Kisah Abu Nawas : Menaklukkan Monyet

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
Ceramah Bersama - Suatu hari Abu Nawas keliling kota untuk memastikan kesejahteraaan rakyat atas permintaan sang raja. Saat itu dia menemukan pertunjukan monyet. Sang pemilik monyet memberinya tantangan untuk membuat si monyet untuk menganggukkan kepalanya.

Kisah Abu Nawas : Menaklukkan Monyet

Pagi itu, Abu Nawas menerima surat dari raja, dia diminta untuk menyelidiki kondisi rakyatnya. Raja Harun Ar-Rasyid terkenal sebagai raja yang bijaksana. Meskipun saat itu laporan dari menterinya rakuat dalam kondisi baik dan sejahtera, dia tetap membentuk tim khusus untuk melihat kebenaran laporan tersebut.

Abu Nawas merupakan tim yang di tunjuk oleh raja. Sore harinya Abu Nawas menyisir kota untuk melihat kondisi rakyat. Saat itu dia tidak menemukan sesuatu yang aneh karena memang perekonomian rakyat sedang baik. Namun, saat dia melewati sebuah kawasan yang biasa digunakan oleh masyarakat untuk mengadakan hajatan, tiba - tiba langkah kakinya terhenti. Dia melihat begitu banyak penduduk yang berkerumun, Abu Nawas pun melangkah menuju kerumunan tersebut.

Ternyata ada si fulan, tetangganya yang saat itu sedang berada di antara kerumunan. Setelah saling menyapa, Abu Nawas pun bertanya ada apa gerangan yang terjadi. Ternyata kerumunan itu ada pertunjukan yang melibatkan monyet. "Ada pertunjukan keliling yang melibatkan monyet ajaib." jawab fulan.

"Apa maksudmu dengan monyet ajaib ?" tanya Abu Nawas

"Monyet tersebut bisa mengerti bahasa manusia dan yang lebih menakjubkan lagi, monyet itu hanya mau tunduk kepada pemiliknya saja," jelas teman Abu Nawas itu.

TANTANGAN

Jawaban pria itu membuat Abu Nawas semakin tertarik dan penasaran. Dia langsung pamit pada temannya itu untuk melihat pertunjukan monyet itu. Ketika Abu Nawas sudah berada di tengah kerumunan para penonton, Sang pemilik monyet dengan bangga menawarkan hadiah yang cukup besar. Barang siapa yang sanggup membuat monyet itu mengangguk - angguk, maka dia berhak membawa pulang uang tersebut. Sebaliknya, jika tidak bisa, maka harus memberi uang kepada pemilik monyet.

Tak heran bila banyak di antara penonton mencoba satu per satu, mereka berusaha dengan berbagai cara untuk membuat monyet itu mengangguk - angguk. Namun, hasilnya adalah sia - sia belaka. Melihat kegigihan si monyet tersebut. Abu Nawas semakin penasaran.

Akhirnya Abu Nawas maju ke depan untuk mencobanya. Setelah berhadapan dengan monyet itu, Abu Nawas bertanya.

"Tahukah engkau siapa aku ini ? si monyet menggeleng - gelengkan kepala.

"Apakah engkau tidak taku kepadaku ?" tanya Abu Nawas.

Si monyet menggelengkan kepalanya.

Abu Nawas berhasil. "Apakah engkau takut kepada tuanmu ?" tanya Abu Nawas memancing dan si monyet mulai ragu.

"Bila engkau tetap diam, maka aku akan laporkan kepada tuanmu," ancam Abu Nawas kepada monyet.

Seketika itu juga, si monyet yang pada dasarnya hanya takut kepada tuannya, secara spontan saja mengangguk - anggukkan kepala.

Sontak saja para penonton bersorak karena ada orang yang mampu membuat si monyet mengangguk - angguk kepala.

Karena keberhasilan Abu Nawas tersebut, maka ia telah mendapatkan hadiah berupa uang yang lumayan banyak. Di lain pihak, si pemilik monyet bukan main marahnya.

Pemilik monyet pun memukuli monyetnya dengan sebatang kayu karena malu terhadap pertunjukan itu.