukur atas rahmat ini. Suamiku akhirnya kembali padaku. tak hanya itu, walau Mas Rahmat tak langsung berkata padaku, namun aku tahu ia telah meninggalkan wanita lain itu. Aku sangat bersyukur, ternyata ketabahan dan kesabaranku membuahkan hasil yang kuinginkan.

Serasa hilang sudah rasa sakit yang kurasakan. ya Allah, terima kasih kau telah mengembalikan suamiku. Kumohon berkahi dan jagalah keluarga kami agar tetap sakinah.