Batalkan Niat Zina, Tangan Menjadi Kebal Api

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
AkuIslam.Id - Abu Thalhah, seorang pandai besi yang berasal dari Basrah mempunyai kelebihan. Tangannya tak pernah kepanasan walau terkena api. Ternyata itu dikarenakan doa seorang perempuan yang dulunya hampir ia zalimi.

Ilustrasi ( Foto @Baltyra.com )

Di pasar besi di kota Basrah terdapat seorang pandai besi yang unik. Tak seperti umumnya, pandai besi itu memasukkan tangannya ke tungku api. Dengan tangan itu, dia mengambil besi yang masih panas memerah. Anehnya, tak ada bekas terbakar ataupun sekedar merah karena panas.

Ternyata kelebihan itu didapatkannya karena seorang perempuan. Dulu, pada sebuah musim kemarau, daerah yang didiami pandai besi itu mengalami masa paceklik. Banyak orang kekurangan bahan pangan. Namun, tidak dengan pandai besi itu. Dia juga sudah menyisakan cukup makanan di gudangnya ketika masih musim subur.

DIMINTAI BANTUAN

Sampai suatu ketika, datanglah seorang perempuan ke rumahnya. "Wahai Aba Thalhah, saya adalah ibu dari anak yang masih kecil. Anda tahu ayahnya baru saja meninggal dunia, sekarang saya membutuhkan makanan berupa sedikit gandum, sudilah kiranya engkau meminjamkannya padaku," ujar perempuan itu meminta.

"Baiklah. Kau akan mendapatkan apa yang kau butuhkan asal kau bersedia tidur denganku." ucapnya.

Ternyata paras cantik perempuan itu telah membuat Abu Thalhah khilaf.

Namun, tentu hal itu ditolak. Perempuan itu lantas menangs dan berlari. Besoknya perempuan itu datang lagi.

Keesokan harinya, perempuan itu datang lagi menemui Thalhah. Permintaan janda itu sama, ia hanya ingin meminta sedikit gandum. namun, sama halnya dengan Thalhah, permintaannya sama seperti hari kemarin. Hari berikutnya, perempuan itu datang lagi, dan terjadi percakapan yang sama. Tiba - tiba perempuan itu menangis sejadi - jadinya.

Namun kali ini berbeda dengan dua hari sebelumnya. Dia tidak segera beranjak pergi. Dia menata hatinya sesaat, kemudian menyetujui permintaan Abu Thalhah.

"Baiklah, aku akan memenuhi permintaanmu," ujar janda itu. Sepertinya ia sudah putus asa. Selain itu, anaknya pasti sudah sangat kelaparan. Meski air mata tanpa henti mengalir, perempuan itu memenuhi permintaan si pandai besi.

BERTOBAT

Namun tiba - tiba sebelum perempuan itu benar - benar tidur dengannya, perempuan itu berteriak.

"Kenapa kau bohong padaku dan mengingkari syarat yang kuberikan."

"Syarat yang mana," bentaknya Emosinya seketika meledak.

"Kau bilang tempat ini sepi, padahal sekarang saja sudah ada lima orang yang mengawasi kita," isak perempuan itu.

"Sudah, kau jangan membuatku marah, Lima orang mana ? Tidak ada siapa - siapa di sini," ujarnya.

"Allah, dua malaikat yang mengikutimu dan dua malaikat yang mengikutiku. Kau pikir mereka siapa, apa mereka bukan orang yang mengawasi kita." kata perempuan itu.

Abu Thalha terhenyak. ia tak menyangka perempuan itu menjawab demikian. "Sadarlah Abu Thalhah, takutlah pada Allah dan redamlah nafsumu, sehingga aku dapat berdoa kepada Allah agar dia meredam panasnya api dan menjadikannya dingin bagimu." ucap perempuan itu memohon.

Abu Thalha terdiam. Saat itu juga dia bertobat dan mengurungkan niatnya berzina dengan perempuan itu. Bahkan dia juga membiarkan perempuan itu membawa gandum yang dia butuhkan bukan sebagai utang. Dia kemudian mempersilahkan perempuan itu pergi.

"Sebelum dia pergi, saya sempat melihat dia menengadahkan tangan dan berdoa agar saya diredamkan dari panasnya api oleh Allah, dan sejak itulah tangan saya kebal dengan panasnya api." ujar pandai besi itu mengakhiri kisahnya pada Hasan Basri.